FOLLOW US:


Menpora Bantah Pemerintah Punya Jagoan di Pemilihan Ketua PSSI

02-11-2019 17:17

 | Gia Yuda Pradana

Menpora Bantah Pemerintah Punya Jagoan di Pemilihan Ketua PSSI
Zainudin Amali © Liputan6.com/Angga Yuniar

Bola.net - Sempat beredar rumor yang menyebutkan pemerintah memiliki jagoan pada Kongres Pemilihan PSSI yang digelar di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (2/11/2019). Namun, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, membantahnya.

Zainudin juga menyanggah hanya bertemu satu calon ketua umum (caketum) PSSI sebelum kongres digelar. Politikus Partai Golkar tersebut menyatakan juga berjumpa dengan tiga calon lainnya.

"Beredar foto saya hanya bertemu dengan satu caketum PSSI, padahal ada empat calon lain yang juga bertemu dengan saya," ujar Zainudin di Hotel Shangri-La, Sabtu (2/11/2019).

"Ngobrol biasa saja. Semua masukan kami terima. Bahkan saya juga bertemu dengan pemain Timnas Indonesia era 1970-an, ucapnya.

"Saya mendengarkan semua stakeholders, pemerintah mendengarkan itu. Jadi, tidak cuma satu calon saja, tapi yang beredar foto hanya seorang. Tiga foto lainnya tidak beredar. Padahal, ada," kata Zainudin.

1 dari 1

Pemerintah Netral

Pemerintah Netral
Mochamad Iriawan terpilih sebagai Ketum PSSI 2019-2023. © PSSI

Zainudin mengatakan, pemerintah dalam posisi tidak memihak pada Kongres Pemilihan PSSI. Pemerintah, katanya, memercayai PSSI untuk menggerakkan roda organisasi.

"Jadi, pemerintah netral dan saya sampaikan kalau ada masalah di cabang olahraga, silakan selesaikan sendiri. Karena kalau mereka tidak mampu selesaikan, masih ada KONI dan KOI. Kalau sudah tidak bisa juga, baru ke pemerintah," jelas Zainudin.

"Sekarang ini kami akan begini. Kalau dulu kan apa-apa langsung ke pemerintah, tidak mampir ke KONI, tidak mampir ke KOI. Jadi, seolah-olah tidak ada KONI, tidak ada KOI. Dan yang tidak enaknya, ada yang memaksa pemerintah masuk intervensi," lanjutnya.

"Kalau seperti PSSI ini, mereka punya aturan, mereka punya statuta. Mereka punya induk internasionalnya. Begitu kami masuk, nanti campur tangan dan bisa dihukum kembali oleh FIFA. Itu yang kami tidak mau, saya tidak mau, pemerintah tidak mau," tutupZainudin.

Disadur dari: Bola.com/Penulis Muhammad Adiyaksa/Editor Aning Jati

Published: 2 November 2019