FOLLOW US:


4 Suksesor Sir Alex Ferguson di MU, Siapa yang Paling Boros?

19-11-2020 11:21

 | Aga Deta

4 Suksesor Sir Alex Ferguson di MU, Siapa yang Paling Boros?
Sir Alex Ferguson © AFP

Bola.net - Manchester United berpisah dengan Sir Alex Ferguson pada 2013. Pria asal Skotlandia itu memutuskan pensiun dari dunia sepak bola setelah mempersembahkan 38 trofi untuk Setan Merah.

Empat manajer datang silih berganti setelah Sir Alex Ferguson pensiun. Mereka adalah David Moyes, Louis van Gaal, Jose Mourinho, dan yang kini masih melatih, Ole Gunnar Solskjaer.

Sebanyak 37 pemain dibeli. Akan tetapi baru tiga trofi saja yang mampir ke lemari piala di Old Trafford. Gelar itu adalah Piala FA, Piala Liga, dan Liga Europa.

Musim 2020/2021 tampaknya bakal jadi musim buruk lagi buat Manchester United. Padahal, Solskjaer sudah mendatangkan Amad Diallo, Alex Telles, dan Facundo Pellistri dengan total 75 juta pounds.

Solskjaer tak perlu malu-malu amat. Sebab manajer-manajer sebelumnya juga belanja banyak, namun hanya tiga trofi saja yang berhasil didapat dari tujuh musim belakangan.

Jangan salah, sebab rival sekotanya, Manchester City, juga jorjoran soal transfer, yakni sudah 1,2 miliar pounds dalam tujuh musim terakhir. Akan tetapi, mereka sanggup meraih tiga gelar Liga Inggris, dua Piala FA, dan lima Piala Liga.

Bicara soal transfer gagal, toh, Sir Alex Ferguson juga pernah blunder. Bebe misalnya, jadi contoh betapa setiap manajer hebat pasti pernah melakukan kesalahan transfer.

Satu hal yang mesti kita amini, sejak 2013, dengan Ed Woodward sebagai 'supervisor', strategi transfer Manchester United memang layak dikritik.

Lantas, siapa manajer Manchester United paling boros dan gagal sejak Sir Alex Ferguson pensiun tujuh tahun lalu?

1 dari 4

David Moyes (2013-2014)

David Moyes (2013-2014)
David Moyes © AFP

Moyes mendapat status 'The Chosen One' alias orang terpilih untuk menggantikan Ferguson. Sayangnya, 10 bulannya sebagai manajer Manchester United terbukti menjadi bencana yang tak tanggung-tanggung.

Karier eks manajer Everton yang kini menangani West Ham United itu terbilang sangat buruk. Tekanan sebagai pewaris Sir Alex Ferguson seakan memberatkannya membangun dinasti baru di Old Trafford.

Saat itu, United mencoba merekrut Gareth Bale, Cesc Fabregas, Toni Kroos, Sami Khedira, Mesut Ozil dan Luka Modric. Namun semua menemui jalan buntu.

Alih-alih, David Moyes malah mendatangkan Marouane Fellaini si 'Anak Kesayangan Moyes' di Everton. Sebanyak 29 juta pounds keluar dari saku Manchester United.

Pada Januari 2014, Moyes mendatangkan Juan Mata dari Chelsea dengan nilai 40 juta pounds. Baik Mata dan Fellaini tetap menjadi bagian manajer penggantinya, Louis van Gaal. Bahkan Mata masih bermain untuk United hingga kini.

Akhir musim 2013/2014, David Moyes dipecat. Manchester United finis di peringkat ke tujuh klasemen akhir Liga Inggris.

Pemain yang dibeli (di luar pemain yang dipinjam atau didapat secara gratis):

Marouane Fellaini (Everton, 29 juta pounds); Juan Mata (Chelsea, 40 jua pounds)

2 dari 4

Louis van Gaal (2014-2016)

Louis van Gaal (2014-2016)
Louis Van Gaal © AFP

Dengan tekad untuk mengeluarkan banyak uang untuk kembali ke Liga Champions, kekuatan Louis van Gaal sebagai manajer baru dan keahlian seni transfer pemain, United lebih sukses di bursa transfer musim panas 2014.

