
Bola.net - Target meraih kemenangan di kandang PSIR Rembang gagal diraih PSM Makassar. Bermain di Stadion Krida, Rembang, Sabtu (14/9/2013) sore, PSM hanya bermain imbang 1-1.
PSM unggul lebih dulu lewat gol Andi Oddang di menit 28. Gol balasan PSIR dicetak Yoni Ustaf melalui titik putih jelang laga bubaran.
PSM tampil mendominasi laga sejak menit awal babak pertama. Dengan mengandalkan duet Andi Oddang dan Abdul "Abanda" Rahman, PSM melakukan serangan bertubi-tubi tapi masih bisa dipatahkan pemain belakang lawan.
Peluang pertama PSM terjadi di menit ketiga setelah Kurniawan Karman lepas dari pengawasan pemain belakang PSIR. Kurni mengirimkan umpan yang langsung disambut Abanda, namun umpan tersebut masih melenceng jauh.
Dari sejumlah peluang, PSM akhirnya memecah kebuntuan di menit ke-28. Kapten tim PSM, Andi Oddang, mencatatkan namanya di papan skor setelah mencetak gol yang berasal dari kerjasama apik dengan Abanda.
Abanda yang melakukan serangan balik dari sisi kiri sempat mendapat pengawalan ketat dari pemain belakang namun mampu mengirimkan umpan matang ke mulut gawang yang langsung disambut Oddang dan melesakkan bola ke gawang Nanda Pradana.
PSIR mencoba untuk membalas ketertinggalan namun belum membuahkan hasil. Skor 1-0 bertahan hingga jeda turun minum.
Di babak kedua, tempo permainan makin segit. PSIR yang tidak ingin mengalami kekalahan di kandang terus melancarkan serangan, namun masih terbentur benteng pertahanan PSM yang dikawal Handi Hamza dan I Ketut Mahendra.
Beberapa menit babak kedua berjalan, pertandingan kian memanas. Sejumlah keputusan wasit Dadang Pradana yang kontroversi makin membuat tempo permainan meninggi, bahkan terjadi gesekan di lapangan.
Seperti menit 68, Rasyid Assyahid Bakri yang merebut bola dilanggar seorang pemain PSIR. Tidak lama berselang, PSIR lainnya yang dikawal Hendra Wijaya tiba-tiba tersungkur tidak jauh dari tempat Rasyid jatuh.
Wasit kemudian memberikan tendangan bebas untuk tim tuan rumah. Hal tersebut tidak diterima PSM, sehingga caretaker pelatih Imran Amirullah langsung menarik keluar seluruh pemainnya.
Setelah melakukan pembicaraan dengan perangkat dan pengawas pertandingan, laga akhirnya dilanjutkan meski waktu lama terbuang. Christian Lenglolo yang dipercaya melakukan tendangan bebas masih membentur tembok pertahanan yang dibentuk pemain PSM.
Bola muntah yang masih mengudara coba direbut seorang pemain PSIR tapi tidak berhasil. Handi mengambil peluang untuk menyundul bola, namun pemain PSIR terlihat mengangkat kaki terlalu tinggi.
PSM menilai tuan rumah membuat pelanggaran dan seharusnya PSM mendapatkan tendangan bebas untuk itu. Namun, alih-alih tendangan bebas, wasit Dadang Prananda justru malah menghadiahkan PSIR tendangan penalti. Padahal kejadian itu terjadi sekitar satu hingga dua meter di luar garis gawang PSM.
Sontak hal ini membuat Imran, pemain dan Offcial PSM lainnya menjadi berang. Pihak Stadion dan kepolisian pun mencoba menenangkan kubu PSM yang sedang emosi.
Imran lantas menarik keluar lagi semua pemainnya. Pertandingan kembali dihentikan karena adanya protes dari kubu PSM.
Insiden lain kembali terjadi, kali ini Handi Hamzah yang tak tahan dengan sikap wasit yang seakan memihak tuan rumah tersebut langsung mengoleskan sedikit obat oles ke area mata wasit Dadang Prananda yang membuatnya mengganjar Handi kartu merah.
Yang aneh adalah pertandingan yang kemudian dilanjutkan itu pun langsung diberi waktu tambahan enam menit saja. Padahal, insiden sebelumnya terjadi sekitar menit ke-88.
PSM pun berusaha sabar dan mencoba membangun serangan meski hanya bermain dengan sepuluh orang. Namun hingga babak kedua berakhir, skor 1-1 tetap bertahan.
