
Bola.net - Keluhan masalah pembayaran gaji pemain di pentas sepak bola Indonesia kembali bergejolak. Persisko Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), klub kontestan Grup I Divisi Utama versi PT Liga Indonesia (PT LI) musim 2012/2013, dikeluhkan tidak memenuhi kewajibannya terhadap pemain asal Nigeria, Lucky Diokpara.
Manajemen Persisko Tanjabbar, tidak membayar gaji Lucky terhitung sejak Januari hingga Mei 2013. Merujuk kesepakatan dalam kontrak, manajemen diwajibkan membayar gaji Lucky per bulannya sebesar Rp16,875 juta.
"Jumlah tersebut, belum termasuk uang kontrak sebesar Rp45 juta. Selama ini, manajemen hanya menjanjikan dan memberikan uang Rp 1 juta setiap menjalani pertandingan," ujar Fatima, istri Lucky di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Senin (06/5).
Persisko Tanjabbar, merupakan kontestan Grup I versi PT LI, bersama PS Bangka, Persih Tembilahan, PSMS Medan, PSPA Sigli, dan PS Bengkulu. Dikatakannya Fatima lagi, dalam surat kontrak yang dimiliki suaminya tersebut, terdapat tanda tangan dari Arief Munandar selaku Manajer Tim sekaligus menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Jambi dan Eddy Syaputra, notabene agen pemain di bawah CV Ligina Sportindo.
"Namun, berkali-kali dihubungi, Eddy menolak ikut bertanggungjawab. Padahal, ada tandatangannya," sambungnya.
Kondisi semakin parah, lantaran Lucky kini ditahan pihak imigrasi akibat dianggap sebagai pendatang ilegal. Padahal, pemain kelahiran Nigeria, Lagos, 11 November 1987 tersebut, memiliki Kitas resmi sebagai pesepakbola. Akibatnya, Fatima kini berencana melaporkan kasus tersebut kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo.
"Suami saya ditahan bersama satu pemain Persiko lainnya dari Chile, Christian Alejandro. Keduanya, sudah ditahan selama satu bulan lebih empat hari. Semula, yang mengurus Kitas Lucky dan Cristian adalah Eddy Syahputra. Keduanya, sudah membayar Rp7 juta, namun pihak klub juga membayar Rp45 juta," terangnya.
"Sejak suami saya ditahan, tidak satupun pengurus Persisko yang perduli. Gaji yang menjadi hak kami, juga tidak dibayarkan," keluhnya.
Hutang gaji yang dilakukan klub kepada pemain, sebelumnya juga menimpa Diego Mendieta (Persis Solo) dan Moukwelle Sylvain (Persewangi Banyuwangi). Moukwelle Sylvain, pemain asal Prancis tersebut, sempat terbaring di kos-kosannya karena sakit Typus yang dideritanya.
Moukwelle tidak mampu memeriksakan kesehatan ke Puskemas. Ironisnya, yang menemaninya ke Puskemas bukanlah pengurus sepakbola Persiwangi, melainkan salah satu fans klub Persiwangi.
Selain Typus, Maukwelle juga menderita tekanan pikiran, karena baru menerima uang Rp35 juta dari total nilai kontrak sekitar Rp.400 juta. Kala itu, Persewangi Banyuwangi tidak belum membayar gaji Moukwelle Sylvain selama 9 bulan, sehingga terbaring sakit Typus tapi tidak mempunyai dana untuk berobat ke rumah sakit besar.
Selain itu, pemain asing dari klub Bontang FC, Masahiro Fusawa dan Camara Abdoulaye Sekou dari Persipro Probolinggo. Mereka sempat mendatangi kantor PSSI, untuk meminta bantuan atas nasib gajinya yang belum diterima selama 6 bulan. (esa/mac)
Manajemen Persisko Tanjabbar, tidak membayar gaji Lucky terhitung sejak Januari hingga Mei 2013. Merujuk kesepakatan dalam kontrak, manajemen diwajibkan membayar gaji Lucky per bulannya sebesar Rp16,875 juta.
"Jumlah tersebut, belum termasuk uang kontrak sebesar Rp45 juta. Selama ini, manajemen hanya menjanjikan dan memberikan uang Rp 1 juta setiap menjalani pertandingan," ujar Fatima, istri Lucky di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Senin (06/5).
Persisko Tanjabbar, merupakan kontestan Grup I versi PT LI, bersama PS Bangka, Persih Tembilahan, PSMS Medan, PSPA Sigli, dan PS Bengkulu. Dikatakannya Fatima lagi, dalam surat kontrak yang dimiliki suaminya tersebut, terdapat tanda tangan dari Arief Munandar selaku Manajer Tim sekaligus menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Jambi dan Eddy Syaputra, notabene agen pemain di bawah CV Ligina Sportindo.
