
Bola.net - - Komite Adhoc Integritas bentukan PSSI telah selesai menggelar rapat perdananya di Kantor PSSI, FX Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (13/2/2019). Pertemuan pertama ini menghasilkan sejumlah keputusan.
Komite Adhoc Integritas dibentuk PSSI saat kongres tahunan di Bali pada 20 Januari lalu. Dalam susunan keanggotaanya, terdiri dari Ahmad Riyadh sebagai ketua didampingi Azwan Karim selaku wakil, kemudian ada tiga anggota yaitu Prof Dr. Abdul Rahmat Budiono (Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Brawijaya), Brigjen Pol Hilman Sik, dan Daru Tri Sadono (Kejagung).
Selain itu, Komite Adhoc Integritas juga didukung oleh tiga penasihat. Ketiganya adalah Jenderal (purn) Pol Badrodin Haiti, Dr Noor Rochmad, dan Prof Dr Muhammad Saleh.
"Tadi sudah dilaksanakan rapat yang pertama Komite Adhoc Integritas. Saya selaku penasihat komite, ada juga tadi bapak Noor Rochmad dan beberapa orang. Yang pertama tentu kami menyamakan persepsi tentang bagaimana tugas-tugas yang akan kami laksanakan nantinya, yaitu di antaranya adalah bagaimana melakukan pencegahan supaya tidak terjadi manipulasi pengaturan skor. Kemudian yang kedua bagaimana kami bisa melakukan deteksi dan menemukan adanya pelanggaran-pelanggaran tersebut," ujar Badrodin.
"Nantinya komite ini akan melakukan penyelidikan, sehingga jelas bahwa pelanggaran yang dilakukan itu nanti masuk ke ranah yudisial PSSI atau masuk ke ranah hukum pidana. Kalau masuk ke ranah hukum pidana diselesaikan kepada kepolisian, tapi kalau masuk ke ranah hukum yudisial PSSI nanti diserahkan ke komite disiplin atau komite banding atau komite etik," katanya menambahkan.
Cara Pencegahan
Badrodin menjelaskan, ada dua cara pencegahan terhadap pengaturan skor yang bakal dilakukan Komite Adhoc Integritas. Yaitu melalui rewarning sistem dan pengawasan secara langsung.
"Rewarning sistem artinya pendeteksian terhadap pelanggaran-pelanggaran di dalam permainan sepak bola," tutur Badarudin.
"Kemudian yang kedua tentu pengamatan di dalam pertandingan sepak bola itu sangat penting. Pengawasan juga sangat penting, baik di Liga 1, Liga 2, maupun Liga 3. Itu pengawasan tentu harus dilakukan dan jelas kami sampaikan bahwa kami akan zero tolerance terhadap bentuk pelanggaran," imbuhnya.
Advertisement
Berita Terkait
-
Bola Indonesia 20 Januari 2026 12:30Alfeandra Dewangga Siap Bawa Persib Cetak Sejarah Juara 3 Kali Berturut-turut
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 20 Januari 2026 23:19 -
Liga Inggris 20 Januari 2026 23:00 -
Liga Champions 20 Januari 2026 22:53 -
Liga Inggris 20 Januari 2026 22:52 -
Liga Champions 20 Januari 2026 22:38 -
Liga Champions 20 Januari 2026 22:28
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
- 8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih...
- 8 Pemain Strasbourg yang Wajib Dipertimbangkan Che...
- Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir ...
- 4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelat...
- 4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester Unit...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...
















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5245626/original/048725100_1749372966-000_36Q889V.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5448851/original/042624000_1766041640-Marc-Andre_ter_Stegen.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478013/original/077005300_1768888136-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478745/original/092374700_1768918121-Anggota_DPRD_Kudus_terbukti_judi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4122595/original/078298900_1660371996-063_1414340675.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5317774/original/014808500_1755405615-IMG-20250817-WA0095.jpg)

