5 Pelajaran dari Comeback Manchester City atas Southampton di Semifinal FA Cup

5 Pelajaran dari Comeback Manchester City atas Southampton di Semifinal FA Cup
Pemain Manchester City, Mateo Kovacic, berduel pemain Southampton, Finn Azaz, dalam laga semifinal FA Cup, Sabtu (25/4/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Kin Cheung

Bola.net - Manchester City menunjukkan karakter kuat saat membalikkan keadaan melawan Southampton di semifinal FA Cup. Kemenangan ini memastikan langkah mereka ke partai final setelah duel ketat.

Southampton sempat unggul lebih dulu lewat gol indah Finn Azaz di babak kedua. Namun City merespons cepat melalui Jeremy Doku dan Nico Gonzalez.

Pertandingan di Wembley berlangsung dengan dominasi penguasaan bola dari Manchester City. Meski begitu, Southampton tampil disiplin dan mampu menahan tekanan cukup lama.

Perubahan tempo di babak kedua menjadi titik balik bagi tim asuhan Pep Guardiola. Intensitas serangan yang meningkat akhirnya membuahkan hasil.

Dari laga ini, ada sejumlah pelajaran penting yang bisa diambil. Berikut lima hal utama dari kemenangan dramatis Manchester City.

1. Kualitas Taktik Eckert Mulai Terlihat

1. Kualitas Taktik Eckert Mulai Terlihat

Pemain Southampton, Caspar Jander, berduel dengan pemain Manchester City, Rayan Ait-Nouri, dalam laga semifinal FA Cup, Sabtu (25/4/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Alastair Grant

Pada awal musim, nama Tonda Eckert belum banyak dikenal oleh penggemar sepak bola. Pelatih berusia 33 tahun itu awalnya datang untuk menangani tim U-21 Southampton.

Namun situasi berubah cepat setelah ia mendapat kesempatan di tim utama. Ia mengisi kekosongan setelah pemecatan Will Still dan langsung memberi dampak besar pada performa tim.

Meski sebelumnya kurang dikenal, Eckert memiliki pengalaman melatih di berbagai klub. Ia pernah menimba ilmu di sistem Red Bull, Bayern Munich, Barnsley, dan Genoa.

Kemampuan taktiknya mulai mendapat sorotan setelah Southampton menang 2-1 atas Arsenal di perempat final. Hal serupa juga terlihat di Wembley saat timnya mampu membatasi peluang Manchester City dengan sangat baik.

Pertandingan Selanjutnya
Premier League Premier League | 5 Mei 2026
Everton Everton
02:00 WIB
Man City Man City

2. Foden Kembali Kurang Maksimal

2. Foden Kembali Kurang Maksimal

Pemain Manchester City, Phil Foden (kiri), berebut bola dengan pemain Southampton, Cam Bragg, dalam laga semifinal FA Cup, Sabtu (25/4/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Kin Cheung

Phil Foden kembali gagal menunjukkan performa terbaiknya dalam pertandingan ini. Ia masih berusaha menarik perhatian Thomas Tuchel demi kembali ke skuad tim nasional Inggris.

Persaingan di klub juga semakin ketat setelah kedatangan Rayan Cherki. Situasi ini membuat peran Foden di Manchester City mulai terpinggirkan.

Saat mendapat kesempatan tampil sebagai starter di Wembley, ia tidak mampu memberikan dampak signifikan. Pertahanan rapat Southampton membuat ruang geraknya sangat terbatas.

Tekanan dari pemain seperti Jander dan Cameron Bragg semakin menyulitkannya sepanjang laga. Foden akhirnya ditarik keluar pada menit ke-58 dan peluangnya menuju Piala Dunia semakin menipis.

3. Manchester City Diuji oleh Strategi Bertahan Lawan

3. Manchester City Diuji oleh Strategi Bertahan Lawan

Pemain Manchester City merayakan gol dalam laga semifinal FA Cup melawan Southampton di Manchester, Inggris, Sabtu (25/4/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Kin Cheung

Southampton datang dengan rencana permainan yang jelas dalam pertandingan ini. Mereka sadar Manchester City akan mendominasi penguasaan bola sejak awal laga.

Strategi yang digunakan mirip dengan saat menghadapi Arsenal di perempat final. Mereka bermain bertahan, tetap terorganisir, dan mengandalkan serangan balik.

Meski kehilangan beberapa pemain kunci seperti Ryan Manning, Flynn Downes, dan Jack Stephens, performa tim tetap solid. Absennya pemain utama tidak terlalu terlihat dalam jalannya pertandingan.

Wellington tampil baik di sisi kiri pertahanan dalam duel satu lawan satu. Sementara Nathan Wood dan Jander menunjukkan kontribusi besar dalam menjaga keseimbangan tim.

4. Momentum Cepat Mengubah Segalanya

4. Momentum Cepat Mengubah Segalanya

Pemain Manchester City, Jeremy Doku, merayakan gol yang dicetaknya dalam laga semifinal FA Cup melawan Southampton, Sabtu (25/4/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Manchester City mendominasi jalannya pertandingan sepanjang babak pertama. Namun momen kejutan datang dari Finn Azaz yang mengubah suasana laga.

Gol tersebut berawal dari kerja keras Jander yang merebut bola di lini tengah. Azaz kemudian berputar dan melepaskan tembakan melengkung yang tidak mampu dihentikan James Trafford.

Gol itu membuat sebagian besar penonton di Wembley bersorak. Southampton sempat berada di atas angin setelah keunggulan tersebut.

Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Hanya tiga menit berselang, tembakan Jeremy Doku mengenai James Bree dan berbelok masuk ke gawang.

5. Gol Roket Gonzalez Jadi Penentu

5. Gol Roket Gonzalez Jadi Penentu

Pemain Manchester City, Matheus Nunes, memeluk Nico Gonzalez yang mencetak gol dalam laga semifinal FA Cup kontra Southampton, Sabtu (25/4/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Kin Cheung

Southampton tampil disiplin dengan bertahan dalam dan menyerap tekanan sepanjang laga. Mereka mampu meredam serangan Manchester City dalam banyak momen.

Situasi tampak terkendali ketika gelandang bertahan Nico Gonzalez membawa bola ke depan. Pada awalnya, ancaman tersebut tidak terlihat berbahaya bagi lini pertahanan lawan.

Namun Gonzalez melepaskan tembakan keras yang meluncur ke sudut atas gawang. Kiper Daniel Peretz tidak memiliki peluang untuk menghentikan bola tersebut.

Gol itu menjadi penentu kemenangan dalam pertandingan semifinal ini. Tembakan spektakuler tersebut layak menjadi momen yang memastikan hasil akhir laga.