
Bola.net - Kesempatan kedua dimiliki wasit Aeng Suarlan dan Muhaimin untuk tetap memimpin pertandingan di kompetisi milik PT Liga Indonesia (PT LI).
Namun, bukan lagi Indonesia Super League (ISL), melainkan Divisi Utama musim yang bergulir pada musim ini.
Keduanya, sama-sama mendapatkan sanksi didegradasikan ke Divisi Utama lantaran terbukti melakukan kekeliruan dalam memimpin pertandingan kasta utama.
Semula, Aeng Suarlan diputuskan untuk off selama satu musim kompetisi ISL. Namun, setelah Komite Wasit melakukan evaluasi, masa hukumannya menjadi dikurangi.
Ketua Komite Wasit PSSI sekaligus anggota Komite Eksekutif (Exco), Robertho Rouw mengatakan, jika keduanya ingin kembali menjadi pengadil lapangan, tidak cukup sebatas menjalani ujian kelayakan. Namun, harus membuat surat perjanjian.
"Isinya yakni, berupa hukuman yang harus diterima jika mereka kembali terbukti membuat kesalahan. Mereka harus bersedia dijatuhkan hukuman, sekalipun berupa grounded," kata Bertho- panggilan Robertho Rouw.
Apa yang dialami Muhaimin, merupakan buntut ketika pertandingan lanjutan ISL antara Pelita Bandung Raya (PBR) lawan Persiwa Wamena, di Bandung, Jawa Barat, pada 21 April lalu.
Kala itu, pemain Persiwa Wamena, Edison Pieter Romaropen tidak menerima keputusan Muhaimin dan langsung layangkan tinju ke arah wajahnya. Akibatnya, Romaropen dihukum Komite Banding (Komding) PSSI berupa larangan aktif di pentas sepak bola selama satu tahun dan wajib membayar denda materi sebesar Rp100 juta.
"Ada akibat, pasti ada sebabnya. Kami mencoba bertindak adil. Karena itu, tidak hanya pemain yang mendapatkan sanksi tapi juga kepada wasit. Semoga, apa yang kami lakukan dapat menjaga dan memperbaiki kualitas kompetisi," tutupnya. (esa/rdt)
Namun, bukan lagi Indonesia Super League (ISL), melainkan Divisi Utama musim yang bergulir pada musim ini.
Keduanya, sama-sama mendapatkan sanksi didegradasikan ke Divisi Utama lantaran terbukti melakukan kekeliruan dalam memimpin pertandingan kasta utama.
Semula, Aeng Suarlan diputuskan untuk off selama satu musim kompetisi ISL. Namun, setelah Komite Wasit melakukan evaluasi, masa hukumannya menjadi dikurangi.
Ketua Komite Wasit PSSI sekaligus anggota Komite Eksekutif (Exco), Robertho Rouw mengatakan, jika keduanya ingin kembali menjadi pengadil lapangan, tidak cukup sebatas menjalani ujian kelayakan. Namun, harus membuat surat perjanjian.
"Isinya yakni, berupa hukuman yang harus diterima jika mereka kembali terbukti membuat kesalahan. Mereka harus bersedia dijatuhkan hukuman, sekalipun berupa grounded," kata Bertho- panggilan Robertho Rouw.
Apa yang dialami Muhaimin, merupakan buntut ketika pertandingan lanjutan ISL antara Pelita Bandung Raya (PBR) lawan Persiwa Wamena, di Bandung, Jawa Barat, pada 21 April lalu.
Kala itu, pemain Persiwa Wamena, Edison Pieter Romaropen tidak menerima keputusan Muhaimin dan langsung layangkan tinju ke arah wajahnya. Akibatnya, Romaropen dihukum Komite Banding (Komding) PSSI berupa larangan aktif di pentas sepak bola selama satu tahun dan wajib membayar denda materi sebesar Rp100 juta.
"Ada akibat, pasti ada sebabnya. Kami mencoba bertindak adil. Karena itu, tidak hanya pemain yang mendapatkan sanksi tapi juga kepada wasit. Semoga, apa yang kami lakukan dapat menjaga dan memperbaiki kualitas kompetisi," tutupnya. (esa/rdt)
Advertisement
Berita Terkait
-
Bola Indonesia 15 September 2024 18:58Kronologi Lengkap Wasit Kena Bogem Mentah Pemain di Laga Perempat Final PON 2024
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 4 Juni 2026 22:46Alasan Prabowo Tunjuk Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN
-
Liputan6 4 Juni 2026 22:11Indonesia Kecam Rencana Perluasan Pendudukan Gaza oleh Israel
-
Liputan6 4 Juni 2026 21:33KPK: Anak Buah Silmy Karim Beli Rumah Pakai Emas Hasil Pemerasan
-
Liputan6 4 Juni 2026 20:59Prabowo Lantik Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN 8 Juni
-
Liputan6 4 Juni 2026 20:45IHSG Sempat Anjlok 5%, BEI Pastikan Tak Ubah Aturan Trading Halt
MOST VIEWED
Persebaya Berpisah dengan Bruno Moreira: Sudah Ditawari Gaji Lebih Besar tapi Menolak
Persib Tampil pada 4 Kompetisi Musim 2026/2027, Pelatih Igor Tolic Mulai Susun Program Pramusim
Jadwal Persib vs Manila Digger di Play-off ACL Two 2026/27: Bobotoh Dilarang Nonton di Stadion
Akhir Perjalanan Milos Raickovic di Persebaya Surabaya Diwarnai Pesan Misterius
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...
















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546355/original/068481300_1775289352-MBG_Nanik.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7774042/original/093874100_1780585863-WhatsApp_Image_2026-06-04_at_21.34.14.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7734496/original/082984800_1780540375-8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550396/original/088397900_1775689022-WhatsApp_Image_2026-04-09_at_05.41.12.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3267160/original/026445700_1602658743-20201014-IHSG-Dibuka-di-Zona-Merah-angga-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4411433/original/029651100_1682935761-IMG20230501112847.jpg)

