
Bola.net - Manchester United kembali menelan kekecewaan. Pada momen satu tahun sejak laga perdana Ruben Amorim memimpin Setan Merah, United justru tumbang 0-1 dari Everton di Old Trafford, Selasa (25/11/2025) dini hari WIB.
Gol tunggal Kiernan Dewsbury-Hall di pertengahan babak pertama menjadi pembeda, memutus catatan lima laga beruntun tanpa kekalahan milik United.
Ironisnya, United menghabiskan sebagian besar pertandingan dengan keunggulan jumlah pemain setelah Idrissa Gueye dikartu merah karena insiden aneh, menyikut rekan setimnya sendiri, Michael Keane.
Namun superioritas itu tak cukup membantu United menghindari kekalahan. Berikut lima hal yang bisa dipetik dari laga ini:
Joshua Zirkzee Gagal Manfaatkan Peluang Emas

Dengan absennya Benjamin Sesko dan Matheus Cunha akibat cedera, Ruben Amorim terpaksa merombak lini serang.
Joshua Zirkzee yang selama ini jarang mendapat menit bermain akhirnya dipercaya sebagai starter. Sayangnya, kesempatan besar itu tak dimaksimalkannya.
Penyerang 24 tahun tersebut terlihat kurang tajam, sering terlambat mengambil keputusan, dan gagal menjadi pembeda saat United membutuhkan sosok pemecah kebuntuan.
Alih-alih membuktikan kualitasnya, Zirkzee justru menyisakan lebih banyak keraguan.
Eksperimen Amad Diallo di Posisi Nomor 10 Kurang Efektif

Amorim mencoba formula baru dengan menggeser Amad Diallo dari posisi sayap kanan menjadi gelandang serang. Tidak hanya itu, ia juga ditempatkan di sisi kiri untuk memberi ruang bagi Bryan Mbeumo di kanan.
Hasilnya? Lini serang United tampak tidak seimbang. Meski Amad sesekali menunjukkan kreativitas, perpindahan posisinya justru membuat alur serangan kurang terstruktur.
Tak heran, Amorim langsung mengubah skema tersebut saat turun minum. Eksperimen yang kemungkinan besar tidak akan diulang.
Kembalinya Lisandro Martinez Jadi Angin Segar

Kabar baik setidaknya datang dari sektor pertahanan. Lisandro Martinez, yang sudah lama menepi, akhirnya kembali masuk skuad usai berlatih bersama tim nasional Argentina selama jeda internasional.
Amorim menyebut Martinez “hampir siap” untuk comeback, dan sang bek sudah kembali mengisi bangku cadangan.
Dengan jadwal padat di bulan-bulan mendatang, kehadiran sang juara Piala Dunia tentu menjadi tambahan penting bagi United, baik dari segi kualitas maupun pengalaman.
Skema 3 Bek Amorim Mulai Dipertanyakan

Selama setahun memimpin Manchester United, Amorim konsisten dengan formasi 3-4-2-1. Konsistensi itu sering dipuji, namun kini juga banyak dikritik karena dianggap terlalu kaku.
Menghadapi Everton yang bermain dengan 10 pemain, United tetap mempertahankan tiga bek tanpa banyak penyesuaian. Komentator Gary Neville bahkan menyayangkan kurangnya agresivitas Luke Shaw untuk naik membantu serangan dari posisi bek kiri.
Keputusan mempertahankan skema tersebut kembali memicu diskusi: apakah fleksibilitas taktik seharusnya mulai dipertimbangkan?
Penyelesaian Akhir Man United Masih Jadi Masalah Besar

Masalah klasik musim ini kembali muncul: finishing yang buruk. Data pertandingan menunjukkan kontras yang mencolok.
Everton hanya melepaskan tiga tembakan dan mencetak gol dari satu-satunya shot on target. Sementara itu, United melepaskan 20 tembakan tanpa satu pun yang berbuah gol.
Jordan Pickford memang tampil solid, tetapi ketidakmampuan para pemain United memanfaatkan peluang adalah persoalan yang tak bisa lagi dianggap kebetulan.
Sumber: United In Focus
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 11 April 2026 22:55 -
Liga Inggris 11 April 2026 21:34
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 11 April 2026 23:14 -
Liga Italia 11 April 2026 22:57 -
Liga Inggris 11 April 2026 22:55 -
Liga Italia 11 April 2026 22:42 -
Liga Italia 11 April 2026 22:19 -
Liga Spanyol 11 April 2026 21:49
MOST VIEWED
- Scholes Minta Man United Bersih-bersih Besar: 9 Pemain Harus Pergi, Siapa Saja yang Masuk Daftar?
- Manchester United Dapat Berkah Kemenangan Arsenal atas Sporting CP: Tiket Liga Champions Makin Dekat dari Genggaman
- Gak Terlalu Mahal! Segini Harga Pemain Timnas Jerman Incaran MU Ini
- Akhir Sebuah Era! Susul Salah, Andrew Robertson Resmi Tinggalkan Liverpool Setelah 9 Tahun Penuh Trofi
HIGHLIGHT
- 5 Calon Pelatih Baru Chelsea Jika Liam Rosenior Di...
- 5 Alternatif Marcus Rashford untuk Barcelona, dari...
- Tottenham Menyusul? 6 Kasus Degradasi Paling Menge...
- 5 Suksesor Mohamed Salah di Liverpool: Yan Diomand...
- 6 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Baru Mohamed Salah...
- 4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Lev...
- 5 Mega Transfer yang Wajib Dipantau pada Musim Pan...
















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553298/original/037216500_1775928502-WhatsApp_Image_2026-04-12_at_00.19.35.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553279/original/034157400_1775927156-14431.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553278/original/095563000_1775926435-WhatsApp_Image_2026-04-11_at_23.05.21.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553258/original/062272500_1775925006-WhatsApp_Image_2026-04-11_at_23.05.22.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553252/original/026821200_1775924021-WhatsApp_Image_2026-04-11_at_23.05.47.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553246/original/031331300_1775922525-IMG-20260411-WA0019.jpg)

