3 Alasan Juan Mata Dukung Michael Carrick Jadi Manajer Permanen Man United: Sosok Sempurna untuk Setan Merah

3 Alasan Juan Mata Dukung Michael Carrick Jadi Manajer Permanen Man United: Sosok Sempurna untuk Setan Merah
Pelatih Manchester United, Michael Carrick usai laga melawan Everton di lanjutan Liga Inggris, 24 Februari 2026. (c) AP Photo/Ian Hodgson

Bola.net - Masa depan kursi pelatih Manchester United kembali menjadi sorotan. Di tengah performa tim yang mulai menunjukkan stabilitas, nama Michael Carrick kian menguat sebagai kandidat manajer permanen.

Dukungan pun datang dari mantan rekan setimnya, Juan Mata, yang menilai Carrick memiliki kualitas lengkap untuk memimpin Setan Merah dalam jangka panjang.

Carrick dinilai tidak hanya sekadar “pengisi kursi sementara”. Ia perlahan membangun fondasi yang solid di ruang ganti dan di atas lapangan, tanpa banyak sensasi, tetapi penuh efektivitas.

Dukungan Penuh dari Juan Mata

Dukungan Penuh dari Juan Mata

Manajer interim Manchester United, Michael Carrick (c) AP Photo/Jon Super

Dalam wawancara bersama talkSPORT, Mata memberikan pujian terbuka untuk Carrick. Meski keduanya berada di fase akhir karier saat bermain bersama di Old Trafford, Mata menyebut Carrick sebagai sosok penting, baik sebagai pemain maupun pribadi.

“Michael sangat mampu. Dia pria yang sangat cerdas. Sebagai pribadi, saya sangat menyukainya. Dia rekan setim yang luar biasa, selalu ada untukmu,” ujar Mata.

Menurut sosok asal Spanyol itu, Carrick bukan tipe yang mencari sorotan. Ia lebih memilih membiarkan performanya di lapangan berbicara. Namun, pengaruhnya terhadap tim sangat besar, terutama dalam membangun permainan dan memberikan umpan-umpan kunci.

Tak hanya itu, Mata juga menyoroti karakter dan profesionalisme Carrick di ruang ganti. Ia menyebut Carrick sebagai teladan bagi rekan-rekannya, tenang, konsisten, dan mencintai permainan sepak bola.

Dari pernyataan Mata, ada tiga kata kunci yang menonjol: kecerdasan, kekuatan karakter, dan profesionalisme. Ketiganya dianggap sebagai fondasi penting bagi seorang manajer Manchester United.

Kecerdasan Taktis dan Manajerial

Kecerdasan Taktis dan Manajerial

Pelatih Manchester United, Michael Carrick merayakan gol ke gawang Manchester City di Derby Manchester, 17 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Sebagai pelatih, Carrick mulai menunjukkan kapasitasnya dalam membaca permainan. Ia tak hanya piawai dalam pendekatan taktik, tetapi juga dalam mengelola pemain.

Keputusannya dalam meracik lini tengah, membangun pola serangan, hingga memaksimalkan peran pemain seperti Matheus Cunha menunjukkan pemahaman taktis yang matang.

Carrick mampu mengombinasikan kecerdasan strategi dengan komunikasi efektif kepada para pemainnya.

Kekuatan Karakter

Kekuatan Karakter

Manajer Manchester United, Michael Carrick, memberi isyarat dari tepi lapangan saat laga Premier League kontra Arsenal, Minggu (25/1/2026). (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Sejauh ini, Carrick belum benar-benar diuji oleh rentetan hasil buruk. Namun, respons tim dalam pertandingan sulit memperlihatkan mentalitas yang kuat.

Beberapa kali timnya mampu bangkit atau mengamankan kemenangan dalam situasi tekanan tinggi.

Mentalitas tersebut diyakini sebagai cerminan langsung dari karakter pelatihnya. Carrick dikenal sebagai figur yang tenang, tetapi tegas, sebuah kombinasi yang dibutuhkan di klub sebesar Manchester United.

Profesionalisme Tanpa Kompromi

Profesionalisme Tanpa Kompromi

Pelatih Manchester United, Michael Carrick bersalaman dengan penyerang MU, Matheus Cunha usai laga melawan Manchester City, 17 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Satu hal yang paling terasa adalah atmosfer ruang ganti yang kondusif. Para pemain terlihat bermain untuk satu sama lain, tanpa friksi internal yang mencuat ke publik.

Carrick melanjutkan standar profesional yang diwariskan dari era sebelumnya, termasuk fondasi disiplin yang sempat dibangun oleh Ruben Amorim. Ia tidak membiarkan euforia awal musim menurunkan standar kerja tim.

Tak ada kebocoran informasi internal, tak ada drama berlebihan. Fokus sepenuhnya tertuju pada performa.

Sumber: talkSPORT