Arsenal di Atas Angin! Tiga Faktor yang Bisa Gagalkan Manchester City Juara Premier League

Arsenal di Atas Angin! Tiga Faktor yang Bisa Gagalkan Manchester City Juara Premier League
Pemain Arsenal merayakan gol yang dicetak Viktor Gyokeres dalam pertandingan Premier League melawan Fulham, Sabtu (2/5/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Kin Cheung

Bola.net - Arsenal mengambil langkah besar menuju gelar Premier League pertama mereka dalam 22 tahun. Kemenangan meyakinkan 3-0 atas Fulham pekan lalu membuat pasukan Mikel Arteta kembali memegang kendali penuh dalam persaingan dengan Manchester City.

Situasi semakin menguntungkan bagi The Gunners setelah City gagal meraih kemenangan saat ditahan Everton 3-3. Dengan hanya tiga pekan tersisa sebelum musim berakhir pada 24 Mei, Arsenal kini unggul lima poin di puncak klasemen.

Momentum itu semakin terasa setelah Arsenal memastikan tiket ke final Liga Champions usai menyingkirkan Atletico Madrid. Atmosfer di Emirates Stadium yang sebelumnya tegang kini berubah total menjadi penuh keyakinan dan optimisme.

Arsenal Bangkit di Momen Krusial

Arsenal Bangkit di Momen Krusial

Pemain Arsenal merayakan kemenangan atas Fulham dalam pertandingan Premier League, Sabtu (2/5/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Kin Cheung

Beberapa pekan lalu, Arsenal sempat dianggap mulai kehilangan momentum setelah kalah 1-2 dari Manchester City. Bahkan kemenangan tipis 1-0 atas Newcastle United masih memperlihatkan tekanan besar yang dirasakan skuad Arteta.

Namun, situasi berubah drastis saat mereka menghadapi Fulham. Arsenal tampil jauh lebih lepas dan agresif dibanding laga-laga sebelumnya. Mereka langsung mengontrol pertandingan dan mencetak tiga gol sejak babak pertama.

Secara statistik, performa itu menjadi salah satu yang terbaik musim ini. Arsenal mencatat expected goals (xG) tertinggi mereka di Premier League musim ini dan untuk pertama kalinya sejak November 2024 mampu mencetak tiga gol di babak pertama pertandingan liga.

Bukayo Saka menjadi salah satu pemain paling menonjol. Winger timnas Inggris itu tampil tajam di sisi kanan dan berperan penting dalam gol pembuka Viktor Gyokeres sebelum mencetak gol keduanya sendiri lewat penyelesaian apik di tiang dekat.

Selain Saka, Myles Lewis-Skelly juga mencuri perhatian. Pemain berusia 19 tahun itu menjalani starter pertamanya di lini tengah musim ini dan tampil sangat matang dalam mengalirkan bola. Ia menjadi salah satu penghubung utama permainan Arsenal bersama Declan Rice dan Eberechi Eze.

Manchester City Mulai Kehilangan Stabilitas

Manchester City Mulai Kehilangan Stabilitas

Kapten Manchester City, Bernardo Silva (kanan) tampak kecewa setelah timnya bermain imbang 3-3 melawan Everton di Liga Inggris, 5 Mei 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Di sisi lain, Manchester City justru menunjukkan tanda-tanda mulai goyah. Hasil imbang 3-3 melawan Everton menghentikan tren enam kemenangan beruntun tim asuhan Pep Guardiola.

City sebenarnya tampil dominan di babak pertama. Mereka menguasai 76 persen penguasaan bola dan melepaskan 12 tembakan sebelum turun minum dengan keunggulan berkat gol Jeremy Doku.

Akan tetapi, pertahanan mereka mulai kehilangan konsentrasi setelah jeda. Kesalahan umpan dari Marc Guehi membuat Thierno Barry mampu mencuri gol penyama kedudukan untuk Everton.

Momentum pertandingan kemudian berubah sepenuhnya. Everton mulai bermain lebih agresif dan memanfaatkan kelemahan fisik lini belakang City. Jake O’Brien membawa tuan rumah unggul sebelum Merlin Rohl menambah gol lain dari skema serangan cepat.

Gol penyama kedudukan Doku pada menit ke-97 memang menjaga harapan City tetap hidup. Namun, hasil itu tetap terasa seperti kehilangan dua poin penting dalam fase krusial perebutan gelar.

Jadwal Arsenal Dinilai Lebih Menguntungkan

Jadwal Arsenal Dinilai Lebih Menguntungkan

Manajer Arsenal, Mikel Arteta memberikan instruksi di laga melawan Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Liga Champions, 30 April 2026 lalu. (c) AP Photo/Jose Breton

Selain faktor performa, Arsenal juga diuntungkan oleh jadwal pertandingan yang relatif lebih ringan dibanding Manchester City.

Berdasarkan peringkat kekuatan lawan versi Opta, Arsenal memiliki sisa jadwal termudah di Premier League. Tiga laga terakhir mereka akan menghadapi tim-tim yang saat ini berada di enam terbawah klasemen.

Meski begitu, tantangan tetap ada. Laga tandang melawan West Ham United diperkirakan menjadi ujian terberat Arsenal karena klub London Timur itu sedang berjuang keluar dari zona degradasi.

Meski demikian, Arsenal punya catatan tandang yang sangat baik ke London Stadium. Dua kunjungan terakhir mereka ke markas West Ham berakhir dengan kemenangan telak 5-2 dan 6-0.

Pada laga terakhir musim nanti, Arsenal juga akan bertandang ke Selhurst Park menghadapi Crystal Palace. Namun, Palace diperkirakan melakukan rotasi besar karena mereka akan memainkan final Conference League melawan Rayo Vallacano tiga hari setelahnya.

Manchester City Dihantui Jadwal Berat

Manchester City justru menghadapi situasi yang jauh lebih rumit. Selain harus memainkan laga tunda melawan Crystal Palace, mereka juga masih memiliki jadwal padat di berbagai kompetisi.

Laga melawan Palace akan digelar pada 13 Mei, hanya tiga hari sebelum City tampil di final FA Cup. Setelah itu, mereka harus bertandang ke markas Bournemouth yang saat ini berada di posisi keenam klasemen.

Akhir pekan ini pun tidak mudah bagi City karena mereka akan menghadapi Brentford, tim yang masih memiliki ambisi tampil di kompetisi Eropa musim depan.

Musim City kemudian ditutup dengan laga kandang melawan Aston Villa. Secara kualitas, Villa menjadi lawan tersulit tersisa bagi Guardiola. Namun, situasi pertandingan itu masih bergantung pada posisi Villa dalam perebutan tiket Liga Champions.

Jika target mereka sudah tercapai sebelum laga terakhir, tekanan terhadap City bisa sedikit berkurang. Namun, secara keseluruhan, jadwal yang dimiliki City tetap terlihat jauh lebih berat dibanding Arsenal.