
Bola.net - PSG kembali mengukuhkan status sebagai raja Eropa setelah mengalahkan Arsenal 4-3 lewat adu penalti usai bermain imbang 1-1 pada final Liga Champions di Budapest. Kemenangan ini membuat wakil Prancis tersebut mempertahankan gelar sekaligus meraih trofi Liga Champions kedua mereka.
Laga berlangsung dengan tempo tinggi sejak menit awal dan menghadirkan pertarungan taktik yang menarik. Arsenal lebih dulu unggul melalui Kai Havertz sebelum PSG membalas lewat penalti Ousmane Dembele pada babak kedua.
Sepanjang pertandingan, PSG mendominasi penguasaan bola dan terus menekan pertahanan Arsenal. Namun, disiplin lini belakang tim asuhan Mikel Arteta membuat peluang bersih lawan cukup terbatas.
Pertandingan akhirnya harus ditentukan melalui adu penalti setelah kedua tim gagal mencetak gol tambahan hingga perpanjangan waktu berakhir. Kegagalan Eberechi Eze dan Gabriel menjadi faktor yang memastikan trofi kembali ke tangan PSG.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
PSG Ambil Kendali Permainan
Setelah tertinggal lebih dulu, PSG langsung mengambil kendali permainan melalui penguasaan bola yang dominan. Achraf Hakimi bergerak sangat tinggi di sisi kanan sehingga memberi ruang bagi Desire Doue untuk masuk ke area tengah.
Pergerakan tersebut membuat Vitinha lebih leluasa turun membantu pembangunan serangan. PSG membentuk struktur tiga bek yang menjaga keseimbangan saat menyerang sekaligus mengantisipasi serangan balik Arsenal.
Fabian Ruiz juga kerap melebar ke sisi kiri untuk membuka ruang. Strategi ini memaksa Bukayo Saka turun lebih dalam dan memberikan waktu tambahan bagi Nuno Mendes mengalirkan bola dari belakang.
Meski demikian, Arsenal tetap mampu menjaga kepadatan area sentral. Declan Rice dan Myles Lewis-Skelly bekerja keras menutup jalur progresi yang mengarah langsung ke kotak penalti.
Pertahanan Sayap Arsenal Tampil Disiplin
Arsenal menerapkan blok pertahanan yang rapat ketika tidak menguasai bola. Dua penyerang mereka tetap berada di area tengah untuk membatasi akses PSG ke ruang sentral.
Ketika bola diarahkan ke sisi lapangan, para pemain sayap Arsenal segera turun membantu pertahanan. Leandro Trossard dan Saka konsisten memberikan dukungan kepada bek sayap mereka.
William Saliba dan Gabriel juga memiliki keleluasaan bergerak melebar karena PSG tidak selalu memainkan penyerang tengah murni. Kondisi itu membuat Arsenal sering menciptakan keunggulan jumlah pemain di area dekat garis tepi.
Strategi tersebut cukup efektif dalam meredam ancaman individu PSG pada babak pertama. Tim asal London itu memaksa lawan bermain lebih sabar dan kesulitan menemukan situasi satu lawan satu yang berbahaya.
Sentuhan Luis Enrique Mengubah Arah Serangan
Babak kedua menghadirkan perubahan pendekatan dari PSG. Doue lebih sering menjaga posisi lebar sehingga mampu menyerang lini belakang Arsenal secara lebih langsung.
Hakimi beberapa kali bergerak ke area dalam untuk menarik perhatian Trossard. Ruang yang tercipta kemudian dimanfaatkan Doue guna menghadapi Piero Hincapie dalam duel terbuka.
Di sisi kiri, Khvicha Kvaratskhelia semakin berpengaruh terhadap jalannya pertandingan. Kombinasinya bersama Mendes membuat pertahanan Arsenal harus bekerja lebih keras dibandingkan babak pertama.
Tekanan berkelanjutan akhirnya menghasilkan penalti setelah Cristhian Mosquera melakukan pelanggaran terhadap Kvaratskhelia. Dembele menjalankan tugasnya dengan sempurna untuk mengubah kedudukan menjadi 1-1.
Adu Penalti Menentukan Juara
Memasuki perpanjangan waktu, PSG tetap mempertahankan pola serangan melalui kombinasi pemain di kedua sisi lapangan. Bradley Barcola yang masuk dari bangku cadangan beberapa kali berhasil berlari di belakang garis pertahanan Arsenal.
