FOLLOW US:


Pelatih Arema FC Legawa Terima Hukuman Komdis PSSI Bagi Timnya

11-10-2018 17:29
Pelatih Arema FC Legawa Terima Hukuman Komdis PSSI Bagi Timnya
Pelatih Arema FC, Milan Petrovic, memimpin latihan tim di di lapangan milik Kelurahan Balearjosari, Kota Malang, pada Rabu (3/10/2018) sore. © Bola.com/Iwan Setiawan

Pelatih Arema FC, Milan Petrovic, angkat bicara tentang sanksi yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI pada mereka, terkait insiden yang sempat terjadi pada laga kontra Persebaya Surabaya, akhir pekan lalu. Pelatih asal Serbia ini mengaku menghormati dan legawa menerima keputusan badan yudisial PSSI tersebut.

"Saya respek pada PSSI. Mereka tertinggi di sepak bola Indonesia," ujar Milan Petrovic, pada Bola.net, Kamis (11/10).

"Saya rasa, wajar ketika ada masalah seperti ini, mereka mengambil tindakan tegas," sambungnya.

Menurut Milan, sanksi yang diterima memang berat bagi tim. Terlebih, mereka akan bermain tanpa dukungan suporter, yang selama ini disebut mampu memberi tambahan motivasi pada pemain Arema, sampai akhir musim ini.

"Namun, saya ulangi sekali lagi, kami respek. Dan, jika itu memang yang mereka putuskan, tak ada masalah. Kami akan jalani sebaik mungkin," tandasnya.

Sebelumnya, Arema harus menerima sanksi dari bermain tanpa penonton sampai akhir musim. Sanksi ini bermula dari insiden pitch invasion dalam laga antara Arema dan Persebaya, di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (06/10) lalu. Kala wasit meniup peluit panjang, ratusan Aremania menghambur ke dalam lapangan. Mereka tampak terbawa suasana kemenangan yang baru saja diraih tim kesayangan mereka. Sejumlah Aremania ini baru bubar usai polisi melepas sejumlah anjing dari unit K-9 untuk menghalau massa.

Pada jeda antar babak pun, sejumlah Aremania, termasuk sang dirigen Yuli Sumpil, sempat masuk ke dalam lapangan. Mereka tampak memprovokasi pemain Persebaya yang sedang pemanasan. Ulah sejumlah oknum Aremania ini sempat memicu ketegangan dengan seorang pemain cadangan Persebaya, Alfonsius Kelvan. Namun, aparat keamanan mampu melerai sehingga kejadian ini tak berlanjut.

Aksi Yuli ini pun tak lepas dari sanksi Komdis. Bersama salah seorang Aremania lain, Fandy, Yuli divonistidak boleh masuk ke dalam stadion di seluruh Indonesia seumur hidup.

Selain sanksi ini, Arema juga diganjar sanksi Rp. 100 juta akibat adanya penyalaan cerawat dan pelemparan botol ke lapangan.