FOLLOW US:


Setahun Wafatnya AK, Ini Kenangan Pelatih Kiper Arema FC

11-01-2018 20:49
Setahun Wafatnya AK, Ini Kenangan Pelatih Kiper Arema FC
Achmad Kurniawan © Wearemania

Bola.net - Kenangan akan Achmad Kurniawan masih melekat di benak Pelatih Kiper Arema FC, Yanuar Hermansyah, kendati mantan penjaga gawang Arema FC ini sudah setahun wafat. Begal, sapaan karib Yanuar, menilai almarhum sebagai sosok yang tak tergantikan.

"Ia merupakan sosok yang tak tergantikan. Ia adalah sosok legenda. Tak hanya bagi Arema, tapi juga bagi sepakbola Indonesia," ujar Begal,pada Bola.net.

Menurut Begal, sebagai pemain, AK merupakan sosok penjaga gawang mumpuni. Pria yang meninggal pada usia 37 tahun tersebut memiliki kelebihan dalam membaca permainan.

"Pengalamannya membuat AK jitu dalam mengambil keputusan. Bahkan, Kurnia Meiga (penjaga gawang Arema FC dan Timnas Indonesia, yang juga adik almarhum, red) juga mengakui bahwa almarhum lebih apik dalam mengambil keputusan," tuturnya.

Selain itu, menurut Begal, kiper yang juga biasa Bagol ini, memiliki profesionalisme di atas rata-rata. Menyadari secara usia dan postur tubuh kurang ideal, almarhum tak pernah mengeluh dengan porsi latihan yang diberikan.

"Ia selalu dengan senang hati dan motivasi tinggi menjalani porsi latihan yang ada," kenangnya.




Selain itu, Begal juga membeber kenangan yang paling berkesan dengan almarhum. Menurutnya, momen ini terjadi ketika pertama kali almarhum bermain pada ajang ISC A 2016 lalu, kontra Persiba Balikpapan.

"Waktu itu, saya kena hukuman tak bisa mendampingi tim dalam pertandingan. Namun, almarhum yang waktu itu pertama kali turun mengatakan bahwa saya tak perlu khawatir. 'Jangan khawatir, Pak. Saya akan jaga nama baik Pak Begal.' Ternyata, waktu itu ia benar-benar tampil bagus dan melakukan sejumlah penyelamatan gemilang. Pertandingan itu sendiri berakhir imbang tanpa gol," kenang Begal.

"Usai pertandingan, saya langsung hampiri dan memeluknya. Ia hanya tersenyum dan berkata, "Apa saya bilang? Aman kan?' Inilah yang paling berkesan bagi saya," imbuhnya.

ISC A 2016 merupakan kiprah terakhir AK di sepakbola. Tak berapa lama usai turnamen ini berakhir, tepatnya akhir tahun 2016, AK harus masuk rumah sakit karena sesak nafas akibat komplikasi sejumlah penyakit.

Setelah berjuang selama kurang lebih sepuluh hari, tepatnya pada 10 Januari 2017, penjaga gawang yang selalu tersenyum ini berpulang untuk selamanya. (den/asa)