Susunan pemain:
PSIR Rembang : Nanda Pradana, rafi'I, Heru Wibowo, Didik Wahyu, Suyono, Kusen Riyadi (Jatmiko 52'), Yoni Ustaf, zaenal Arifin (Ranu Tri Sasongko 58'), Rudi Santoso (Abdul Latief), Efendi, Leng Lolo (c)
PSM Makassar, I Ngurah Komang Arya Perdana, Hendra Wijaya, Rasul Zainuddin, I Ketut Mahendra, Handi Hamzah, Fandy Edy, Rasyid Bakri, Kurniawan Karman, Kaharuddin Salam, Andi Oddang (c), Abdul Rahman (M.Rahmat 91'). (nda/dzi)
PSM unggul lebih dulu lewat gol Andi Oddang di menit 28. Gol balasan PSIR dicetak Yoni Ustaf melalui titik putih jelang laga bubaran.
PSM tampil mendominasi laga sejak menit awal babak pertama. Dengan mengandalkan duet Andi Oddang dan Abdul "Abanda" Rahman, PSM melakukan serangan bertubi-tubi tapi masih bisa dipatahkan pemain belakang lawan.
Peluang pertama PSM terjadi di menit ketiga setelah Kurniawan Karman lepas dari pengawasan pemain belakang PSIR. Kurni mengirimkan umpan yang langsung disambut Abanda, namun umpan tersebut masih melenceng jauh.
Dari sejumlah peluang, PSM akhirnya memecah kebuntuan di menit ke-28. Kapten tim PSM, Andi Oddang, mencatatkan namanya di papan skor setelah mencetak gol yang berasal dari kerjasama apik dengan Abanda.
Abanda yang melakukan serangan balik dari sisi kiri sempat mendapat pengawalan ketat dari pemain belakang namun mampu mengirimkan umpan matang ke mulut gawang yang langsung disambut Oddang dan melesakkan bola ke gawang Nanda Pradana.
PSIR mencoba untuk membalas ketertinggalan namun belum membuahkan hasil. Skor 1-0 bertahan hingga jeda turun minum.
Di babak kedua, tempo permainan makin segit. PSIR yang tidak ingin mengalami kekalahan di kandang terus melancarkan serangan, namun masih terbentur benteng pertahanan PSM yang dikawal Handi Hamza dan I Ketut Mahendra.
Beberapa menit babak kedua berjalan, pertandingan kian memanas. Sejumlah keputusan wasit Dadang Pradana yang kontroversi makin membuat tempo permainan meninggi, bahkan terjadi gesekan di lapangan.
Seperti menit 68, Rasyid Assyahid Bakri yang merebut bola dilanggar seorang pemain PSIR. Tidak lama berselang, PSIR lainnya yang dikawal Hendra Wijaya tiba-tiba tersungkur tidak jauh dari tempat Rasyid jatuh.
Wasit kemudian memberikan tendangan bebas untuk tim tuan rumah. Hal tersebut tidak diterima PSM, sehingga caretaker pelatih Imran Amirullah langsung menarik keluar seluruh pemainnya.
Setelah melakukan pembicaraan dengan perangkat dan pengawas pertandingan, laga akhirnya dilanjutkan meski waktu lama terbuang. Christian Lenglolo yang dipercaya melakukan tendangan bebas masih membentur tembok pertahanan yang dibentuk pemain PSM.
Bola muntah yang masih mengudara coba direbut seorang pemain PSIR tapi tidak berhasil. Handi mengambil peluang untuk menyundul bola, namun pemain PSIR terlihat mengangkat kaki terlalu tinggi.
PSM menilai tuan rumah membuat pelanggaran dan seharusnya PSM mendapatkan tendangan bebas untuk itu. Namun, alih-alih tendangan bebas, wasit Dadang Prananda justru malah menghadiahkan PSIR tendangan penalti. Padahal kejadian itu terjadi sekitar satu hingga dua meter di luar garis gawang PSM.
Sontak hal ini membuat Imran, pemain dan Offcial PSM lainnya menjadi berang. Pihak Stadion dan kepolisian pun mencoba menenangkan kubu PSM yang sedang emosi.
Imran lantas menarik keluar lagi semua pemainnya. Pertandingan kembali dihentikan karena adanya protes dari kubu PSM.
Insiden lain kembali terjadi, kali ini Handi Hamzah yang tak tahan dengan sikap wasit yang seakan memihak tuan rumah tersebut langsung mengoleskan sedikit obat oles ke area mata wasit Dadang Prananda yang membuatnya mengganjar Handi kartu merah.
