Tembok Kokoh Persib di BRI Super League: Hanya 14 Kebobolan, Kunci Maung Bandung Nyaman di Puncak!

Tembok Kokoh Persib di BRI Super League: Hanya 14 Kebobolan, Kunci Maung Bandung Nyaman di Puncak!
Selebrasi Thom Haye usai mencetak gol untuk Persib Bandung saat melawan Malut United, 23 Februari 2026. (c) dok.persib

Bola.net - Persib Bandung tampil impresif di BRI Super League 2025/2026. Mereka tidak hanya tajam di depan, tetapi juga sangat solid di belakang.

Hingga pekan ke-25, Persib baru kebobolan 14 gol. Catatan ini menjadi yang terbaik di kompetisi.

Kokohnya lini pertahanan berbanding lurus dengan posisi mereka di klasemen. Maung Bandung kini memimpin dengan 58 poin.

Keunggulan empat poin dari Borneo FC menjadi modal penting. Stabilitas menjadi faktor pembeda dalam persaingan gelar.

Solidnya lini belakang menjadi fondasi utama. Persib mampu menjaga konsistensi di tengah ketatnya kompetisi.

Kolaborasi Lini Belakang dan Peran Kiper Jadi Kunci

Kolaborasi Lini Belakang dan Peran Kiper Jadi Kunci

Pemain Persib Bandung merayakan gol Thom Haye ke gawang Malut United pada pekan ke-20 BRI Super League (c) Dok. Persib

Kekuatan Persib di lini belakang tidak berdiri sendiri. Ada kerja sama yang solid antar pemain.

Julio Cesar menilai lini pertahanan Persib sebagai unit yang tangguh. Ia menyebut chemistry antar pemain berjalan baik.

“Lini belakang sangat tangguh, Pato (Matricardi), Barba bermain sangat baik. Ada Dion (Markx) juga bersama kami, Teja juga luar biasa," buka Julio Cesar.

"Saat saya tampil, saya bisa membantu tim, juga kami memiliki dua bek sayap yang sangat bagus,” tuturnya.

Peran Teja Paku Alam juga krusial. Kiper utama Persib itu menjadi benteng terakhir yang memberi rasa aman.

Pertandingan Selanjutnya
Liga 1 Liga 1 | 5 April 2026
Semen Padang Semen Padang
19:00 WIB
Persib Bandung Persib Bandung

Disiplin Kolektif Jadi Pembeda Persib

Disiplin Kolektif Jadi Pembeda Persib

Persib Bandung. (c) dok.Ileague.id

Keunggulan Persib tidak hanya pada individu. Sistem permainan tim berjalan efektif.

Instruksi Bojan Hodak diterapkan dengan disiplin tinggi. Semua pemain memahami peran masing-masing.

Bahkan pemain depan turut membantu bertahan. Hal ini membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan.

“Saya pikir kita melakukannya dengan sangat baik. Penyerang kami juga, Barros bermain dengan sangat bagus, seperti seorang bek ketika membantu kami, Ramon juga, semuanya, saya pikir kami melakukan pekerjaan yang baik,” paparnya.

Dengan sembilan laga tersisa, fokus Persib tetap terjaga. Mereka menyadari setiap pertandingan adalah penentuan.

“Kami punya sembilan laga final dan sekarang kami fokus dulu untuk menghadapi Semen Padang. Kami harus menghadapinya step by step,” ujar Julio.

Sumber: I.League