
Bola.net - Gemerincing uang nyaring terdengar mengiringi praktik lancung pengaturan pertandingan. Para bandar pengatur pertandingan mendapat untung ratusan juta dalam tiap pertandingan. Sementara, ratusan juta rupiah pula mengalir ke kocek para operator lapangan, termasuk ofisial pertandingan dan manajemen tim.
Salah seorang perantara yang menjadi penghubung antara bandar dan 'operator lapangan' (pemain, offisial, pelatih, maupun perangkat pertandingan, Bambang Suryo, mengaku bahwa dalam tiap pertandingan, seorang bandar bisa mendapat uang sekitar Rp 800 juta sampai Rp 1 miliar. Sementara, menurut pria yang tugasnya biasa disebut sebagai runner ini, biaya operasional berkisar antara Rp 200 juta sampai Rp 300 juta.
"Dari situ bisa dihitung sendiri berapa untung bandar," ujar Bambang Suryo, pada Bola.net, Jumat (29/11).
"Ini baru satu pertandingan. Tinggal dikalikan saja berapa pertandingan yang dimainkan," sambungnya. Sayangnya, ia mengaku tak tahu berapa total pertandingan yang 'dikondisikan' dalam semusim kompetisi.
Pria yang karib disapa BS ini menyebut, biaya operasional digunakan untuk mengkondisikan operator di lapangan. Sementara, untuk mendapat fasilitas tertentu dari wasit, misal penalti, ada biaya lain.
"Ya itu fasilitas lain. Sekitar Rp 20 juta-an jumlahnya," tuturnya.
Selain itu, bandar juga harus membayar para runner. Menurut BS, ketika masih aktif mengatur pertandingan, ia meminta bayaran senilai Rp 50 juta tiap laga.
"Saya tidak mau diikutkan dalam biaya operasional. Dapat apa nanti kalau masuk ke sana?" ucapnya.
BS menyebut bahwa saat ini nilai biaya operasional untuk pengkondisian operator lapangan turun jauh dari zamannya. Pria berkepala plontos tersebut mengaku kala ia masih mengatur pertandingan, biaya operasional berkisar antara Rp 350 juta - Rp 500 juta.
Pernyataan dari BS ini senada dengan data yang didapat Bola.net, beberapa waktu lalu. Dalam data tersebut, rata-rata biaya operasional yang dikeluarkan senilai Rp 350 juta.
Laga Divisi Utama 2013, yang dihelat pada 14 Maret 2013, misalnya. Pada pertandingan yang mempertemukan dua tim asal Jawa Tengah ini, bandar Nanda asal Malaysia melalui runner mengeluarkan uang Rp 350 juta yang diberikan pada asisten manajer salah satu tim, agar tim lawan bisa menang dengan skor tertentu.
Pada laga Divisi Utama 2013 antara dua tim asal Jawa Tengah, sepuluh hari sebelumnya, bandar Michael asal Malaysia mengeluarkan dana operasional senilai Rp 400 juta untuk mengkondisikan salah satu tim. Uang ini diberikan pada manajemen tim.
Besarnya jumlah fulus yang bermain dalam praktik lancung ini memang memikat. Terlebih lagi banyak klub yang tak benar-benar sehat secara finansial kala mengikuti kompetisi.
Sebagai contoh, salah satu klub asal Jawa Tengah yang menerima uang Rp 400 juta dari bandar dalam tiap pertandingan mereka. Klub ini berada dalam krisis finansial parah. Saking parahnya, mereka harus menunggak gaji pemain dan pelatih selama empat bulan.
Krisis finansial ini memang merupakan salah satu jalan masuk bandar pengatur pertandingan. Tengara ini merupakan hasil penelitian Save Our Soccer (SOS), lembaga yang peduli pada pembenahan tata kelola sepak bola Indonesia.
"Krisis keuangan membuka jalan masuknya bandar-bandar judi untuk mengatur skor. Praktik macam ini juga pernah terjadi di kompetisi negara lain," ujar Koordinator SOS, Akmal Marhali, pada Bola.net.
"Karenanya, klub yang tak punya kesehatan finansial, berdasarkan regulasi lisensi klub profesional AFC, harusnya nggak lolos verifikasi dan tidak berhak tampil di kompetisi profesional," tandasnya.
Advertisement
Berita Terkait
-
Bola Indonesia 1 September 2026 18:11Emtek Siap Sambut BRI Super League 2026/2027, Optimistis Raih Audience Lebih Besar
-
Tim Nasional 14 Agustus 2026 18:44Dugaan Pengaturan Skor Mencuat, Integritas Piala AFF 2026 Diuji
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 4 September 2026 20:15Alasan Manchester United Tak Merekrut Mamadou Sangare meski Sempat Memantaunya
-
Liga Inggris 4 September 2026 19:05Bintang Chelsea Mulai Cemas karena Xabi Alonso, Siap Pergi Januari
-
Liga Spanyol 4 September 2026 18:30Jose Mourinho Segera Jalani Ujian Besar di Real Madrid: Hadapi Betis dan Inter
BERITA LAINNYA
-
indonesia 4 September 2026 17:29Hasil BRI Super League: 4-0, Sepak Sudut Arema FC Sukses Hancurkan Isenmulang!
-
indonesia 4 September 2026 17:13Prediksi BRI Super League: Borneo FC vs Persija Jakarta 5 September 2026
-
indonesia 4 September 2026 17:07Prediksi BRI Super League: PSIM vs Persita 5 September 2026
-
indonesia 4 September 2026 16:26Prediksi BRI Super League: Persik Kediri vs Dewa United 5 September 2026
-
indonesia 4 September 2026 16:22Prediksi BRI Super League: Bhayangkara FC vs Persebaya 5 September 2026
-
indonesia 4 September 2026 15:14Marc Klok dan Laga Emosional Persib vs PSM Makassar
SOROT
-
Liputan6 4 September 2026 19:57Cerita Kepanikan Penghuni Dapat Kabar Apartemen Pavilion Kebakaran
-
Liputan6 4 September 2026 19:50160 Siswa Keracunan, Dapur MBG di Toraja Disanksi
-
Liputan6 4 September 2026 19:44Tersangka Kasus Kebakaran Hutan Bertambah Jadi 112 Orang
-
Liputan6 4 September 2026 19:29Hujan Akhirnya Menyapa Pontianak
-
Liputan6 4 September 2026 19:10Hukuman 2 TNI Kasus Andrie Yunus Dipangkas dan Batal Dipecat
-
Liputan6 4 September 2026 18:30Banjarbaru Buka Rumah Oksigen 24 Jam Hadapi Kabut Asap
MOST VIEWED
Langsung Hadapi 2 Tim Teratas, Awal Berat Persija Jakarta di BRI Super League 2026/2027
Jadwal Persib Bandung di ACL 2 2026/2027: Bobotoh Bakal Away ke Korea Selatan hingga Australia
5 Pemain Persija Cedera Jelang Pekan ke-1 BRI Super League 2026/2027
Marc Klok dan Beckham Putra Ukir Rekor Penampilan Bersama Persib di Asia
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340875/original/044738600_1788526653-93357.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340870/original/079729800_1788526203-1091801.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340866/original/033813100_1788525848-93367.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340860/original/078027400_1788524971-1002269829.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569416/original/031673100_1777441882-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340835/original/050371000_1788521462-kepolisian-buka-posko-kesehatan-warga-terdampak-karhutla-2855752.jpg)