Mereka menghabiskan 175 juta pounds untuk membangun kembali skuad sesuai dengan keinginan Van Gaal. Di antaranya pembelian sebesar 67,5 juta pounds untuk bintang Argentina Angel Di Maria dari Real Madrid.

United juga membeli Luke Shaw dari Southampton seharga 33 juta pounds, Ander Herrera dari Athletic Bilbao seharga 32 juta pounds, Marcos Rojo dari Sporting Lisbon seharga 18 juta pounds dan Daley Blind dari Ajax seharga 15 juta pounds. Radamel Falcao juga bergabung dengan status pinjaman dari Monaco.

Moyes sebenarnya sudah tertarik mendatangkan Herrera, tapi terhalang dengan klausul pembelian mencapai 30,5 juta pounds, hanya berbeda sedikit dengan Marouane Fellaini.

Angel Di Maria, dilansir dari Daily Mail, disebut-sebut ditawarkan langsung oleh Real Madrid. Manchester United kala itu menganggap 'akan sayang' jika dilewatkan begitu saja.

Bisa dibilang, hanya Herrera dan Blind saja yang terbukti bermain apik. Sebab Falcao dan Di Maria gagal menampilkan performa menawan selama semusim.

Louis van Gaal, meski gagal memberikan gelar juara Liga Inggris pada musim perdananya, sukses mengantarkan Manchester United kembali ke Liga Champions. Manuver transfer klub makin gila-gilaan pada musim kedua Van Gaal.

Anthony Martial (54 juta pounds) dan Memphis Depay (30 juta pounds) diboyong. Lalu dua gelandang Morgan Schneiderlin dan Bastian Schweinsteiger dengan total 40 juta pounds, plus Matteo Darmian yang diangkut dengan biaya 16 juta pounds.

Hasilnya, Louis van Gaal hanya bisa memberikan satu gelar Piala FA, yang ironisnya, jadi gelar terakhirnya. Ia dipecat usai mengantarkan United juara.

Pemain yang dibeli (di luar pemain yang dipinjam atau didapat secara gratis):

Angel Di Maria (Real Madrid, 67 juta pounds); Luke Shaw (Southampton, 33,75 juta pounds); Ander Herrera (Athletic Bilbao, 32,4 juta pounds); Marcos Rojo (Sporting Lisbon, 18 juta pounds); Daley Blind (Ajax, 15.75 juta pounds); Anthony Martial (Monaco, 54 juta pounds plus bonus); Morgan Schneiderlin (Southampton, 31,5 juta pounds); Memphis Depay (PSV Eindhoven, 30,6 juta pounds); Matteo Darmian (Torino,16,2 juta pounds); Bastian Schweinsteiger (Bayern Munich, 8,1 juta pounds)

3 dari 4

Jose Mourinho (2016-2018)

Jose Mourinho (2016-2018)
Paul Pogba dan Jose Mourinho © AFP

Ketika Mourinho tiba pada musim panas 2016, tampaknya United akhirnya mendapatkan pria yang mereka inginkan pasca Ferguson dan akan kembali menjadi Manchester United sedia kala.

Total 166 juta pounds selama beberapa minggu pertama, terutama kembalinya Paul Pogba dari Juventus dengan rekor 89 juta pounds, niat sekali, bukan?

United juga mengontrak Henrikh Mkhitaryan seharga 30 juta pounds dan Eric Bailly dengan harga yang hampir sama. Penandatanganan Zlatan Ibrahimovic gratis tapi yang pasti meningkatkan gaji.

Itu adalah awal yang cukup menggembirakan. Mourinho memenangkan Piala Liga dan Liga Europa, mengembalikan United ke Liga Champions.

Akan tetapi, Paul Pogba dianggap belum sesuai dengan harga mahal yang dikeluarkan Manchester United.

Bailly lebih banyak dirundung cedera, sementara Mkhitaryan tidak cocok di tim Mourinho dan akhirnya menjadi bagian dari kesepakatan pertukaran untuk Alexis Sanchez. 28 gol Ibrahimovic di musim 2016-2017 mungkin membuatnya memenuhi syarat sebagai yang paling sukses dari semuanya.

Didukung oleh dua trofi tersebut, Mourinho mendesak pengeluaran yang lebih besar lagi menjelang musim 2017-2018.

