FOLLOW US:


Ruang Rapat PSSI Surabaya Dikunci, Konsolidasi Wasit Tergusur

01-06-2013 16:16
Ruang Rapat PSSI Surabaya Dikunci, Konsolidasi Wasit Tergusur
Konsolidasi Wasit Surabaya. © Fajar Rahman
Bola.netBola.net - Acara Konsolidasi Wasit, Inspektur Pertandingan dan Pelatih yang digagas Ketua Pengcab PSSI Surabaya, I Gede Widiade harus terusir. Acara ini kemudian dipindah ke lantai dua Gelora 10 Nopember Tambaksari, Sabtu (1/6).

Sejatinya, acara ini akan digelar di ruang pertemuan dari Kantor PSSI Surabaya yang terletak di Jalan Karang Gayam. Namun, ruangan tetap dikunci sepihak oleh para pemilik klub internal yang tidak mengakui hasil Muscablub PSSI Surabaya di Hotel Inna Simpang Minggu (26/5) lalu. Pemilik dari klub-klub di antaranya Indonesia Muda, Putra Mars, Anak bangsa dan Fatahillah itu ditengarai tetap mengesahkan Cholid Ghoromoah sebagai Ketua Pengcab PSSI Surabaya.

"Secara yuridiksi, kuota forum, dan disaksikan pejabat KONI dan Pengprov, saya sah terpilih. Itu sebenarnya sudah clear," tegas Gede usai acara yang terpaksa digelar lesehan tersebut.

Gede mengakui dirinya sudah meminta ijin secara baik-baik kepada Cholid untuk menggunakan ruangan yang juga menyatu dengan mess Persebaya Surabaya ini. "Saya katanya tidak sowan, saya sudah telepon tidak diangkat, SMS juga tidak dibales. Tidak apalah, toh acara ini tetap berlangsung dan animo yang datang tinggi juga," tambahnya.

Acara ini digagas Gede untuk menjelaskan tentang format kompetisi internal Pengcab PSSI Surabaya pada wasit, inspektur pertandingan dan para pelatih. Selanjutnya, Gede mengaku akan mengumpulkan para owner klub internal yang ingin berpartisipasi dalam kompetisi ini.

Namun, belum diputuskan acara berikutnya tersebut akan kembali digelar di tempat yang sama apakah mencoba kembali ke ruangan rapat PSSI Surabaya. Disinggung jika nantinya ia tidak bisa menempati Kantor PSSI Surabaya, Gede enggan berkomentar. "Kita lihat dulu ke depannya bagaimana. Saya sendiri tak mau ada jarak dengan mereka. Yang penting kami sudah meminta baik-baik, mengajak diskusi dan ngomong terbuka, tapi mereka menolak," tambahnya.