Yang aneh adalah pertandingan yang kemudian dilanjutkan itu pun langsung diberi waktu tambahan enam menit saja. Padahal, insiden sebelumnya terjadi sekitar menit ke-88.
PSM pun berusaha sabar dan mencoba membangun serangan meski hanya bermain dengan sepuluh orang. Namun hingga babak kedua berakhir, skor 1-1 tetap bertahan.
Susunan pemain:
PSIR Rembang : Nanda Pradana, rafi'I, Heru Wibowo, Didik Wahyu, Suyono, Kusen Riyadi (Jatmiko 52'), Yoni Ustaf, zaenal Arifin (Ranu Tri Sasongko 58'), Rudi Santoso (Abdul Latief), Efendi, Leng Lolo (c)
PSM Makassar, I Ngurah Komang Arya Perdana, Hendra Wijaya, Rasul Zainuddin, I Ketut Mahendra, Handi Hamzah, Fandy Edy, Rasyid Bakri, Kurniawan Karman, Kaharuddin Salam, Andi Oddang (c), Abdul Rahman (M.Rahmat 91'). (nda/dzi)
Advertisement
Berita Terkait
-
Bola Indonesia 18 Agustus 2015 23:53Persis Kembali Gagal Menang di Piala Kemerdekaan
-
Bola Indonesia 29 Juni 2015 10:55Asprov PSSI Jateng: Oknum LPI Dalang Kisruh Sepakbola Nasional
-
Bola Indonesia 11 Juni 2014 14:35Menpora Dorong PSSI Berikan Jalan Keluar Bagi Litvinov
-
Bola Indonesia 9 Juni 2014 10:48Tiga Bulan Tak Digaji, Pemain Rusia Ini Jualan Jus di Solo
-
Bola Indonesia 31 Mei 2014 20:41Pemain PSM Kecewa Mattoanging Gagal Verifikasi
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 7 Juni 2026 03:44Prediksi Belanda vs Uzbekistan 9 Juni 2026
-
Piala Dunia 7 Juni 2026 03:23Prediksi Kolombia vs Yordania 8 Juni 2026
-
Piala Dunia 7 Juni 2026 03:09Prediksi Ekuador vs Guatemala 8 Juni 2026
-
Piala Dunia 7 Juni 2026 02:50Hasil Portugal vs Chili: Selecao Menangkan Duel 10 Lawan 10!
-
Piala Dunia 7 Juni 2026 02:30Prediksi Maroko vs Norwegia 8 Juni 2026
BERITA LAINNYA
-
indonesia 6 Juni 2026 11:18Persija Umumkan Pelatih Baru Senin, Nama Shin Tae-yong Menggema
SOROT
-
Liputan6 6 Juni 2026 20:10CFD Rasuna Said Kembali Hadir Besok, Simak Keseruannya
-
Liputan6 6 Juni 2026 16:47DPO Anak Punk yang Tusuk Pedagang di Lampung Akhirnya Ditangkap
-
Liputan6 6 Juni 2026 15:31Kementerian ATR/BPN Kejar Sertifikasi 100 Persen Tanah Wakaf di 2028
MOST VIEWED
Persija Umumkan Pelatih Baru Senin, Nama Shin Tae-yong Menggema
Tinggalkan Persib Bandung, Layvin Kurzawa Kirim Pesan Perpisahan yang Menyentuh
Persib Lepas Layvin Kurzawa dengan Penuh Respek: Terima Kasih atas Dedikasi, Kerja Keras, Profesionalisme, dan Komitmen
Resmi, 2 Bintang Brasil Angkat Kaki dari Persija: Kontrak Maxwell Souza dan Allano Lima Tidak Diperpanjang
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7423398/original/034099100_1780200717-CFD_Rasuna_Said.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG [Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/tITdedV3H-UtIN8YQVCvyxd8MBc=/673x379/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5084734/original/085391600_1736341642-20250108-Tjandra_Yoga_Aditama-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826784/original/062893300_1426130957-illustration111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7908606/original/011431000_1780739237-1001334760.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7906760/original/020408400_1780737353-Tenda_jemaah_haji_di_dekat_Jamarat__Mina__Makkah__Arab_Saudi.__Asnida_Riani_Liputan6.com_Media_Center_Haji_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5185504/original/083767400_1744433482-WhatsApp_Image_2025-04-12_at_09.58.00.jpeg)
