FOLLOW US:


Membedah Kekuatan 6 Bek Sayap Timnas Indonesia: Siapa Layak Jadi Pemain Inti?

10-05-2021 11:31

 | Asad Arifin

Membedah Kekuatan 6 Bek Sayap Timnas Indonesia: Siapa Layak Jadi Pemain Inti?
Sesi latihan Timnas Indonesia. © PSSI

Bola.net - Dari 37 pemain yang dipanggil Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia, ada enam pemain yang berposisi sebagai bek sayap. Nantinya, mereka akan berebut dua tempat -bek kanan dan bek kiri- di starting XI.

Pelatih asal Korea Selatan itu memang mengandalkan formasi 4-4-2 yang membutuhkan serangan dari segala sektor, terutama lini sayap. Pada formasi ini, peran seorang bek sayap sangat vital.

Hal inilah yang membuat Shin Tae-yong memanggil pemain yang tak hanya mampu bertahan, namun bisa diandalkan pula dalam penyerangan. Sektor sayap sangat krusial buat Shin Tae-yong.

Lantas, siapa saja bek sayap yang dipanggil Shin Tae-yong? Berikut ini enam pemain bek sayap yang siap bersaing untuk memberikan kemampuan maksimal di Timnas Indonesia.

1 dari 6

Pratama Arhan

Pratama Arhan
Pratama Arhan © PSIS Semarang Official

Pratama Arhan bukan sosok yang asing buat pelatih Shin Tae-yong. Pratama Arhan merupakan andalan di Timnas Indonesia U-19.

Penampilan apiknya sebagai bek sayap kiri membuat Shin Tae-yong jatuh hati. Hal itu tak terlepas dari perannya saat bertahan hingga membantu serangan.

Pratama Arhan dikenal sebagai sosok lincah yang sering membantu serangan. Pemain berusia 19 tahun itu memiliki kemampuan dalam melakukan lemparan luar lapangan yang jauh sehingga sering dimaksimalkan menjadi gol.

2 dari 6

Salman Alfarid

Salman Alfarid
Muhammad Salman Alfarid © Fitri Apriani

Salman Alfarid bukan nama baru buat Shin Tae-yong. Pemain Persija Jakarta itu pernah mengikuti pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia U-19 di Spanyol.

Salman Alfarid juga sebelumnya dipromosikan Shin Tae-yong ke Timnas U-22 proyeksi SEA Games 2021. Pemain berusia 19 tahun itu bisa diandalkan di sektor kiri pertahanan.

Salman Alfarid juga dikenal sebagai pemain yang lincah dan sering membantu serangan dari sektor sayap. Kemampuan inilah yang diyakini membuat Shin Tae-yong mempromosikannya ke Timnas Indonesia senior.

3 dari 6

Rifad Marasabessy

Rifad Marasabessy
Rifad Marasabessy © Mustopa El Abdy

Rifad Marasabessy merupakan bek sayap kanan yang sudah tidak asing di Indonesia. Rifad pernah menjadi andalan Indra Sjafri sewaktu menukangi Timnas U-19.

Rifad merupakan bek kanan yang punya kemampuan dalam hal kecepatan berlari. Pemain berusia 21 tahun itu punya kemampuan fisik yang mumpuni sehingga tak segan melakukan duel bersama lawan.

Ketangguhan inilah yang membuat Shin Tae-yong diyakini memanggilnya ke Timnas Indonesia. Rifad bisa menjadi opsi lain di sektor bek sayap kanan.

4 dari 6

Koko Ari Araya

Koko Ari Araya
Bek Persebaya, Koko Ari Araya © Bola.com/Aditya Wani

Koko Ari Araya mampu menembus Timnas Indonesia bersama pelatih Shin Tae-yong. Hal ini tak terlepas permainan Koko Ari di Persebaya Surabaya.

Koko Ari bisa diandalkan sebagai bek kanak hingga sayap kanan. Pemain berusia 21 tahun itu memiliki kecepatan berlari dan umpan-umpan matang.

Koko Ari bahkan bisa diandalkan untuk mencetak gol. Menarik untuk menyaksikan perkembangan Koko Ari di bawah polesan Shin Tae-yong.

5 dari 6

Asnawi Mangkualam

Asnawi Mangkualam
Asnawi Mangkualam © Bola.com/Wiwig Prayugi

Bicara soal pengalaman, Asnawi Mangkualam tak perlu diragukan lagi. Bisa dikatakan, Asnawi merupakan anak emas dari Shin Tae-yong.

Asnawi Mangkualam merupakan bek sayap kanan yang bisa diandalkan dalam membantu serangan dan bertahan. Penampilan apik Asnawi membuat Shin Tae-yong merekomendasikannya ke klub K-League 2 yakni Ansan Greeners FC.

Tawaran tersebut akhirnya diterima Asnawi dan resmi menjadi pemain Indonesia pertama yang bermain di Korea Selatan. Menarik untuk menyaksikan perkembangan Asnawi terutama setelah menimpa persaingan di Negeri Gingseng.

6 dari 6

Arthur Irawan

Arthur Irawan
Arthur Irawan saat memperkuat PSS di Piala Menpora 2021 © Bola.com/Ikhwan Yanuar

Di Piala Menpora 2021, Arthur Irawan sering diturunkan oleh pelatih Dejan Antonic. Dia bermain bermain lima kali dari delapan pertandingan PSS.

Performa Arthur Irawan, yang mengaku pernah menimba ilmu di Espanyol B, dikritik habis oleh pendukung PSS via media sosial.

Pemanggilan ke Timnas bisa jadi momen bagi Arthur Irawan untuk membalas semua kritik yang dialamatkan padanya. Pemain yang pernah membela Persebaya itu punya panggung untuk menunjukkan kualitas yang dimiliki.

Disadur dari Bola.com (Penulis: Zulfirdaus Harahap/Editor: Wiwig Prayugi, 10 Mei 2021)