Romelu Lukaku dibeli dengan harga mencapai 75 juta pounds dari Everton. Lalu ada Nemanja Matic seharga 40 juta pounds dari klub lama Mourinho, Chelsea. Jangan lupakan juga Victor Lindelof yang diangkut dengan dana 31,5 juta pounds.

Lalu ada Sanchez, tentu saja, yang datang dari Arsenal pada Januari 2018 dengan gaji menggelikan mendekati 500.000 per pekan.

Hanya Matic yang sukses di United. Ia bahkan masih bertahan hingga sekarang karena peran pentingnya di lini tengah.

Lukaku mencetak 27 gol di musim pertamanya tetapi pergi ke Inter Milan karena dia tidak cocok dengan pola Ole Gunnar Solskjaer di lini depan.

Lindelof tidak pernah terlihat sebagai pemain yang pantas berseragam United. Sanchez apalagi. Dia malah dicap sebagai pemain gagal.

Meskipun United finis kedua di Liga Premier, Mourinho juga melakukan sejumlah blunder transfer. Yang pertama adalah Fred.

Manchester United membeli Fred dengan dana mencapai 53 juta pounds pada musim panas 2018. Sayang, ia tampil mengecewakan meski pada musim ini mulai terlihat kualitas aslinya.

Pemain yang dibeli (di luar pemain yang dipinjam atau didapat secara gratis):

Paul Pogba (Juventus, 89 juta pounds); Henrikh Mkhitaryan (Borussia Dortmund, 30 juta pounds); Eric Bailly (Villarreal, 30 juta pounds); Romelu Lukaku (Everton, 75 juta pounds); Nemanja Matic (Chelsea, 40 juta pounds); Victor Lindelof (Benfica, 31,5 juta pounds); Matej Kovar; Fred (Shakhtar Donetsk, 52 juta pounds); Diogo Dalot (Porto, 19,8 juta pounds); Lee Grant (Stoke City,1,5 juta pounds)

4 dari 4

Ole Gunnar Solskjaer (2018 - sekarang)

Ole Gunnar Solskjaer (2018 - sekarang)
Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer. © AP Photo

Penunjukan Solskjaer seakan mendorong perubahan kebijakan transfer United. Selain posisi yang bermasalah, fokusnya akan tertuju pada pemain muda berbakat yang akan menjadi masa depan klub pada tahun-tahun mendatang.

Namun demikian, tetap saja United seakan gatal ingin belanja pemain dengan dana besar, Harry Maguire misalnya, dibeli dengan dana mencapai 80 juta pounds.

Aaron Wan-Bissaka, 50 juta pounds dari Crystal Palace, telah melakukannya dengan sangat baik sementara Daniel James, 16 juta pounds dari Swansea, berhasil membayar tuntas kepercayaan klub.

Penandatanganan Bruno Fernandes pada bulan Januari dengan uang panjer senilai 47 juta pounds jadi kartu sakti Manchester United sejak pertengahan musim lalu.

Musim 2020/2021, datang masalah baru. Manchester United mengincar banyak nama, namun hanya beberapa saja yang berhasil dibeli. Mereka menginginkan Jadon Sancho, Erling Haaland, Gareth Bale, hingga Sergio Reguillon.

Alih-alih, Solskjaer justru mendapatkan Donny van de Beek. Selain itu ada Alex Telles. Akan tetapi, baru Telles saja yang dinilai bisa memberikan pengaruh banyak.

Edinson Cavani tidak bisa masuk hitungan karena didapat secara gratis, sama seperti Facundo Pellistri. Sementara Amad Diallo baru akan bergabung pada Januari 2021 dari Atalanta.

Pemain yang dibeli (di luar pemain yang dipinjam atau didapat secara gratis):

Harry Maguire (Leicester City, 80 juta pounds); Aaron Wan-Bissaka (Crystal Palace, 50 juta pounds); Daniel James (Swansea City, 18 juta pounds); Bruno Fernandes (Sporting Lisbon, 67 juta pounds); Donny van de Beek (Ajax, 39 juta pounds); Alex Telles (Porto, 13,5 juta pounds; Amad Diallo (Atalanta, 18,9 juta pounds - baru bergabung pada Januari 2021)

Disadur dari: Bola.com/Penulis Gregah Nurikhsani
Published: 19 November 2020