FOLLOW US:


Lagi! Suporter Sepakbola Meninggal Karena Bentrok

12-10-2017 19:42
Lagi! Suporter Sepakbola Meninggal Karena Bentrok
Banu Rusman © Persita Official Instagram

Bola.net - Awan mendung rupanya masih menyelimuti sepakbola Indonesia. Kamis (12/10) satu suporter klub Persita Tangerang, Banu Rusman meninggal dunia. Banu meninggal usai menyaksikan tim pujaannya bermain.

Persita berjumpa PSMS Medan pada laga babak 16 Besar Liga 2 hari Rabu (11/10) kemarin di Stadion Mini Cibinong. Begitu laga berakhir, terjadi bentrokan antara suporter dari kedua tim yang hadir di stadion.

Dikutip dari CNN Indonesia, diketahui bahwa kejadian bermula saat suporter Persita masuk ke lapangan untuk melakukan protes pada manajemen tim Persita karena di laga ini kalah dari PSMS. Tapi, situasi kemudian semakin memanas.

Kemudian, ada lemparan batu dari arah tribun penonton. Suporter PSMS, yang sejatinya didominasi anggota TNI, kemudian tidak terima dan balik menyerang para suporter Persita. Kericuhan pun tidak bisa dibendung.

Beberapa suporter Persita mengalami luka karena kejadian tersebut. Banu adalah salah satu korban luka, yang kemudian meninggal karena mengalami pendarahan di bagian kepalanya.

Suporter berusia 17 tahun ini sempat dirawat di rumah sakit Cibinong dan  Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) di Cawan. Tapi, nyawa anggota La Viola Korwil Tangsel (Tangerang Selatan) tidak terselamatkan.

Berikut adalah pernyataan Persira ihwal tragedi meninggalnya Banu:

Innaillahi wa innaillahi rojiun telah wafat salah satu Supporter Persita - Banu ( Lbv Tangsel) - Semoga amal ibadahnya diterima disisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran.

Kami berharap tidak ada lagi korban dan insiden kemarin segera diusut tuntas!!
Karena sepakbola adalah hiburan untuk masyarakat dan supporter adalah bagian dari sebuah klub.

Kami himbau untuk tetap tenang dan jangan sampai terprovokasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.Kita harus tetap kompak dan mendoakan yang terbaik untuk para korban atas insiden kemarin.





Banu, semoga engkau menjadi korban yang terakhir! (cnn/asa)