FOLLOW US:


Ihwal Kesulitan Mencari Talenta Muda di Indonesia, Ini Kata Joko Susilo

19-12-2019 03:21

 | Ari Prayoga

Ihwal Kesulitan Mencari Talenta Muda di Indonesia, Ini Kata Joko Susilo
Joko Susilo © Mustopa El Abdy

Bola.net - Joko Susilo membeber permasalahan logika ihwal mencari sebelas orang pesepak bola andal di antara nyaris 270 juta jiwa penduduk Indonesia. Asisten Pelatih Timnas Indonesia ini menyebut tak ada korelasi antara banyaknya jumlah penduduk dengan kemudahan dalam mencari sebelas orang pesepak bola untuk memperkuat tim nasional.

"Kita pasti menghubungkan antara jumlah penduduk dan kesulitan mencari sebelas pemain terbaik," kata Joko.

"Namun, yang luput dilihat, berapa di antara sekian ratus juta penduduk Indonesia ini yang bermain sepak bola dengan benar. Berapa di antara mereka yang dididik dengan benar?" sambungnya.

Pernyataan ini diungkapkan Joko menanggapi pertanyaan salah seorang peserta pada acara Bincang Bola yang dihelat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang. Acara yang digelar bekerja sama dengan Rumah Bola ini dihelat di Kedai Kopi Kali Metro Malang, Rabu (18/11).

Selain itu, Joko menyebut, ada faktor lain yang sangat berpengaruh pada pengembangan talenta-talenta muda pesepak bola di Indonesia. Hal tersebut, sambung pelatih berlisensi AFC Pro ini, adalah ketersediaan infrastruktur penunjang, terutama lapangan.

"Mana lapangan kita yang benar-benar layak?" tukasnya.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

1 dari 1

Kalah dari Tetangga

Lebih lanjut, Joko menyebut bahwa untuk urusan pembinaan, Indonesia kalah dari negara-negara tetangga. Negeri-negeri jiran, sambung pelatih yang kursus lisensi A AFC nya dijalani di Thailand tersebut, memiliki program pembinaan dan infrastruktur yang jauh lebih bagus dari Indonesia.

"Kalau melihat negara-negara tetangga, kita baru sadar bahwa Indonesia kalah," tuturnya.

"Lihat saja, berapa biaya yang sudah dikeluarkan oleh negara-negara tetangga, seperti Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Lihat juga bagaimana pendidikan mereka," Joko menandaskan.

(Bola.net/Dendy Gandakusumah)