Jamu Persija, Persib Larang The Jakmania Away ke GBLA: Pelanggaran Akan Berujung Sanksi Tegas

Jamu Persija, Persib Larang The Jakmania Away ke GBLA: Pelanggaran Akan Berujung Sanksi Tegas
Aksi para suporter Persija Jakarta, The Jakmania, dalam laga BRI Super League kontra PSIM Yogyakarta di SUGBK, Jumat (28/11/2025) malam (c) Bola.net/M Iqbal Ichsan

Bola.net - Persib Bandung akan menjamu Persija Jakarta pada pekan ke-17 Super League 2025/26 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Pertandingan penutup putaran pertama tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu (11/1) pukul 15.30 WIB.

Laga Persib kontra Persija bakal digelar tanpa kehadiran suporter tim tamu sesuai ketentuan yang berlaku. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari regulasi BRI Super League.

Larangan kehadiran suporter tim tamu merujuk pada Regulasi BRI Super League Liga 1 2025/26 Pasal 5 tentang Keamanan dan Kenyamanan Ayat 7. Aturan tersebut juga diperkuat oleh Pasal 141 Kode Disiplin PSSI Tahun 2023.

Dalam regulasi itu disebutkan bahwa suporter tim tamu tidak diperkenankan hadir di stadion. Ketentuan ini diberlakukan untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran pertandingan.

1 dari 2 halaman

Patuh terhadap Regulasi

Head of Communications Persib, Adhi Pratama, menyampaikan bahwa kepatuhan terhadap regulasi merupakan tanggung jawab seluruh pihak. Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan pertandingan harus berjalan sesuai aturan yang telah ditetapkan.

"Kami berharap aturan ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Pelanggaran akan berujung pada sanksi tegas," ujar Adhi Pratama.

Adhi menjelaskan bahwa Komite Disiplin PSSI (Komdis) saat ini aktif memantau dan menindak setiap bentuk pelanggaran. Tindakan disipliner tersebut berlaku bagi individu maupun pihak yang terlibat langsung.

2 dari 2 halaman

Demi Kebaikan Bersama

Ia menyebutkan bahwa sanksi yang dijatuhkan tidak hanya berdampak pada pelanggar secara pribadi. Konsekuensi juga dapat merugikan klub yang bersangkutan di BRI Super League.

"Demi kebaikan bersama, keamanan pertandingan, dan kemajuan klub kebanggaan masing-masing, mari kita patuhi dan tegakkan aturan yang telah disepakati," tuturnya.

"Sepak bola Indonesia akan tumbuh lebih sehat jika kita semua berperan," imbuhnya.

(Bola.net/Fitri Apriani)