
Bola.net - Pertandingan antara Manchester United dan Ipswich Town yang berlangsung di Old Trafford pada 27 Februari 2025 menyuguhkan drama menarik. Dalam laga lanjutan Premier League tersebut, statistik menunjukkan keunggulan dan kelemahan masing-masing tim.
Manchester United, meskipun memiliki catatan head-to-head yang lebih baik, harus berjuang keras untuk meraih kemenangan tipis 3-2 atas Ipswich Town. MU menang meskipun Patrick Dorgu menerima kartu merah pada menit ke-43.
Manchester United mencatatkan hasil yang lebih baik dalam pertemuan sebelumnya dengan Ipswich, namun performa terakhir mereka menunjukkan adanya inkonsistensi. MU juga masih berada di peringkat ke-14 klasemen dengan 33 poin.
Sementara, bagi Ipswich, kemenangan ini membuat jalan mereka untuk lolos dari degradasi bakal makin sulit. Saat ini, Ipswich berada di peringkat ke-18 dengan raihan 17 poin. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.
Statistik MU vs Ipswich Town

Bermain dengan 10 orang sejak menit akhir babak pertama membuat MU lebih banyak bertahan. MU juga tidak banyak menguasai bola dan punya penguasaan bola 44 persen saja. Sementara, akurasi umpan mereka adalah 82 persen.
Namun, di lini serang, MU cukup mengancam dengan 10 shots dan enam on target yang diciptakan. MU juga punya minimal dua peluang berbahaya.
Sementara, dengan penguasaan bola hingga 56 persen, Ipswich Town hanya mampu bikin tiga shots on target dari 12 upaya yang dilepaskan. Ipswich Town sulit menembus low-block dan kewalahan dengan serangan balik MU.
Sepanjang laga, Ipswich Town melakukan 16 kali pelanggaran. Sedangkan, MU hanya melakukan sembilan pelanggaran walau lebih sering ditekan. Nah, banyaknya pelanggaran itu jadi bumerang bagi Ipswich karena MU bikin tiga gol dari bola mati.
Bola Mati jadi Senjata Manchester United

Jika diperhatikan, ketiga gol MU ke gawang Ipswich Town berasal dari skema yang sama yakni bola mati. Ternyata, ini adalah skema yang memang sengaja dirancang dan terus diperbaiki oleh manajer Ruben Amorim di MU.
"Ada satu hal yang saya rasakan di sini benar-benar berbeda dibandingkan jika Anda bermain di luar negeri, kontak dengan para pemain bertahan, terutama dengan para penjaga gawang," kata Ruben Amorim.
"Jadi kami beradaptasi, dan saya pikir kami meningkatkan cara kami bertahan tetapi juga cara kami menyerang bola mati, dan seperti hari ini, mengubah permainan," tegasnya.
Klasemen Premier League 2024/2025
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 2 Januari 2026 11:03Chelsea Pecat Enzo Maresca, Julukan Klub dengan Manajemen Terburuk Menggema
-
Liga Inggris 2 Januari 2026 10:14 -
Liga Inggris 2 Januari 2026 10:14 -
Liga Inggris 2 Januari 2026 09:00
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 2 Januari 2026 11:03 -
Liga Inggris 2 Januari 2026 10:14 -
Liga Inggris 2 Januari 2026 10:14 -
News 2 Januari 2026 09:48 -
Liga Inggris 2 Januari 2026 09:40 -
Piala Dunia 2 Januari 2026 09:11
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
- 3 Pemain Terbaik Dunia Versi Luka Modric: Lamine Y...
- 5 Pemain yang Bisa Dibidik Liverpool di Januari Ji...
- Salah hingga Drogba, 7 Pemain Terhebat yang Tak Pe...
- 4 Pelatih yang Bisa Diboyong Chelsea jika Enzo Mar...
- 10 Pemain dengan Gaji Termahal di Piala Afrika 202...
- 4 Opsi Transfer Darurat Manchester United Usai Bru...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...













:strip_icc()/kly-media-production/medias/5460861/original/041455700_1767325353-WhatsApp_Image_2026-01-02_at_10.23.30.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4127832/original/025254300_1660804798-Halte_Gelora_Bung_Karno_Beroperasi_Kembali-Herman_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1817915/original/035499500_1514865744-20180102-IHSG-FF1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5460775/original/054210500_1767305094-sunderland-vs-man-city-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5460757/original/069247200_1767283057-20260101_212644_YouTube.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5441634/original/034864300_1765513701-1000646600.jpg)