Meski menciptakan sejumlah peluang, termasuk tembakan Kvaratskhelia yang membentur tiang, PSG gagal mencetak gol kemenangan. Arsenal pun bertahan hingga laga harus berakhir melalui adu penalti.
Luis Enrique menilai timnya layak mendapatkan hasil tersebut setelah terus menekan sepanjang pertandingan. "Saya pikir kami pantas mendapatkan hasil imbang dan pada akhirnya kami sangat senang memenangkan trofi itu," ujarnya.
Arteta juga memberikan apresiasi kepada lawan setelah pertandingan berakhir. "Menurut saya, mereka adalah tim terbaik di dunia saat ini," kata pelatih Arsenal tersebut.
Pada adu penalti, David Raya sempat memberi harapan setelah menggagalkan eksekusi Nuno Mendes. Namun, kegagalan Gabriel pada tendangan kelima Arsenal memastikan PSG mempertahankan mahkota Liga Champions mereka.
Sumber: Coaches' Voice
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Spanyol 30 Oktober 2026 06:29Barcelona Tutup Sementara Tribune Suporter Usai Insiden El Clasico
-
Liga Spanyol 30 Oktober 2026 06:24Barcelona dan Kekalahan di El Clasico yang Mengungkap Pentingnya Evolusi Taktik
-
Liga Inggris 29 Oktober 2026 21:20Dianggurin Chelsea, PSG Siap Tampung Estevao
-
Liga Inggris 29 Oktober 2026 20:58Setelah Chelsea, Liverpool Bidik Arsenal Sebagai Korban Berikutnya!
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 07:02Sesko Cedera, Ini 5 Striker yang Bisa Direkrut Manchester United pada Januari
-
Liga Champions 30 Oktober 2026 06:55Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 06:48Mendalami Kebangkitan Ronald Araujo di Liverpool usia Tinggalkan Barcelona
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 06:41Manchester United Catat Kerugian Transfer Terbesar di Eropa
-
Liga Spanyol 30 Oktober 2026 06:33Raphinha Dipanggil Timnas Brasil, Barcelona Kembali Khawatir
-
Liga Spanyol 30 Oktober 2026 06:29Barcelona Tutup Sementara Tribune Suporter Usai Insiden El Clasico
BERITA LAINNYA
-
champions 30 Oktober 2026 06:55Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
-
champions 27 Oktober 2026 15:49Ini Satu Hal yang Buat Lamine Yamal Kalah dari Harry Kane dalam Ballon d'Or 2026
-
champions 27 Oktober 2026 15:34Kacang Tidak Lupa Kulit! Ada Tottenham di Pidato Kemenangan Ballon d'Or Harry Kane!
-
champions 27 Oktober 2026 13:02Thomas Tuchel Kirim Pesan untuk Harry Kane usai Raih Ballon d'Or 2026
-
champions 27 Oktober 2026 12:59Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Ingin Jadi Inspirasi bagi Generasi Berikutnya
SOROT
-
Liputan6 30 Oktober 2026 06:30Taktik Sudaryono Tutup Celah Rasuah BGN hingga MBG
-
Liputan6 29 Oktober 2026 22:11Prabowo Segera Resmikan 1.413 Titik Listrik Desa
-
Liputan6 29 Oktober 2026 21:45Rincian Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games dari Prabowo
-
Liputan6 29 Oktober 2026 20:23Kubu Gibran Tunjukkan Riwayat Pendidikan, Penggugat Soroti Bukti Penyetaraan
-
Liputan6 29 Oktober 2026 19:55Prabowo Sebut Olahraga Jadi Simbol Kehormatan Bangsa
-
Liputan6 29 Oktober 2026 19:39Momen Massa Trisakti Bakar Flare Sebelum Bubarkan Diri
MOST VIEWED
Kacang Tidak Lupa Kulit! Ada Tottenham di Pidato Kemenangan Ballon d'Or Harry Kane!
Kylian Mbappe Sempat Pimpin Voting Ballon d'Or 2026, tetapi Kalah Tipis dari Harry Kane
PSG Pertahankan Gelar Men's Club of the Year di Ballon d'Or 2026
Thomas Tuchel Kirim Pesan untuk Harry Kane usai Raih Ballon d'Or 2026
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385345/original/080698200_1793254600-IMG_1193.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309734/original/019415900_1785244482-1000390994.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385897/original/098515500_1793278230-IMG-20261029-WA0170.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385915/original/075393800_1793280225-IMG_0682.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385893/original/039717800_1793277580-254265.jpg)
