Persebaya Tak Masalah dengan Sistem Bubble, Aji Santoso: Ini Mungkin yang Terbaik

Serafin Unus Pasi | 5 Desember 2022 19:52
Persebaya Tak Masalah dengan Sistem Bubble, Aji Santoso: Ini Mungkin yang Terbaik
Aji Santoso ketika menjadi pelatih Persebaya Surabaya musim 2022/2023 (c) Bagaskara Lazuardi

Bola.net - BRI Liga 1 2022/2023 akhirnya resmi diputar kembali setelah dihentikan pasca-tragedi Kanjuruhan. Akan tetapi, kompetisi dilanjutkan dengan sistem bubble yang dipusatkan di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Pertandingan juga digelar tanpa kehadiran penonton. Sistem itu dipakai untuk menyelesaikan sisa laga pada putaran pertama alias hingga pekan ketujuh belas BRI Liga 1.

Pelatih Persebaya, Aji Santoso tidak mempersoalkan keputusan PSSI dan PT. Liga Indonesia Baru menggunakan sistem bubble. Dia yakin bahwa itu sudah melalui berbagai pertimbangan.

"Tentunya format bubble ini sudah dipikirkan matang-matang oleh LIB dan PSSI ya," katanya dalam sesi jumpa pers, Senin (05/12/2022).

"Akhirnya menjadi keputusan sistem bubble di Jawa Tengah. Bagi kami sih tidak ada masalah, kami tetap akan support," tegas juru taktik asal Kepanjen, Kabupaten Malang tersebut.

Scroll ke bawah untuk informasi selengkapnya ya Bolaneters.

1 dari 2 halaman

Solusi Terbaik

Dikatakan Aji, digunakannya sistem bubble bisa menjadi solusi untuk menyelesaikan sisa pertandingan di putaran pertama. Sehingga, keputusan tersebut bisa diterima.

"Ini mungkin yang terbaik untuk saat ini menyisakan beberapa pertandingan lagi di putaran pertama ini," Aji Santoso menambahkan.

"Menurut saya pribadi, saya sangat bisa menerima situasi seperti ini," tegas pelatih terbaik Liga 2021/2022 tersebut.

2 dari 2 halaman

Kembali Normal

Akan tetapi, Aji Santoso tidak ingin sistem bubble tersebut digunakan terus menerus hingga akhir kompetisi. Dia ingin di putaran kedua kembali ke format semula.

"Mudah-mudahan di putaran kedua nanti kami kompetisi dengan normal, artinya menggunakan sistem home and away," harapnya.

Seperti diketahui, Liga 1 2022/2023 dilanjutkan dengan sistem bubble tanpa penonton pasca-tragedi Kanjuruhan. Kompetisi sempat dihentikan selama dua bulan.

(Bola.net/Mustopa El Abdy)

Berita Terkait

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR