
"InsyaAllah, paling lambat minggu depan hadiah Piala Kemerdekaan itu sudah diterima oleh para juara. Hari Senin (12/10), kemarin, kami sudah memanggil dan berkoordinasi dengan Tim Transisi dan sponsor, agar hadiah dan berbagai kewajiban lain yang harus dibayarkan ke klub, dapat segera disampaikan. Alhamdulillah kami sudah menemukan jalan keluarnya dan pekan depan semua sudah tuntas," tuturnya.
Alfitra menegaskan, pemerintah sedang melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan Turnamen Piala Kemerdekaan dan Liga Desa oleh Tim Transisi beberapa waktu yang lalu untuk menjadi masukan tata kelola sepak bola nasional.
"Evaluasi ini akan menjadi dasar tahap berikutnya penatakelolaan sepakbola nasional. Termasuk dalam evaluasi ini adalah soal dana penyelenggaraan turnamen. Evaluasi juga akan kami lakukan pada Piala Presiden dan Liga Santri yang sedang berjalan," tutur mantan Deputi I Kemenpora ini.
Dalam evaluasi, tambah Alfitra, ada beberapa hal yang dianggap sebagai kemajuan dalam pelaksanaan turnamen misalnya transparansi klub dengan pemain maupun penerimaan setiap klub.
"Ini menyebabkan setiap pemain maupun masyarakat tahu seperti apa keadaan masing-masing klub. Makanya hal seperti ini harus terus disempurnakan," tambahnya lagi.
Sementara itu, Piala Kemerdekaan telah berakhir pada 13 September 2015. Namun hingga kini, hadiah tersebut belum juga diberikan Tim Transisi karena dana belum dicairkan oleh pihak sponsor.
Klub PSMS Medan yang keluar sebagai juara Piala Kemerdekaan berhak mendapatkan uang hadiah sebesar Rp1,5 miliar. Sedangkan Persinga Ngawi yang tampil sebagai runner-up, akan mendapatkan Rp1 miliar.
"Kepada klub maupun perorangan yang berhak mendapatkan hadiah tidak perlu khawatir. Keterlambatan ini harus jadi pelajaran agar pelaksanaan turnamen yang akan datang bisa berjalan dengan baik. Atas keterlambatan itu kami mohon maaf," tutup Alfitra. [initial]
Baca Juga:
- Jadi Kasatlak Prima, Sutjipto Janjikan Perampingan dan Fokus
- Ahmad Sutjipto Terpilih Pimpin Satlak Prima
- Kemenpora Harapkan Tercipta Bibit Unggul Pesepakbola
- Agar Kisruh Sepakbola Indonesia Kelar, Ini Syarat dari Menpora
- Menpora Dukung Danone Aqua Nations Cup
- Kemenpora Akan Ganti Kerugian Cabor Sepak Bola Pra PON
Advertisement
Berita Terkait
-
Tim Nasional 18 Agustus 2025 23:00Timnas Indonesia U-17 Jadi Runner-up Piala Kemerdekaan 2025
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 7 Juni 2026 04:16Target Manchester United Berikutnya: Sandro Tonali
-
Piala Dunia 7 Juni 2026 03:54Prediksi Prancis vs Irlandia Utara 9 Juni 2026
-
Piala Dunia 7 Juni 2026 03:44Prediksi Belanda vs Uzbekistan 9 Juni 2026
-
Piala Dunia 7 Juni 2026 03:23Prediksi Kolombia vs Yordania 8 Juni 2026
-
Piala Dunia 7 Juni 2026 03:09Prediksi Ekuador vs Guatemala 8 Juni 2026
BERITA LAINNYA
-
indonesia 6 Juni 2026 11:18Persija Umumkan Pelatih Baru Senin, Nama Shin Tae-yong Menggema
SOROT
-
Liputan6 6 Juni 2026 20:10CFD Rasuna Said Kembali Hadir Besok, Simak Keseruannya
-
Liputan6 6 Juni 2026 16:47DPO Anak Punk yang Tusuk Pedagang di Lampung Akhirnya Ditangkap
-
Liputan6 6 Juni 2026 15:31Kementerian ATR/BPN Kejar Sertifikasi 100 Persen Tanah Wakaf di 2028
MOST VIEWED
Persija Umumkan Pelatih Baru Senin, Nama Shin Tae-yong Menggema
Tinggalkan Persib Bandung, Layvin Kurzawa Kirim Pesan Perpisahan yang Menyentuh
Persib Lepas Layvin Kurzawa dengan Penuh Respek: Terima Kasih atas Dedikasi, Kerja Keras, Profesionalisme, dan Komitmen
Resmi, 2 Bintang Brasil Angkat Kaki dari Persija: Kontrak Maxwell Souza dan Allano Lima Tidak Diperpanjang
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7423398/original/034099100_1780200717-CFD_Rasuna_Said.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG [Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/tITdedV3H-UtIN8YQVCvyxd8MBc=/673x379/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5084734/original/085391600_1736341642-20250108-Tjandra_Yoga_Aditama-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826784/original/062893300_1426130957-illustration111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7908606/original/011431000_1780739237-1001334760.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7906760/original/020408400_1780737353-Tenda_jemaah_haji_di_dekat_Jamarat__Mina__Makkah__Arab_Saudi.__Asnida_Riani_Liputan6.com_Media_Center_Haji_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5185504/original/083767400_1744433482-WhatsApp_Image_2025-04-12_at_09.58.00.jpeg)