"Namun, berkali-kali dihubungi, Eddy menolak ikut bertanggungjawab. Padahal, ada tandatangannya," sambungnya.
Kondisi semakin parah, lantaran Lucky kini ditahan pihak imigrasi akibat dianggap sebagai pendatang ilegal. Padahal, pemain kelahiran Nigeria, Lagos, 11 November 1987 tersebut, memiliki Kitas resmi sebagai pesepakbola. Akibatnya, Fatima kini berencana melaporkan kasus tersebut kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo.
"Suami saya ditahan bersama satu pemain Persiko lainnya dari Chile, Christian Alejandro. Keduanya, sudah ditahan selama satu bulan lebih empat hari. Semula, yang mengurus Kitas Lucky dan Cristian adalah Eddy Syahputra. Keduanya, sudah membayar Rp7 juta, namun pihak klub juga membayar Rp45 juta," terangnya.
"Sejak suami saya ditahan, tidak satupun pengurus Persisko yang perduli. Gaji yang menjadi hak kami, juga tidak dibayarkan," keluhnya.
Hutang gaji yang dilakukan klub kepada pemain, sebelumnya juga menimpa Diego Mendieta (Persis Solo) dan Moukwelle Sylvain (Persewangi Banyuwangi). Moukwelle Sylvain, pemain asal Prancis tersebut, sempat terbaring di kos-kosannya karena sakit Typus yang dideritanya.
Moukwelle tidak mampu memeriksakan kesehatan ke Puskemas. Ironisnya, yang menemaninya ke Puskemas bukanlah pengurus sepakbola Persiwangi, melainkan salah satu fans klub Persiwangi.
Selain Typus, Maukwelle juga menderita tekanan pikiran, karena baru menerima uang Rp35 juta dari total nilai kontrak sekitar Rp.400 juta. Kala itu, Persewangi Banyuwangi tidak belum membayar gaji Moukwelle Sylvain selama 9 bulan, sehingga terbaring sakit Typus tapi tidak mempunyai dana untuk berobat ke rumah sakit besar.
Selain itu, pemain asing dari klub Bontang FC, Masahiro Fusawa dan Camara Abdoulaye Sekou dari Persipro Probolinggo. Mereka sempat mendatangi kantor PSSI, untuk meminta bantuan atas nasib gajinya yang belum diterima selama 6 bulan. (esa/mac)
Advertisement
Berita Terkait
-
Bola Indonesia 23 Januari 2017 17:46Persema: 99,99 Persen ke Divisi Utama
-
Bola Indonesia 16 Januari 2017 09:30Kerjasama Persebaya dan Investor Terhambat Administrasi
-
Bola Indonesia 16 Januari 2017 09:19Persebaya Sempat Lirik Dejan Antonic
-
Bola Indonesia 16 Januari 2017 09:08Pengumuman Pelatih Persebaya Dipastikan Molor
-
Bola Indonesia 12 Januari 2017 11:39Pelatih Persebaya Ditarget Juara Divisi Utama
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 5 Juni 2026 07:22IHSG Diprediksi Menguat, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
-
Liputan6 5 Juni 2026 07:00Lahan Basah Silmy Karim dan Geng Imigrasi
-
Liputan6 5 Juni 2026 06:09Hari yang Menyedihkan Bagi Prabowo
-
Liputan6 4 Juni 2026 22:46Alasan Prabowo Tunjuk Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN
-
Liputan6 4 Juni 2026 22:11Indonesia Kecam Rencana Perluasan Pendudukan Gaza oleh Israel
-
Liputan6 4 Juni 2026 21:33KPK: Anak Buah Silmy Karim Beli Rumah Pakai Emas Hasil Pemerasan
MOST VIEWED
Tinggalkan Persib Bandung, Layvin Kurzawa Kirim Pesan Perpisahan yang Menyentuh
Persib Tampil pada 4 Kompetisi Musim 2026/2027, Pelatih Igor Tolic Mulai Susun Program Pramusim
Persib Lepas Layvin Kurzawa dengan Penuh Respek: Terima Kasih atas Dedikasi, Kerja Keras, Profesionalisme, dan Komitmen
Jadwal Persib vs Manila Digger di Play-off ACL Two 2026/27: Bobotoh Dilarang Nonton di Stadion
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...














:strip_icc()/kly-media-production/medias/5344976/original/094862600_1757498720-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7734490/original/066688800_1780540374-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7732290/original/018434000_1780537716-IMG-20260603-WA0058.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546355/original/068481300_1775289352-MBG_Nanik.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7774042/original/093874100_1780585863-WhatsApp_Image_2026-06-04_at_21.34.14.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7734496/original/082984800_1780540375-8.jpg)
