
Bola.net - - Nama Djadjang Nurdjaman tentu saja sudah tidak asing lagi di sepak bola Indonesia. Sebagai pelatih, dia mulai dikagumi saat membawa Persib Bandung juara Indonesia Super League [ISL] 2014 dan Piala Presiden 2015 lalu. Namun, rekam jejak juara Djadjang sudah diukir jauh hari, sejak jadi pemain.
Sekarang, Djadjang berpeluang mengulangi kesuksesan meraih juara Piala Presiden dengan Persib Bandung itu bersama Persebaya. Setelah bermain imbang pada leg pertama, pria yang akrab disapa Djanur itu harus membawa Persebaya menang atas Arema FC dalam leg kedua final Piala Presiden 2019.
Karier kepelatihan Djanur memang sarat prestasi. Sebelum mengantar Persib menjuarai Piala Presiden 2015, dia lebih dulu meraih mahkota juara ISL 2014. Namun, jauh sebelum itu, Djanur sudah bergelimang prestasi sejak masih berkarier sebagai pemain.
Pria kelahiran Majalengka itu dikenal sebagai pemain sayap kanan lincah Persib pada era 1980-an. Saat itu, terdapat dua kompetisi di Indonesia, Perserikatan dan Galatama. Sebagai klub Perserikatan, Persib meraih masa jaya pada 1980-an saat Djanur menjadi pemain.
Sebelum bergabung Persib pada 1986, Djanur lebih dulu menjadi bagian Mercu Buana, klub asal Medan yang tampil di Galatama. Namun, tak ada trofi yang dipersembahkan oleh Djanur untuk klub tersebut.
Djanur menjadi bagian integral Maung Bandung saat menjuarai Perserikatan 1986. Saat itu, Persib menang 1-0 atas Perseman Manokwari di partai puncak. Prestasi satu ini bisa dibilang paling terkenang di Djanur hingga sekarang.
Selain merupakan trofi pertamanya, dia mendapatkan hadiah berupa satu unit rumih di kawasan Antapani, Bandung. Rumah itu masih ditempatinya bersama keluarganya hingga sekarang, saat sudah menjadi pelaih Persebaya.
“Zaman dulu, pemain sepak bola itu tidak digaji. Rumah ini hadiah kami, pemain Persib, saat juara Perserikatan 1986. Saya merasa rumah ini punya kenangan manis, makanya tidak pernah pindah dari sini,” kata pria berusia 60 tahun itu saat ditemui Bola.com, medio Maret 2019.
Banyak Gelar Sejak Menjadi Pemain
Berikutnya, Djanur masih menyumbang dua trofi Perserikatan semasa menjadi pemain, masing-masing pada 1989-90 dan 1993-1994. Saat itu, Persib sukses mengalahkan Persebaya dan PSM Ujungpandang (kini PSM Makassar) di partai puncak.
Setelah itu, Djanur memutuskan gantung sepatu dan mencoba peruntungan dalam dunia kepelatihan. Dia mengawalinya sebagai asisten pelatih Persib, di bawah pelatih kepala Indra Thohir, saat Perserikatan dan Galatama dilebur menjadi Liga Indonesia 1994-1995.
Pada musim ini, Djanur juga menjadi bagian tim Persib yang menjuarai kompetisi tersebut. Maung Bandung merengkuh gelar kampiun setelah mengalahkan Petrokimia Putra di partai puncak kompetisi edisi perdana itu.
Karier Djanur kemudian mulai naik dengan dididik sebagai pelatih kepala. Dia mengawalinya pada 1997 sebagai pelatih Persib U-15. Berikutnya, berbagai tim kelompok usia Persib berada di bawah arahannya.
Namun, karier kepelatihannya terkesan berjalan lambat dibanding pelatih pada umumnya. Djanur kembali menjadi asisten pelatih pada 2006, masih bersama Persib. Di sana, dia di bawah pimpinan pelatih kepala Arcan Iurie.
Setelah itu, Djanur hengkang dengan bergabung Pelita Jaya pada 2009. Dia bekerja sama dengan pelatih kepala macam Fandi Ahmad (Singapura), Rahmad Darmawan, hingga Misha Radovic (Serbia).
Gelar Bergengsi bersama Persib
Djanur kemudian benar-benar mendapat tawaran sebagai pelatih kepala pada 2012. Lagi-lagi, klub yang menawarnya adalah Persib. Dia kembali ke klub yang telah berjasa dalam karier sebagai pemain dan pelatinya.
Pria berpostur 162 cm itu baru merasakan manisnya menajdi pelatih pada ISL 2014 dengan menjadi juara. Kali ini, Persib menang dalam babak adu penalti atas Persipura Jayapura setelah bermain imbang hingga babak perpanjangan waktu.
Dengan catatan gemilang itu, Djanur memulai musim 2015, saat ISL menjadi QNB League. Tahun itu, sepak bola nasional diguncang pembekuan oleh FIFA sehingga kompetisi dibatalkan. Namun, masih ada Piala Presiden 2015 yang berhasil dimenangi oleh Djanur.
Djanur masih menjadi pelatih Persib hingga 2016. Namun, pada awal tahun itu dia memutuskan menimba ilmu di Italia bersama Inter Milan. Dejan Antonic masuk sebagai pengganti, tak lama kemudian Djanur kembali dan menemani Persib di ISC A 2016.
Pada musim 2017, menjelang kompetisi baru bernama Liga 1, Djanur menjadi pelatih yang kejatuhan durian. Dia memiliki dua pemain top eks bintang Premier League, yaitu Michael Essien dan Carlton Cole.
