
Bola.net - Persidangan sengketa informasi publik antara Forum Diskusi Suporter Indonesia (FDSI) dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), kembali berlanjut di KIP (Komisi Informasi Pusat), Jakarta Pusat, Senin (24/11) siang.
Sidang yang tercatat memasuki gelaran kelima tersebut, giliran pihak termohon (PSSI) menyampaikan keterangan dari saksi ahli yang sudah ditunjuk. Yakni, Ahli Hukum Keuangan Negara dari Universitas Indonesia (UI), Dian Puji Simatupang.
Direktur Hukum PSSI, Aristo Pangribuan, mengatakan bahwa hal tersebut bertujuan guna melakukan counter attack dari empat persidangan sebelumnya.
"UI itu-kan, terkenal dengan kajian publiknya. Selain itu, netral, resmi ada tugas kerja dan sesuai bidang keilmuannya. Yang terpenting, tidak asal bicara seperti robot," ujar Aristo Pangribuan.
Dalam kesempatan tersebut, dilanjutkan Aristo, jika pihaknya sama sekali tidak berkewajiban melaporkan keuangan. Sebab, hal tersebut hanya berlaku di dalam Kongres PSSI.
Karena itu, apa yang ditempuh Helmy Atmaja dan Rifqi Azmi, yang mengklaim sebagai perwakilan para suporter (pemohon/FDSI) dan menuntut PSSI transparan dalam keuangan, tidak tepat dan keliru.
"Kalau cerdas, mereka harusnya berjuang menjadi anggota atau observer dalam Kongres PSSI. Dari situ, kan mereka bisa mengetahui laporan keuangan PSSI. Atau, bisa juga menanyakan langsung ke anggota-anggota resmi PSSI, di antaranya klub ISL dan Divisi Utama," imbuhnya.
"PSSI sudah lama sekali tidak menerima dana APBN. Kalaupun iya, kewajiban kami terputus di Kementerian (Kemenpora) dan bukan ke publik. Tidak seperti tudingan Helmy Atmaja dan Rifqi Azmi. Mereka harus pahami PP Nomor 45. Jika begitu, mereka pasti paham," tuturnya. (esa/dzi)
Sidang yang tercatat memasuki gelaran kelima tersebut, giliran pihak termohon (PSSI) menyampaikan keterangan dari saksi ahli yang sudah ditunjuk. Yakni, Ahli Hukum Keuangan Negara dari Universitas Indonesia (UI), Dian Puji Simatupang.
Direktur Hukum PSSI, Aristo Pangribuan, mengatakan bahwa hal tersebut bertujuan guna melakukan counter attack dari empat persidangan sebelumnya.
"UI itu-kan, terkenal dengan kajian publiknya. Selain itu, netral, resmi ada tugas kerja dan sesuai bidang keilmuannya. Yang terpenting, tidak asal bicara seperti robot," ujar Aristo Pangribuan.
Dalam kesempatan tersebut, dilanjutkan Aristo, jika pihaknya sama sekali tidak berkewajiban melaporkan keuangan. Sebab, hal tersebut hanya berlaku di dalam Kongres PSSI.
Karena itu, apa yang ditempuh Helmy Atmaja dan Rifqi Azmi, yang mengklaim sebagai perwakilan para suporter (pemohon/FDSI) dan menuntut PSSI transparan dalam keuangan, tidak tepat dan keliru.
"Kalau cerdas, mereka harusnya berjuang menjadi anggota atau observer dalam Kongres PSSI. Dari situ, kan mereka bisa mengetahui laporan keuangan PSSI. Atau, bisa juga menanyakan langsung ke anggota-anggota resmi PSSI, di antaranya klub ISL dan Divisi Utama," imbuhnya.
"PSSI sudah lama sekali tidak menerima dana APBN. Kalaupun iya, kewajiban kami terputus di Kementerian (Kemenpora) dan bukan ke publik. Tidak seperti tudingan Helmy Atmaja dan Rifqi Azmi. Mereka harus pahami PP Nomor 45. Jika begitu, mereka pasti paham," tuturnya. (esa/dzi)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 5 Juni 2026 23:59Razia di Alexa Suites and Lounge, Polisi Sita Ratusan Vape Etomidate
-
Liputan6 5 Juni 2026 22:03Timnas Indonesia Sikat Oman, 4 Pemain Curi Perhatian
-
Liputan6 5 Juni 2026 21:35Amirul Hajj Dorong Budaya Haji Ramah Lingkungan: Bagian dari Ibadah
MOST VIEWED
Tinggalkan Persib Bandung, Layvin Kurzawa Kirim Pesan Perpisahan yang Menyentuh
Persib Tampil pada 4 Kompetisi Musim 2026/2027, Pelatih Igor Tolic Mulai Susun Program Pramusim
Persib Lepas Layvin Kurzawa dengan Penuh Respek: Terima Kasih atas Dedikasi, Kerja Keras, Profesionalisme, dan Komitmen
Jadwal Persib vs Manila Digger di Play-off ACL Two 2026/27: Bobotoh Dilarang Nonton di Stadion
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...













:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5405689/original/016785800_1762495362-daa8e71a-aea2-4d67-b5fa-242e6c7467b5.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/7845662/original/097107000_1780668046-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026-03.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7851333/original/088695500_1780674474-352358.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826788/original/068129800_1538825965-002716100_1426131106-1842092shutterstock-175158260780x390__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/7847078/original/022355100_1780669520-20260605AA_Timnas_Indonesia_vs_Oman-04.JPG)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7847649/original/067096200_1780670141-Sampah_tertinggal_di_Muzdalifah_setelah_seluruh_jemaah_haji_Indonesia_diberangkatkan_ke_Mina__28_Mei_2026.__dok._Media_Center_Haji__.jpg)
