FOLLOW US:


Persipura Pilih Jadi Underdog di Grup H Piala AFC

07-05-2021 20:05

 | Serafin Unus Pasi

Persipura Pilih Jadi Underdog di Grup H Piala AFC
Persipura Jayapura © Bola.com/Vincentius Atmaja

Bola.net - Persipura Jayapura memilih merendah ihwal posisi mereka dan mengaku sebagai underdog dalam peta persaingan di Grup H Piala AFC. Mutiara Hitam -julukan Persipura Jayapura- mengaku bahwa mereka merupakan tim paling lemah di grup ini.

"Secara logika, kita adalah tim yang paling lemah," ucap Pelatih Persipura Jayapura, Jacksen F Tiago, kepada Bola.net.

"Semua kontestan yang akan kami hadapi nanti, kompetisinya sedang berjalan. Sementara, kami setahun tidak bertanding secara kompetitif. Secara ilmu kepelatihan, tentu kita ketinggalan dibanding mereka," sambungnya.

Menurut Jacksen, dengan kondisi ini, lawan-lawan yang akan mereka hadapi akan memiliki naluri bertanding yang sangat bagus. Pasalnya, tim-tim ini diuji dan digembleng dalam kompetisi.

"Ini membuat mereka lebih unggul dalam aspek kompetitif," tuturnya.

Persipura sendiri tergabung di Grup H dalam ajang Piala AFC 2021. Di grup ini, mereka tergabung bersama Kedah Darul Aman FC (Malaysia), Lion City Sailors FC (Singapura), dan Saigon FC (Vietnam). Grup ini akan digelar di Singapura pada 29 Juni - 5 Mei 2021.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

1 dari 2

Tak Risau Kendati jadi Underdog

Namun, menurut Jacksen, ia sama sekali tak risau dengan kondisi ini. Menurutnya, ada sebuah keuntungan dari kondisi Persipura saat ini.

"Kita memiliki keuntungan bermain dalam waktu yang sangat singkat, dari 29 Juni sampai 5 Juli 2021," tutur Jacksen.

"Tinggal bagaimana kita lebih teliti dalam menyiapkan pertandingan dan recovery pemain," ia menambahkan.

2 dari 2

Unggul Kebugaran

Lebih lanjut, Jacksen mengaku ada hal lain yang membuatnya optimistis. Pelatih asal Brasil ini menyebut bahwa anak asuhnya unggul soal kebugaran dibanding lawan-lawan mereka di Grup H.

"Untuk kebugaran, kita bisa lebih bagus ketimbang mereka," tutur Jacksen.

"Ini bisa jadi salah satu faktor yang membuat kita bisa menjadi kejutan," ia menandaskan.

(Bola.net/Dendy Gandakusumah)