
Bola.net - Musim 2025/2026 berubah menjadi mimpi buruk bagi Liverpool. Hanya setahun setelah merayakan gelar Premier League, The Reds kini tampil jauh dari kata meyakinkan dan menutup musim dengan sederet hasil mengecewakan.
Kekalahan 2-4 dari Aston Villa di Villa Park pada Sabtu (16/5/2026) dini hari WIB menjadi gambaran terbaru betapa rapuhnya Liverpool musim ini. Pertandingan yang seharusnya menjadi momentum mengamankan tiket Liga Champions justru berubah menjadi petaka setelah penampilan buruk di babak kedua.
Untuk kesekian kalinya, Liverpool terlihat kalah dalam intensitas permainan, organisasi tim, hingga mentalitas bertanding. Tim asuhan Arne Slot tampak mudah runtuh ketika menghadapi tekanan, sesuatu yang sangat kontras dibanding musim lalu saat mereka tampil dominan di Premier League.
Lalu, apa sebenarnya yang membuat Liverpool mengalami penurunan drastis musim ini?
Belanja Besar yang Tidak Tepat Sasaran

Musim panas lalu, Liverpool sempat dipuji karena dianggap “memenangi bursa transfer” setelah menghabiskan lebih dari 600 juta dolar untuk mendatangkan sejumlah pemain bintang. Nama-nama seperti Florian Wirtz dan Alexander Isak datang dengan ekspektasi besar.
Namun, sepak bola modern berkali-kali membuktikan bahwa kumpulan pemain hebat tidak otomatis menjamin kesuksesan.
Untuk membiayai transfer besar tersebut, Liverpool harus melepas beberapa pemain penting yang menjadi bagian dari kesuksesan musim lalu. Keputusan membiarkan Luis Diaz hengkang kini dianggap sebagai perjudian besar yang gagal. Selain itu, pemain pelapis seperti Jarell Quansah dan Darwin Nunez juga meninggalkan lubang dalam skuad yang tidak benar-benar terisi.
Liverpool juga kehilangan pengaruh besar dari Trent Alexander-Arnold, sementara tragedi wafatnya Diogo Jota menjadi pukulan emosional yang sulit diabaikan.
Alih-alih tetap menjadi tim kolektif yang solid, Liverpool kini terlihat seperti kumpulan individu yang bermain sendiri-sendiri. Dari tujuh rekrutan utama musim panas lalu, hanya Hugo Ekitike yang dianggap tampil konsisten.
Kebijakan transfer yang sebelumnya terkenal hati-hati dan terukur kini justru berubah menjadi bumerang.
Penurunan Drastis Mohamed Salah

Musim lalu, Mohamed Salah menjadi sosok utama di balik keberhasilan Liverpool menjuarai liga. Penyerang asal Mesir itu mencatatkan 29 gol dan 18 assist di Premier League, salah satu performa individu terbaik dalam sejarah kompetisi.
Namun musim ini performanya menurun drastis. Salah hanya mampu mencatatkan 13 kontribusi gol di liga, angka yang bahkan lebih buruk dibanding musim terendahnya bersama Liverpool sebelumnya.
Penurunan performa pemain berusia 33 tahun itu memang sudah diprediksi sebagian pihak. Namun yang membuat situasi semakin buruk adalah minimnya kontribusi pemain lain di lini depan.
Selain Ekitike, hampir tidak ada pemain Liverpool yang mampu tampil konsisten dalam urusan mencetak gol. Wirtz dan Isak bahkan hanya menghasilkan total 12 kontribusi gol di Premier League musim ini.
Ketergantungan Liverpool terhadap Salah akhirnya menjadi masalah besar ketika sang bintang tidak lagi tampil setajam biasanya.
Pertahanan yang Kehilangan Soliditas

Salah satu masalah terbesar Liverpool musim ini adalah buruknya lini belakang mereka.
Setelah kekalahan dari Aston Villa, Liverpool sudah kebobolan 52 gol di Premier League, jumlah tertinggi mereka dalam era kompetisi 38 pertandingan. Di semua ajang, mereka sudah kemasukan 77 gol, menjadi salah satu catatan terburuk klub di era Premier League.
Masalah itu tidak hanya berasal dari lini pertahanan, tetapi juga minimnya pressing dari lini depan dan lemahnya perlindungan lini tengah. Meski begitu, sorotan utama tetap mengarah ke sektor belakang.
Cedera yang terus dialami Alisson Becker membuat stabilitas tim terganggu. Performa Ibrahima Konaté juga jauh menurun di tengah rumor transfer yang terus beredar.
Sementara itu, Virgil van Dijk tampil jauh dari standar biasanya. Bek kiri anyar Milos Kerkez kesulitan beradaptasi, sedangkan posisi bek kanan menjadi titik lemah sepanjang musim akibat kombinasi cedera dan performa buruk pemain yang tersedia.
Ketidakmampuan Slot memperbaiki organisasi pertahanan membuat Liverpool terlalu mudah ditembus lawan.
Intensitas Permainan Menghilang

