
Bola.net - Ketua Umum Persipura Jayapura Benhur Tommi Mano menyesalkan cara manajemen Timnas dalam melakukan perekrutan pemain. Benhur menyesal harus kehilangan Stevie Bonsapia yang memilih memutus kontrak dengan Persipura demi gabung timnas.
"Saya sangat menyesalkan cara-cara yang dilakukan manajemen organisasi besar seperti PSSI dalam melakukan perekrutan pemain," ucap Benhur seperti dilansir Antara.
Menurut Benhur, seharusnya surat resmi penolakan yang dilayangkan manajemen Persipura untuk tidak mengirim pemain ke timnas dihargai secara profesional dan tidak lagi memengaruhi pemain dengan cara bujuk rayu menggunakan pesan singkat kepada pemain.
"Surat pemanggilan ada tujuh pemain Persipura yang dipanggil, tidak termasuk Stevie. Kita sudah memberikan tanggapan, namun belakangan manajemen Timnas melakukan ajakan melalui pesan singkat dan telepon," katanya.
"Kita tidak menghalangi pemain untuk memperkuat Indonesia, tetapi yang patut diketahui, saat ini masih terjadi dualisme kepemimpinan PSSI. Apabila terjadi cedera terhadap pemain siapa yang bertanggung jawab," katanya.
Lebih lanjut Benhur menjelaskan jika alasan Persipura tidak melepas pemain juga dikarenakan PSSI hingga saat ini belum membayar denda kepada Persipura yang dijatuhkan CAS kepada PSSI sebesar Rp84 juta. Denda ini buntut karena tidak mengikutsertakan Persipura sebagai perwakilan Indonesia yang mengikuti Liga Champion Asia (LCA) dan menganggap Persipura tim ilegal karena bermain di ISL.
"Tidak mungkin pemain yang berasal dari tim dianggap ilegal akan mau memperkuat Timnas PSSI," tegasnya.
Seperti diberitakan, pemain sayap Persipura Stevie Bonsavia lebih memilih memperkuat Timnas dan memutus kontrak memperkuat Persipura Jayapura. Pilihan itu mengharuskan Stevie membayar 50 persen atau mencapai Rp129 juta kontrak yang telah diterima dan sanggupi untuk dibayar manajemen timnas setelah kembali dari Abu Dhabi.
"Janji saudara wakil manajer timnas Niko Dimo akan membayar uang kontrak Stevie setelah tiba dari bermain di Abu Dhabi dan saya tunggu komitmen dia. Apabila tidak dibayar masyarakat Papua akan menilai apa dia janjikan," pungkas Benhur. (ant/mac)
"Saya sangat menyesalkan cara-cara yang dilakukan manajemen organisasi besar seperti PSSI dalam melakukan perekrutan pemain," ucap Benhur seperti dilansir Antara.
Menurut Benhur, seharusnya surat resmi penolakan yang dilayangkan manajemen Persipura untuk tidak mengirim pemain ke timnas dihargai secara profesional dan tidak lagi memengaruhi pemain dengan cara bujuk rayu menggunakan pesan singkat kepada pemain.
"Surat pemanggilan ada tujuh pemain Persipura yang dipanggil, tidak termasuk Stevie. Kita sudah memberikan tanggapan, namun belakangan manajemen Timnas melakukan ajakan melalui pesan singkat dan telepon," katanya.
"Kita tidak menghalangi pemain untuk memperkuat Indonesia, tetapi yang patut diketahui, saat ini masih terjadi dualisme kepemimpinan PSSI. Apabila terjadi cedera terhadap pemain siapa yang bertanggung jawab," katanya.
Lebih lanjut Benhur menjelaskan jika alasan Persipura tidak melepas pemain juga dikarenakan PSSI hingga saat ini belum membayar denda kepada Persipura yang dijatuhkan CAS kepada PSSI sebesar Rp84 juta. Denda ini buntut karena tidak mengikutsertakan Persipura sebagai perwakilan Indonesia yang mengikuti Liga Champion Asia (LCA) dan menganggap Persipura tim ilegal karena bermain di ISL.
"Tidak mungkin pemain yang berasal dari tim dianggap ilegal akan mau memperkuat Timnas PSSI," tegasnya.
Seperti diberitakan, pemain sayap Persipura Stevie Bonsavia lebih memilih memperkuat Timnas dan memutus kontrak memperkuat Persipura Jayapura. Pilihan itu mengharuskan Stevie membayar 50 persen atau mencapai Rp129 juta kontrak yang telah diterima dan sanggupi untuk dibayar manajemen timnas setelah kembali dari Abu Dhabi.
"Janji saudara wakil manajer timnas Niko Dimo akan membayar uang kontrak Stevie setelah tiba dari bermain di Abu Dhabi dan saya tunggu komitmen dia. Apabila tidak dibayar masyarakat Papua akan menilai apa dia janjikan," pungkas Benhur. (ant/mac)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 13 Mei 2026 23:54Jaksa Curiga Harta Nadiem Rp 4,8 Triliun Hasil Korupsi Chromebook
-
Liputan6 13 Mei 2026 22:34Kasus Sabu Kutai Barat Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Kasat Narkoba
-
Liputan6 13 Mei 2026 21:47Penahanan Bupati Tulungagung Diperpanjang, Begini Penjelasan KPK
-
Liputan6 13 Mei 2026 21:02Polisi Ungkap Asal Usul 1 Ton Merkuri yang Diselundupkan ke Filipina
MOST VIEWED
Layvin Kurzawa Tumbang di Momen Kritis: Persib Bandung Kehilangan Mantan Bintang PSG Saat Perburuan Gelar
Hasil Borneo FC vs Bali United: Drama 5 Gol dan 2 Dianulir, Pesut Etam Terus Bersaing dengan Persib!
Skenario Persib Juara BRI Super League pada Pekan ke-33: Menang di Parepare, Borneo FC Kalah di Jepara
Drawing Piala Presiden 2026 Liga 4 Nasional: Tim yang Dilatih Bio Paulin Dapat Grup Sulit di Babak 64 Besar
HIGHLIGHT
5 Pemain yang Perlu Dijual Real Madrid Musim Panas...
Jose Mourinho ke Real Madrid Lagi? 7 Pelatih yang ...
10 Pelatih Terbaik yang Siap Jadi Rebutan Klub Eli...
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid...
Jika Barcelona Mundur: 6 Destinasi Potensial Marcu...















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5763395/original/043493900_1778666342-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5330062/original/059545400_1756353142-1000241325.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3485559/original/014273400_1623926572-IMG_20190116_232705.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553306/original/027550000_1775931103-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5773681/original/006378700_1778676555-adc6e6da-46e2-48ed-9d89-9ddc9ba7dba6.jpeg)