Dengan skuat yang sangat mumpuni, Djanur rupanya malah gagal mengulang kesuksesannya dulu. Dia mundur pada pertengahan kompetisi dan kemudian menangani PSMS Medan yang tampil di Liga 2 2017.
Bersama Ayam Kinan, Djanur sebenarnya berpeluang untuk meraih gelar juara mengingat PSMS Medan masuk final Liga 2 2017. Sayang, timnya tumbang dari Persebaya di partai puncak sehingga harus puas dengan posisi runner-up.
Asa Baru di Persebaya
Setelah sempat mengalahkan Persebaya (sebagai pemain) dan takluk dari Persebaya (sebagai pelatih), Djanur justru berkesempatan bergabung dengan Persebaya. Dia menggantikan tugas pelatih Angel Alfredo Vera yang hengkang di pertengahan Liga 1 2018.
Langkah Djanur tidak langsung mudah menangani Persebaya yang saat itu tercecer di papan bawah. Dia sempat menjalani debutnya sebagai pelatih Persebaya dengan kekalahan. Persebaya dipaksa takluk 0-2 dari PS Tira (kini Tira Persikabo) di hadapan Bonek pada 11 September 2018.
Setelah itu, beberapa pertandingan berjalan sulit. Titik kebangkitan Persebaya justru terjadi saat berjumpa mantan klub Djanur, Persib. Pada 20 Oktober 2018, Persebaya menghajar Persib dengan skor 4-1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.
Berturut-turut, Djanur membawa Persebaya menang atas tim-tim penghuni papan atas, yaitu Madura United, PSM Makassar, Persija Jakarta, Bali United, hingga Bhayangkara FC. Persebaya kemudian finis peringkat kelima di bawah Persija, PSM, Bhayangkara, dan Persib.
Memasuki musim baru pada 2019, Djanur masih menyimpan ambisi membawa Persebaya juara. Peluang itu ada di depan mata meski yang harus dilewati tidak mudah karena harus berjumpa Arema FC. Djanur harus menang dalam Derbi Jatim supaya bisa memenuhi targetnya itu.
Sumber: Bola.com
Advertisement
Berita Terkait
-
Olahraga Lain-Lain 19 September 2026 18:05Opening Ceremony Asian Games 2026: Dewa Ayu dan Daniel Bawa Budaya Bali-Batak Toba
-
Bola Indonesia 19 September 2026 15:04Link Live Streaming Persebaya vs Garudayaksa di BRI Super League 2026/2027
-
Olahraga Lain-Lain 19 September 2026 10:25Opening Ceremony Asian Games 2026: Jadwal Live Streaming di Vidio
-
Bola Indonesia 18 September 2026 16:16Prediksi BRI Super League: Persebaya vs Garudayaksa 19 September 2026
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 21 September 2026 06:30Real Madrid Rilis Pernyataan Resmi, Kritik Kepemimpinan Wasit di Derby Madrid!
-
Liga Spanyol 21 September 2026 05:35Kalah di Derby Madrileno, Jose Mourinho Sebut Rela Madrid Dizalimi Wasit!
-
Liga Italia 21 September 2026 05:20Man of the Match AC Milan vs Lecce: Christian Pulisic
-
Liga Italia 21 September 2026 05:03Hasil AC Milan vs Lecce: Dominan, Rossoneri Tembus 5 Besar!
-
Liga Italia 21 September 2026 01:26Man of the Match Juventus vs Atalanta: Gleison Bremer
BERITA LAINNYA
-
indonesia 20 September 2026 17:59Link Streaming Persijap vs Persib, 20 September 2026
-
indonesia 20 September 2026 17:31Hasil BRI Super League: Dua Kartu Merah Warnai Laga, Borneo FC Tekuk Bali United 1-0
-
indonesia 20 September 2026 17:28Hasil BRI Super League: Dewa United Tekuk PSS Sleman dan Naik ke Puncak Klasemen
-
indonesia 20 September 2026 14:30Link Streaming Dewa United vs PSS, 20 September 2026
-
indonesia 20 September 2026 09:23Mantap! Seraf Naro Siregar Persembahkan Medali Pertama Indonesia di Asian Games 2026
SOROT
-
Liputan6 21 September 2026 05:24Kebakaran Apartemen Teluk Intan Jakut Diduga Akibat Korsleting Listrik
-
Liputan6 20 September 2026 23:00Seskab Teddy Sebut 64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Kebakaran Hutan
-
Liputan6 20 September 2026 21:122 Kelompok Pemuda di Tual Bentrok, 1 Warga Tewas Terkena Panah
-
Liputan6 20 September 2026 20:17Muhammadiyah Tetapkan Puasa Ramadan 2027 Mulai 8 Februari
-
Liputan6 20 September 2026 19:50Pengawasan MBG Segera Berjalan, Rp 509 Miliar Disiapkan BPOM
-
Liputan6 20 September 2026 19:45Kebakaran Apartemen Teluk Intan, Asap Hitam Membubung dari Lantai 8
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353196/original/086285100_1789920083-email-attachment_2026_09_20_rifqyabiyya-at-klyid_kebakaran-apartemen-di-jakut-berhasil-dipadamkan_107185.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347426/original/003984600_1789307671-WhatsApp_Image_2026-09-13_at_16.49.41.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353160/original/010798800_1789913522-WhatsApp_Image_2026-09-20_at_21.09.12.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4403389/original/017269700_1682043725-Khusyuk_Jemaah_Muhammadiyah_Salat_Idul_Fitri_1444_H_di_Pacuan_Kuda-IQBAL_10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541898/original/065702400_1774924493-IMG_8482.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353127/original/011966500_1789908320-107193.jpg)
