
Bola.net - Penjaga gawang Persela Lamongan, Dwi Kuswanto buka suara terkait friksi yang melibatkan dirinya dengan gelandang Borneo FC, Wahyudi Hamisi. Ada alasan prinsip yang membuatnya melakukan tindakan tersebut.
Dwi Kus terlibat friksi dengan Wahyudi Hamisi ketika Persela menjamu Borneo FC pada pekan ke-11 Shopee liga 1 2019 Indosiar, Senin (29/7) malam. Kedua pemain bahkan harus menerima kartu merah ketika laga memasuki menit 90+1'.
Menurut Dwi Kus, insiden itu sebenarnya bermula ketika dirinya mendapat gangguan dari Wahyudi Hamisi. Namun, saat hendak menegur, dia mendapat respon yang kurang menyenangkan.
"Saya bilang main biasa le, dia malah bentak-bentak, dan di situlah langsung amarah saya tersulut, gak terkontrol emosinya," kata Dwi Kus kepada Bola.net, Selasa (30/7).
Mantan pemain Arema FC tersebut sangat menyayangkan karena Wahyudi tergolong pemain yang masih muda. Seharusnya gelandang 22 tahun itu memiliki rasa hormat kepada yang lebih senior.
"Saya selama ini enggak pernah bicara kasar. Selama ini pun saya juga enggak pernah mendapatkan sebuah kartu," tegas Dwi Kus.
Scroll ke bawah untuk informasi selengkapnya ya Bolaneters
Sesalkan Penalti
Dwi Kus juga mempertanyakan hadiah penalti yang diberikan wasit kepada Borneo FC. Sebab menurut pandangannya, pelanggaran yang dilakukan tidak layak untuk mendapat hukuman tersebut.
Salah satu alasannya karena pada pertandingan tersebut kedua pemain sama-sama mendapatkan kartu merah. Hukuman tersebut kata dia sudah lebih dari cukup.
"Dua-duanya kartu merah, kalau hanya salah satu dikena kartu merah dan insidennya jelas itu baru bisa kena penalti," jelas Dwi Kus.
Hal itu diperkuat dengan perbedaan pendapat kedua asisten wasit hingga membuat wasit utama kebingungan. Itu juga bisa menjadi bukti bahwa hukuman penalti tidak layak.
Saat meninggalkan lapangan, Dwi Kus juga sempat bertanya kepada wasit cadangan apakah Persela akan mendapat hukuman penalti. Wasit cadangan pun menjawab tidak ada penalti.
"Habis saya keluar ternyata ada penalti, saya mau masuk ternyata sudah enggak dibolehkan sama manajemen," lanjut Dwi Kus.
Jadi Pelajaran
Namun, dengan kejadian itu, Dwi Kus memetik banyak pelajaran berharga. Dia berharap kedepannya insiden yang merugikan dia dan tim tersebut tidak terulang kembali
"Semoga ini menjadi pelajaran buat saya lah, untuk ke depannya lebih hati-hati dengan kondisi seperti itu," harapnya.
Hanya saja, dia berpesan kepada pemain muda untuk respek terhadap pemain yang lebih senior. Karena dia menyakini insiden tersebut tidak akan terjadi kalau Wahyudi respek kepada dirinya
"Pemain yang lebih muda harus respek kepada yang lebih senior, senior enggak akan marahi juniornya kalau dibilangin enggak bentak," tandasnya.
Advertisement
Berita Terkait
-
Bola Indonesia 29 Oktober 2026 17:273 Pemain Muda Borneo FC yang Mencuri Perhatian di BRI Super League 2026/2027
-
Bola Indonesia 27 Oktober 2026 17:30Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
-
Bola Indonesia 27 Oktober 2026 13:27Link Live Streaming PSS vs Borneo FC di BRI Super League
-
Bola Indonesia 26 Oktober 2026 21:09Hasil BRI Super League: Bhayangkara FC Ditahan PSM Makassar
-
Bola Indonesia 26 Oktober 2026 21:04Hasil BRI Super League: Sempat Tertinggal, Persija Taklukkan Persik Kediri 2-1
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 10:38Prediksi Man City vs Brighton 31 Oktober 2026
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 09:38Prediksi Chelsea vs Man Utd 31 Oktober 2026
-
Liga Eropa Lain 30 Oktober 2026 08:15Prediksi Le Havre vs PSG 31 Oktober 2026
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 07:02Sesko Cedera, Ini 5 Striker yang Bisa Direkrut Manchester United pada Januari
-
Liga Champions 30 Oktober 2026 06:55Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
BERITA LAINNYA
-
indonesia 29 Oktober 2026 20:06Prediksi BRI Super League: Persebaya vs Persijap 30 Oktober 2026
-
indonesia 29 Oktober 2026 20:02Prediksi BRI Super League: Java United vs Bhayangkara FC 30 Oktober 2026
-
indonesia 29 Oktober 2026 17:34Tangan Dingin Carlos Pena Bikin Persita Tangerang Sulit Ditaklukkan
-
indonesia 29 Oktober 2026 17:30Jadwal Pekan ke-8 BRI Super League 2026/2027, Live di Indosiar dan Vidio!
-
indonesia 29 Oktober 2026 17:273 Pemain Muda Borneo FC yang Mencuri Perhatian di BRI Super League 2026/2027
SOROT
-
Liputan6 30 Oktober 2026 06:30Taktik Sudaryono Tutup Celah Rasuah BGN hingga MBG
-
Liputan6 29 Oktober 2026 22:11Prabowo Segera Resmikan 1.413 Titik Listrik Desa
-
Liputan6 29 Oktober 2026 21:45Rincian Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games dari Prabowo
-
Liputan6 29 Oktober 2026 20:23Kubu Gibran Tunjukkan Riwayat Pendidikan, Penggugat Soroti Bukti Penyetaraan
-
Liputan6 29 Oktober 2026 19:55Prabowo Sebut Olahraga Jadi Simbol Kehormatan Bangsa
-
Liputan6 29 Oktober 2026 19:39Momen Massa Trisakti Bakar Flare Sebelum Bubarkan Diri
MOST VIEWED
Link Nonton Siaran Persib vs Melbourne Victory Hari Ini: Live Streaming di RCTI, Vision+, dan YouTube
Prediksi Persib vs Melbourne Victory 28 Oktober 2026
3 Hal yang Bisa Ditawarkan Taisei Marukawa untuk Timnas Indonesia
Klasemen Grup E AFC Champions League 2026/2027: Persib di Puncak, FC Seoul Bangkit di Vietnam
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385345/original/080698200_1793254600-IMG_1193.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309734/original/019415900_1785244482-1000390994.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385897/original/098515500_1793278230-IMG-20261029-WA0170.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385915/original/075393800_1793280225-IMG_0682.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385893/original/039717800_1793277580-254265.jpg)
