Hasil Lengkap Mediasi Dewa United dengan Bhayangkara FC soal Tendangan Kungfu: Proses Hukum Batal, Permintaan Maaf Fadly Alberto Diterima

Hasil Lengkap Mediasi Dewa United dengan Bhayangkara FC soal Tendangan Kungfu: Proses Hukum Batal, Permintaan Maaf Fadly Alberto Diterima
Fadly Alberto ketika membela Timnas Indonesia U-17. (c) Dok. AFC

Bola.net - Dewa United Development menggelar mediasi dengan Bhayangkara Youth di Dewa United Arena, Tangerang, Rabu (23/4/2026). Agenda tersebut menjadi tindak lanjut setelah insiden kekerasan dalam laga Elite Pro Academy (EPA) Super League U-20 2025/26 di Stadion Citarum, Semarang.

Pertemuan berlangsung dalam suasana kondusif dan penuh itikad baik dari kedua kubu. Dewa United Development dan Bhayangkara Youth sepakat menuntaskan persoalan secara kekeluargaan.

Kedua pihak juga menegaskan pentingnya menjaga sportivitas dalam pembinaan pemain muda. Selain itu, tanggung jawab bersama terhadap perkembangan pemain disebut menjadi perhatian utama.

Direktur Akademi Dewa United Development, Firman Utina, mengungkapkan bahwa proses mediasi berjalan lancar dan membawa hasil positif. Ia menilai langkah tersebut menjadi awal yang baik untuk memperbaiki keadaan.

"Alhamdulillah, hari ini mediasi sudah selesai. Kami sudah bersilaturahmi, sudah saling memaafkan. Kembali lagi, karena anak ini adalah tanggung jawab kita bersama-sama, ini bukan anak-anak kita, tapi anak-anak kami," ujar Firman.

"Jadi, anak-anak kami, itu adalah anak-anak yang kita harus lindungi bersama-sama," katanya menambahkan.

Semua Sudah Beres

Firman juga menjelaskan bahwa permintaan maaf telah disampaikan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam kejadian tersebut. Permintaan maaf itu ditujukan kepada pemain yang terdampak maupun pihak lain di lapangan.

"Alberto sebagai salah satu pelaku juga sudah minta maaf kepada Rakha, bahkan kepada teman yang lain, kepada pemain-pemain yang lain. Kami rasa ini semua sudah beres," tegas Firman.

Pesan dari Pimpinan Dewa United

Ia turut menyampaikan pesan dari pimpinan klub yang tidak dapat hadir dalam pertemuan tersebut. Meski kecewa atas kejadian itu, pimpinan klub memilih memberi maaf dan tidak membawa persoalan ke ranah hukum.

"Saya juga sebagai Direktur Akademi akan menindaklanjuti terhadap pemain-pemain kami yang terlibat, dan staf pelatih yang mungkin tidak terkontrol dengan anak-anak kami," beber Firman.

"Maka kami akan tindaklanjuti karena itu memang sudah prosedur dari pimpinan kami, Pak Ardian, jika ada sesuatu yang melanggar kode etik dan indisipliner dan membuat cemar nama Dewa United, maka itu ditindaklanjuti secepatnya," imbuhnya.