PSBS Biak dan Ancaman Degradasi yang Makin Nyata

PSBS Biak dan Ancaman Degradasi yang Makin Nyata
Starting XI PSBS Biak pada laga BRI Super League 2025/2026 (c) Dok. ILeague

Bola.net - PSBS Biak berada dalam situasi kritis di BRI Super League 2025/2026. Ancaman degradasi kini semakin nyata. Tanda-tanda bakal turun kasta mulai terlihat jika tak ada perubahan.

Kekalahan telak 1-6 dari Bali United pada pekan ke-26 menjadi pukulan terbaru. Hasil ini mempertegas tren negatif tim.

Badai Pasifik tidak hanya kalah. Mereka kembali menunjukkan rapuhnya lini pertahanan.

Sebelumnya, PSBS Biak juga sempat kalah 2-6 dari Malut United. Pola kekalahan besar terus berulang.

Kini, mereka terbenam di dasar klasemen dengan 18 poin dari 26 laga. Posisi ini membuat peluang bertahan semakin menipis.

Performa Anjlok dan Lini Belakang yang Rapuh

Performa Anjlok dan Lini Belakang yang Rapuh

Selebrasi gol Luquinhas dan Ruyery Blanco pada laga Persita vs PSBS Biak pada pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026 (c) Muhammad Iqbal Ichsan

Secara matematis, PSBS Biak masih punya peluang selamat. Mereka hanya terpaut tiga poin dari zona aman. Namun, performa di lapangan tidak mendukung optimisme tersebut. Tim asuhan Marian Mihail gagal menunjukkan progres.

Sejak Januari 2026, PSBS Biak tidak pernah menang. Mereka melewati delapan pertandingan tanpa kemenangan.

Dari periode itu, mereka hanya meraih dua poin. Catatan ini menjadi indikator krisis performa yang serius.

Masalah terbesar ada di lini belakang. Hingga pekan ke-26, mereka sudah kebobolan 59 gol. Jumlah ini menjadi yang terburuk di liga. Tidak ada tim lain yang kebobolan lebih dari 50 gol.

Situasi ini membuat PSBS sulit bersaing. Setiap kesalahan kecil berujung pada hukuman besar. Tanpa perbaikan signifikan, peluang bertahan akan semakin kecil. Waktu mereka semakin terbatas.

Pertandingan Selanjutnya
Liga 1 Liga 1 | 11 April 2026
Borneo FC Borneo FC
15:30 WIB
PSBS Biak PSBS Biak

Tekanan Internal dan Persaingan Papan Bawah

Tekanan Internal dan Persaingan Papan Bawah

Pertemuan antara PSBS Biak dan PSIM Yogyakarta pada pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026 (c) Dok. PSIM/@PSIMJOGJA

Masalah PSBS Biak tidak hanya di lapangan. Kondisi finansial klub juga menjadi perhatian serius.

Nama PSBS muncul dalam daftar FIFA Registration Ban. Bahkan, mereka terlibat dalam lebih dari satu kasus. Situasi ini berpotensi mengganggu stabilitas tim. Fokus pemain dan manajemen bisa terpecah.

Di saat yang sama, rival di papan bawah mulai bangkit. Persis Solo dan Persijap Jepara terus mengumpulkan poin. Kedua tim perlahan menjauh dari zona degradasi. Ini membuat tekanan pada PSBS semakin besar.

Semen Padang juga melakukan langkah cepat. Mereka mengganti pelatih demi menyelamatkan musim.

Langkah tersebut menunjukkan keseriusan pesaing. PSBS justru terlihat stagnan tanpa perubahan signifikan.

Jika situasi ini terus berlanjut, degradasi bukan lagi ancaman. Itu bisa menjadi kenyataan pahit bagi Badai Pasifik.