Shin Tae-yong Pasang Standar Tinggi di Persija: Pemain Bintang Bisa Tersingkir Jika Tak Mau Berkorban

Shin Tae-yong Pasang Standar Tinggi di Persija: Pemain Bintang Bisa Tersingkir Jika Tak Mau Berkorban
Shin Tae-yong diperkenalkan sebagai pelatih kepala Persija Jakarta, Senin 8 Juni 2026. (c) Bola.net/M. Iqbal Ichsan

Bola.net - Persija Jakarta memasuki era baru bersama Shin Tae-yong untuk menyambut musim 2026/2027. Pelatih asal Korea Selatan itu langsung menegaskan standar yang harus dipenuhi setiap pemain jika ingin menjadi bagian penting dari tim.

Bagi Shin Tae-yong, kualitas teknik bukan satu-satunya faktor penentu dalam memilih pemain inti. Mentalitas, kerja keras, dan kemauan berkorban demi kepentingan tim menjadi aspek yang mendapat perhatian khusus.

Pernyataan tersebut menunjukkan arah pembangunan skuad Persija di bawah kepemimpinannya. Shin ingin membentuk tim yang memiliki identitas kuat, disiplin tinggi, dan mampu bekerja sebagai satu kesatuan di atas lapangan.

Pesan itu juga menjadi peringatan bagi seluruh pemain Persija. Nama besar atau status sebagai pemain bintang tidak akan menjamin tempat di tim utama jika tidak mampu menunjukkan komitmen penuh untuk kepentingan kolektif.

Hanya Pemain yang Mau Berkorban yang Dipilih

Hanya Pemain yang Mau Berkorban yang Dipilih

Selebrasi pemain Persija Jakarta usai mencetak gol ke gawang Persebaya Surabaya di laga BRI Super League 2025-2026, pada 11 April 2026 lalu. (c) Bola.net/M Iqbal Ichsan

Shin Tae-yong menegaskan bahwa dirinya membutuhkan pemain yang siap mengutamakan tim di atas kepentingan pribadi. Menurutnya, sepak bola modern menuntut setiap pemain untuk memberikan kontribusi maksimal dalam setiap fase permainan.

“Kami butuh pemain yang mau berkorban untuk tim. Pemain yang merasa ‘siapa saya’ dengan pundak yang kaku (sombong), tidak mau berkorban untuk tim, hanya berdiri diam dan tidak berlari keras di lapangan," kata Shin Tae-yong.

"Pemain-pemain seperti itu tidak akan saya pilih. Itulah filosofi yang saya pegang dalam sepak bola,” ujar Shin Tae-yong.

Filosofi Kerja Keras untuk Membangun Tim yang Kuat

Filosofi Kerja Keras untuk Membangun Tim yang Kuat

Shin Tae-yong diperkenalkan sebagai pelatih kepala Persija Jakarta, Senin 8 Juni 2026. (c) Bola.net/M. Iqbal Ichsan

Shin kemudian menjelaskan bentuk pengorbanan yang ia maksud dalam permainan. Menurutnya, seorang pemain harus siap membantu tim dalam berbagai situasi, termasuk ketika kehilangan bola.

“Maksud dari mau berkorban untuk tim adalah meskipun dia berada di posisi paling depan (striker), ketika dia kehilangan bola, dia mau turun sampai ke area penalti kami sendiri untuk melakukan tekel, merebut bola, dan membawanya lagi,” ucapnya.

Bagi Shin, tindakan sederhana seperti berlari mengejar bola atau membantu pertahanan bisa memberikan dampak besar terhadap semangat tim. Sikap tersebut mampu menularkan energi positif kepada pemain lain untuk bekerja lebih keras.

“Tentu tidak bisa dilakukan setiap saat, tapi jika hal seperti itu muncul satu atau dua kali saja demi tim, itu akan membuat seluruh pemain menjadi satu dan berlari keras bersama,” tutupnya.

Sumber: I.League