Persib Bandung: Ganjalan yang Iringi Laju Tim di Putaran Pertama BRI Super League

Persib Bandung: Ganjalan yang Iringi Laju Tim di Putaran Pertama BRI Super League
Ekspresi Bojan Hodak pada laga Persib vs Persija pada pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 (c) Abdul Aziz

Bola.net - Persib Bandung menutup putaran pertama BRI Super League 2025/26 sebagai juara paruh musim dengan koleksi 38 poin. Pencapaian itu lahir dari 12 kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan.

Keunggulan satu poin atas Borneo FC menegaskan konsistensi Persib Bandung sepanjang paruh musim. Namun, status di puncak klasemen Liga 1 tidak membuat sang pelatih sepenuhnya lega.

Bojan Hodak mengakui masih ada ganjalan yang mengiringi laju timnya. Ia menilai performa Persib Bandung belum mencapai potensi terbaik meski hasilnya impresif.

1 dari 3 halaman

Penalti Terbuang yang Menggerus Poin

Penalti Terbuang yang Menggerus Poin

Beckham Putra dan Bojan Hodak di laga Persib vs Persija pada pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 (c) Abdul Aziz

Salah satu catatan utama Hodak adalah kegagalan timnya memaksimalkan situasi penalti. Momen krusial itu berdampak langsung pada hilangnya poin penuh dalam beberapa laga penting.

Persib Bandung kehilangan peluang menang saat imbang melawan PSIM, tapi juga gagal meraih angka ketika tumbang dari Persita. Eksekusi penalti yang tak berbuah gol menjadi penyesalan terbesar di paruh musim ini.

“Lihat, kami jadi nomor satu di liga. Saya merasa senang dan puas, tapi di samping itu, kami masih bisa lebih baik,” kata Hodak, dikutip dari ileague.id.

Ia menegaskan persoalan tersebut bukan kebetulan semata. “Kami beberapa kali gagal memanfaatkan penalti. Ada lima kali kami melewatkannya tanpa gol,” ujar pelatih asal Kroasia itu.

Situasi ini membuat Hodak menuntut fokus dan ketenangan lebih tinggi dari para pemainnya. Akan tetapi, evaluasi itu tidak dimaksudkan untuk menyalahkan individu tertentu.

Pertandingan Selanjutnya
Liga 1 Liga 1 | 25 Januari 2026
Persib Bandung Persib Bandung
19:00 WIB
PSBS Biak PSBS Biak
2 dari 3 halaman

Kebobolan Akhir Laga dan Tantangan Konsistensi

Kebobolan Akhir Laga dan Tantangan Konsistensi

Duel antara Persik Kediri vs Persib Bandung pada pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026 (c) Dok. Persib

Catatan berikutnya berkaitan dengan kebobolan pada menit-menit akhir pertandingan. Masalah ini muncul di beberapa laga dan berdampak langsung pada raihan poin Persib Bandung.

“Kami kebobolan di beberapa di menit-menit akhir dalam 2-3 pertandingan bikin kami kehilangan poin, tapi kami juga memenangkan pertandingan di menit-menit akhir,” ulas Hodak.

Statistik tetap menempatkan Persib sebagai tim dengan jumlah kebobolan paling minim di liga. Namun, Hodak tidak ingin rasa puas datang terlalu cepat.

Menurutnya, konsentrasi di fase akhir laga harus dijaga lebih ketat. Ia menilai situasi tersebut masih bisa diperbaiki melalui penyesuaian taktik dan manajemen permainan.

Modal positif tetap mengiringi langkah Persib Bandung jelang putaran kedua. Kemenangan atas Persija Jakarta menjadi dorongan moral yang signifikan.

Selain kompetisi domestik, tantangan lain sudah menanti di level Asia. Persib Bandung akan melanjutkan kiprah di babak 16 besar AFC Champions League Two 2025/26.

“Sejauh ini, kami bermain dengan baik dan berada di posisi nomor satu di liga dan di fase grup ACL 2. Ini pertanda bagus, tapi masih bisa lebih baik,” ucap Hodak.

Pernyataan tersebut merangkum sikap realistis sang pelatih. Target Persib Bandung bukan sekadar bertahan di puncak, tetapi berkembang menjadi tim yang lebih solid di putaran kedua.

Sumber: ileague.id