Era Jürgen Klopp identik dengan gegenpressing, gaya bermain agresif yang mengandalkan tekanan tinggi untuk merebut bola secepat mungkin.
Namun di bawah Slot, Liverpool mencoba tampil lebih sabar dan mengandalkan kontrol permainan. Pergeseran gaya bermain itu ternyata membuat identitas Liverpool perlahan hilang.
Para pemain pekerja keras digantikan oleh pemain yang lebih mengandalkan teknik, tetapi perubahan tersebut justru mengurangi agresivitas dan energi tim.
Premier League adalah kompetisi yang menghukum tim dengan intensitas rendah. Liverpool musim ini terlalu mudah dilewati lawan, kurang kuat secara fisik, dan gagal memberikan tekanan konsisten kepada lawan.
Tidak mengherankan jika mereka berkali-kali tumbang menghadapi tim yang tampil lebih disiplin dan lapar.
Arne Slot Mulai Kehilangan Kepercayaan Publik

Kesabaran suporter Liverpool terhadap Arne Slot kini mulai habis. Gelar Premier League musim lalu memang memberinya kredit besar, tetapi performa musim ini membuat dukungan tersebut perlahan memudar.
Penurunan performa Liverpool sebenarnya sudah terlihat sejak Februari 2025. Alih-alih membaik, situasi justru terus memburuk dari pekan ke pekan.
Beberapa pemain penting mengalami kemunduran performa di bawah Slot. Selain Salah, pemain seperti Alexis Mac Allister, Cody Gakpo, dan Konaté tampil jauh di bawah standar musim lalu.
Hanya Dominik Szoboszlai yang dinilai mengalami peningkatan performa musim ini.
Masalah lain yang belum mampu diselesaikan Slot adalah lemahnya pertahanan saat situasi bola mati. Liverpool menjadi salah satu tim dengan jumlah kebobolan terbanyak dari skema set piece di Premier League musim ini.
Rangkaian penampilan buruk yang terus berulang membuat banyak pihak mempertanyakan kualitas latihan dan pendekatan taktik yang diterapkan Slot.
Meski bukan satu-satunya penyebab keterpurukan Liverpool, peran Slot dalam musim buruk ini tidak bisa diabaikan. Dengan banyaknya opsi pelatih berkualitas di pasaran, masa depan sang pelatih Belanda di Anfield mulai dipenuhi tanda tanya besar.
Klasemen Premier League 2025/2026
Jangan Lewatkan!
- Man City Juara FA Cup 2025/2026, Pep Guardiola Raih Trofi ke-20 Bersama The Citizens
- Mohamed Salah Semprot Liverpool, Sindir Arne Slot dan Minta The Reds Kembali ke 'Heavy Metal Football'
- Chelsea Bidik Kiper Rp1,17 Triliun, Xabi Alonso Siap Benahi Posisi Penjaga Gawang
- Liverpool Memang Tak Pernah Dekati Xabi Alonso, Lebih Pilih Tetap Bersama Arne Slot
- Xabi Alonso OTW ke Chelsea, Bukan Liverpool
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 1 November 2026 07:36Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
-
Liga Inggris 1 November 2026 06:36Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
-
Liga Inggris 1 November 2026 05:33Hasil Man City vs Brighton: The Citizens Tumbang 0-1 di Etihad
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 1 November 2026 08:28Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
-
Liga Italia 1 November 2026 08:21Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
-
Liga Italia 1 November 2026 08:03Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
-
Bundesliga 1 November 2026 07:54Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
-
Liga Italia 1 November 2026 07:45Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
-
Liga Inggris 1 November 2026 07:36Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
BERITA LAINNYA
-
inggris 1 November 2026 07:36Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
-
inggris 1 November 2026 07:06Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
-
inggris 1 November 2026 06:58Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
-
inggris 1 November 2026 06:36Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
-
inggris 1 November 2026 05:33Hasil Man City vs Brighton: The Citizens Tumbang 0-1 di Etihad
-
inggris 31 Oktober 2026 22:39Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
SOROT
-
Liputan6 31 Oktober 2026 00:27Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 23:40Naik Whoosh dari Cimahi, Prabowo Sapa Warga di Stasiun Halim
-
Liputan6 30 Oktober 2026 22:56Hadiah Istimewa Pramono untuk 10 Lurah Finalis Benyamin S Award
-
Liputan6 30 Oktober 2026 21:45Menteri Wihaji: Perbaiki Negara Dimulai dari Keluarga
-
Liputan6 30 Oktober 2026 20:48SMA Taruna Nusantara Kini Gratis, Prabowo Perluas Jadi 6 Kampus
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382303/original/097438400_1760576399-Chief_Executive_Officer__CEO__Danantara__Rosan_Perkasa_Roeslani_-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386841/original/019767400_1793378421-presidenri.go.id-30102026232744-6ae4c580aa9360.38613246-e1793377727603.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386830/original/012264700_1793375966-IMG_1430.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386812/original/083859800_1793371732-IMG_1252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386790/original/076408100_1793368092-28f33103-de2e-4df7-828d-659c9aef0269.jpg)

