Liga Champions: Arsenal Juara Fase Liga, tapi Man City dan Liverpool Kantongi Lebih Banyak Uang!

Liga Champions: Arsenal Juara Fase Liga, tapi Man City dan Liverpool Kantongi Lebih Banyak Uang!
Selebrasi Kai Havertz bersama pemain Arsenal usai mencetak gol ke gawang Kairat Almaty di Liga Champions, 29 Januari 2026. (c) AP Photo/Ian Walton

Bola.net - Manchester City dan Liverpool tercatat memperoleh pendapatan Liga Champions lebih besar dibanding Arsenal hingga sejauh ini. Data tersebut dirilis dalam analisis keuangan terbaru yang dipublikasikan pada Senin 2 Februari 2026.

Arsenal tampil impresif di fase liga dengan delapan kemenangan dari delapan pertandingan dan melaju ke babak 16 besar sebagai salah satu unggulan. Liverpool finis di posisi ketiga, sementara City berada di urutan kedelapan, batas terakhir untuk lolos otomatis.

Namun, capaian di lapangan tidak sepenuhnya berbanding lurus dengan pemasukan finansial. Catatan historis di kompetisi Eropa turut memainkan peran penting dalam pembagian pendapatan.

City dan Liverpool Unggul dalam Pendapatan

City dan Liverpool Unggul dalam Pendapatan

Pemain Manchester City, Erling Haaland (tengah), merayakan gol pembuka timnya dalam pertandingan Liga Champions kontra Galatasaray, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Dave Thompson

Menurut data yang dipublikasikan blog keuangan sepak bola Swiss Ramble, Manchester City dan Liverpool sama-sama telah mengantongi pendapatan sebesar 84 juta pounds dari Liga Champions musim ini. Jumlah tersebut sedikit lebih tinggi dibanding Arsenal yang berada di angka 83,1 juta pounds.

Perbedaan ini muncul meski Arsenal tampil lebih dominan secara hasil pertandingan. City dan Liverpool memperoleh tambahan pendapatan berkat rekam jejak Eropa yang lebih kuat dalam kurun 10 tahun terakhir dibanding klub asal London tersebut.

Setiap dari 36 klub peserta fase liga menerima biaya awal sebesar 16,1 juta pounds. Setelah itu, pendapatan ditambah berdasarkan performa, termasuk hasil pertandingan, posisi klasemen, dan kelolosan ke babak 16 besar yang bernilai 9,5 juta pounds.

Performa vs Pilar Nilai UEFA

Performa vs Pilar Nilai UEFA

Pemain Liverpool, Hugo Ekitike (tengah), merayakan gol keempat timnya dalam pertandingan Liga Champions melawan Qarabag, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Darren Staples

Dalam komponen pendapatan berbasis performa, Arsenal berada di posisi teratas dengan pemasukan 35,1 juta pounds. Liverpool menyusul dengan 31 juta pounds, sementara City memperoleh 28,5 juta pounds.

Namun, Arsenal tertinggal pada komponen yang disebut sebagai ‘pilar nilai’. Bagian ini menyumbang 35 persen dari total dana yang dibagikan UEFA kepada seluruh peserta.

Pilar nilai dihitung berdasarkan nilai pasar media suatu negara serta performa klub di kompetisi Eropa dalam lima dan 10 tahun terakhir.

Dalam perhitungan Swiss Ramble, City menjadi klub Inggris dengan pemasukan tertinggi di kategori ini sebesar 39 juta pounds, disusul Liverpool dengan 37,2 juta pounds, dan Arsenal dengan 32 juta pounds.

Gambaran Klub Inggris dan Hadiah Tersisa

Klub Inggris lain juga tercatat meraih pendapatan signifikan. Chelsea sejauh ini mengumpulkan total 79,6 juta pounds, sementara Tottenham berada di angka 72,7 juta pounds.

Pendapatan Newcastle lebih rendah, yakni 46,7 juta pounds, yang dipengaruhi peringkat koefisien mereka serta status harus melalui fase play-off untuk mencapai babak 16 besar.

Secara keseluruhan, klub dengan pendapatan tertinggi sejauh ini adalah Bayern Munchen dengan total 86,6 juta pounds.

Masih tersedia hadiah besar, dengan total 49,8 juta pounds bagi klub yang menjuarai Liga Champions dan kemudian menjuarai Piala Super UEFA pada Agustus, sementara finalis dan semifinalis akan menerima jumlah yang lebih kecil.