
Bola.net - Pelatih PSM Makassar Petar Segrt, menunjukkan kepeduliannya terhadap anak asuhnya. Ia selalu berjuang agar hak pemainnya bisa dipenuhi.
Itu dibuktikan dengan kedatangan pelatih asal Kroasia itu ke Jakarta untuk bertemu dengan pelaku-pelaku sepakbola di sana termasuk konsorsium. Petar ingin minta kejelasan kapan gaji pemain akan diselesaikan.
"Saya bangga dengan pemain saya yang masih tetap tegar meski dalam situasi sulit seperti ini. Saya akan tetap bersama mereka juga," ujar pelatih berusia 46 tahun itu.
Bahkan, Petar menunjukkan kebersamaannya dengan siap tidak menerima gajinya jika pemainnya tidak mendapatkan gaji.
"Jika tidak ada gaji untuk pemain berarti tidak ada gaji untuk saya juga sebagai pelatih. Saya tidak ingin menerima uang ketika pemain saya tidak mendapatkan gaji dari konsorsium," tegasnya.
Menurut Petar apa yang dilakukannya ini karena satu tim di PSM Makassar. Dan ini adalah filosofinya sebagai pelatih. Menurut Petar, sepakbola profesional tidak saja tentang berjuang keras untuk meraih kesuksesan, uang, dan memenangkan pertandingan.
"Tapi, sepakbola profesional juga tentang menghormati, kerja sama tim, dan kemanusiaan. Keras tapi adil," tutup Petar. (nda/end)
Itu dibuktikan dengan kedatangan pelatih asal Kroasia itu ke Jakarta untuk bertemu dengan pelaku-pelaku sepakbola di sana termasuk konsorsium. Petar ingin minta kejelasan kapan gaji pemain akan diselesaikan.
"Saya bangga dengan pemain saya yang masih tetap tegar meski dalam situasi sulit seperti ini. Saya akan tetap bersama mereka juga," ujar pelatih berusia 46 tahun itu.
Bahkan, Petar menunjukkan kebersamaannya dengan siap tidak menerima gajinya jika pemainnya tidak mendapatkan gaji.
"Jika tidak ada gaji untuk pemain berarti tidak ada gaji untuk saya juga sebagai pelatih. Saya tidak ingin menerima uang ketika pemain saya tidak mendapatkan gaji dari konsorsium," tegasnya.
Menurut Petar apa yang dilakukannya ini karena satu tim di PSM Makassar. Dan ini adalah filosofinya sebagai pelatih. Menurut Petar, sepakbola profesional tidak saja tentang berjuang keras untuk meraih kesuksesan, uang, dan memenangkan pertandingan.
"Tapi, sepakbola profesional juga tentang menghormati, kerja sama tim, dan kemanusiaan. Keras tapi adil," tutup Petar. (nda/end)
Advertisement
Berita Terkait
-
Tim Nasional 18 Oktober 2023 08:36Petar Segrt, Eks Pelatih PSM Makassar yang Sukses Bikin Malu Timnas Malaysia
-
Bola Indonesia 21 Februari 2017 18:07Persebaya Lunasi Tunggakan Gaji Andik Vermansah
-
Piala Dunia 2 November 2015 15:18Eks Pelatih PSM Makassar Tukangi Timnas Afghanistan
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 6 Juni 2026 23:40MU Sudah Kelarkan Transfer Ederson, Tapi Belum Bisa Disahkan?
BERITA LAINNYA
-
indonesia 6 Juni 2026 11:18Persija Umumkan Pelatih Baru Senin, Nama Shin Tae-yong Menggema
SOROT
-
Liputan6 6 Juni 2026 20:10CFD Rasuna Said Kembali Hadir Besok, Simak Keseruannya
-
Liputan6 6 Juni 2026 16:47DPO Anak Punk yang Tusuk Pedagang di Lampung Akhirnya Ditangkap
-
Liputan6 6 Juni 2026 15:31Kementerian ATR/BPN Kejar Sertifikasi 100 Persen Tanah Wakaf di 2028
MOST VIEWED
Tinggalkan Persib Bandung, Layvin Kurzawa Kirim Pesan Perpisahan yang Menyentuh
Persib Lepas Layvin Kurzawa dengan Penuh Respek: Terima Kasih atas Dedikasi, Kerja Keras, Profesionalisme, dan Komitmen
Resmi, 2 Bintang Brasil Angkat Kaki dari Persija: Kontrak Maxwell Souza dan Allano Lima Tidak Diperpanjang
Resmi! Usai Tinggalkan Persebaya, Bruno Moreira Gabung Klub Thailand dan Main Bareng Asnawi Mangkualam
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7423398/original/034099100_1780200717-CFD_Rasuna_Said.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG [Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/tITdedV3H-UtIN8YQVCvyxd8MBc=/673x379/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5084734/original/085391600_1736341642-20250108-Tjandra_Yoga_Aditama-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826784/original/062893300_1426130957-illustration111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7908606/original/011431000_1780739237-1001334760.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7906760/original/020408400_1780737353-Tenda_jemaah_haji_di_dekat_Jamarat__Mina__Makkah__Arab_Saudi.__Asnida_Riani_Liputan6.com_Media_Center_Haji_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5185504/original/083767400_1744433482-WhatsApp_Image_2025-04-12_at_09.58.00.jpeg)
