FOLLOW US:


Manajemen Arema Sebut Kondisi Timnya Sesuai Target Tim Pelatih

26-05-2020 21:43

 | Serafin Unus Pasi

Manajemen Arema Sebut Kondisi Timnya Sesuai Target Tim Pelatih
Arema FC di Shopee Liga 1 2020 © Bola.com/Iwan Setiawan

Bola.net - Manajemen Arema FC angkat bicara soal kondisi pemain mereka, jelang adanya rencana kompetisi Shopee Liga 1 musim 2020 digulirkan kembali. Klub berlogo singa mengepal ini mengaku kondisi Hendro Siswanto dan kawan-kawan masih dalam batasan yang ditetapkan tim pelatih sebelumnya.

"Kondisi para pemain sendiri saat ini sekitar 40-50 persen," ucap General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, beberapa waktu lalu.

"Ini masih sesuai dengan batasan yang ditetapkan tim pelatih beberapa waktu lalu," sambungnya.

Menurut Ruddy, tim pelatih sebelumnya menargetkan bahwa kondisi anak asuhnya berada di level sekitar 30-50 persen. Hal ini, sambung manajer berusia 48 tahun tersebut, agar memudahkan tim untuk menyiapkan diri jika kompetisi nantinya digelar lagi.

"Begitu kompetisi diumumkan, tim pelatih tinggal membenahi saja, tidak harus memulai dari awal lagi," tutur Ruddy.

"Secara kondisi fisik siap, tinggal 50 persen sisanya bisa ball feeling dan kawan-kawan," ia menambahkan.

Para penggawa Arema sendiri memang masih berlatih secara daring dalam masa terhentinya kompetisi ini. Mereka melahap menu latihan yang sudah disiapkan oleh Pelatih Fisik, Marcos Gonzales.

Sepanjang Ramadhan lalu pun para penggawa Arema tak menghentikan latihan daring mereka. Dalam sepekan, mereka tetap tiga kali berlatih daring.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

1 dari 1

Tunggu Keputusan PSSI

Lebih lanjut, kendati timnya relatif sudah siap, Ruddy tak mau mendahului menentukan apakah kompetisi akan benar-benar dilanjutkan atau tidak. Menurut manajer asal Madiun ini, Arema masih menanti keputusan dari PSSI, sebagai otoritas tertinggi sepak bola Indonesia.

"Saat ini, yang pasti, PSSI masih berpegang pada keputusan BNPB terkait status tanggap darurat. Status ini akan dievaluasi lagi pada 29 Mei mendatang. Jika memang dirasa sudah memungkinkan, bisa saja kompetisi digelar lagi pada 1 Juli mendatang," tutur Ruddy.

"Namun, jika diperpanjang sehari saja, bisa dipastikan kompetisi akan dihentikan secara permanen," ia menandaskan.

(Bola.net/Dendy Gandakusumah)