
Bola.net - Arsenal memasuki fase krusial musim Premier League dengan posisi yang masih memimpin klasemen. Namun, jarak aman yang sempat terbentuk perlahan mulai tergerus oleh hasil-hasil yang tidak maksimal.
Dua hasil imbang beruntun, termasuk saat melawat ke markas tim juru kunci, memperlihatkan pola yang mulai mengkhawatirkan. Arsenal tidak hanya gagal menang, tetapi juga kehilangan poin dari situasi yang seharusnya bisa dikunci.
Dalam lima pertandingan terakhir, tujuh poin melayang dari genggaman. Di tengah ketatnya persaingan, situasi ini memunculkan pertanyaan besar tentang ketahanan mental dan ketajaman Arsenal di momen penentuan.
Keunggulan yang Tak Lagi Aman

Arsenal kembali kehilangan poin setelah ditahan imbang Wolves 2-2 di Molineux, meski sempat unggul dua gol. Hasil ini membuat mereka tercatat sebagai tim dengan kehilangan poin terbanyak ketiga dari posisi unggul di Premier League musim ini.
Secara konteks, laga tersebut seharusnya menjadi milik Arsenal. Wolves berada di dasar klasemen dengan sembilan poin, dan keunggulan 2-0 selepas menit ke-56 semestinya cukup untuk mengamankan kemenangan.
Namun, satu gol balasan membuka celah, sebelum penyama kedudukan di masa tambahan waktu meruntuhkan kendali Arsenal. Ini bukan insiden tunggal, melainkan kelanjutan dari tren yang mulai terlihat dalam beberapa pekan terakhir.
Dalam lima laga terakhir, Arsenal hanya menang dua kali dan gagal mengamankan hasil di tiga pertandingan lain. Tujuh poin hilang dari posisi unggul menjadi sinyal bahwa keunggulan tidak lagi identik dengan kontrol penuh.
Fondasi Kuat, Serangan Terbatas

Sepanjang musim, Arsenal membangun persaingan gelar lewat disiplin bertahan dan efisiensi. Pendekatan ini sering kali cukup untuk mengamankan kemenangan tipis, terutama lewat bola mati.
Namun, ketergantungan pada pendekatan defensif membatasi konsistensi peluang di sepertiga akhir. Ketika margin gol tipis, satu momen dari lawan kerap cukup untuk mengubah hasil.
Pertandingan-pertandingan dengan skor rendah memperbesar risiko kehilangan poin. Arsenal tidak selalu punya ruang untuk kesalahan kecil, terutama saat gagal mematikan laga lebih awal.
Situasi ini terlihat jelas saat menghadapi Wolves, ketika Arsenal unggul tetapi gagal mengontrol tempo dan emosi permainan. Lawan yang tertekan justru menemukan ruang untuk bangkit.
Tekanan Mental di Tahap Penentuan
Dengan 58 poin, Arsenal masih unggul lima poin atas Manchester City, tetapi sang juara bertahan masih memiliki satu laga dan pertemuan langsung di Etihad Stadium. Keunggulan klasemen kini terasa rapuh.
Sejarah juga menambah beban psikologis. Tiga musim terakhir sebagai runner-up, dua di antaranya di bawah Pep Guardiola, menjadi bayang-bayang yang sulit dihindari.
Mikel Arteta mengakui timnya pantas menerima kritik setelah performa yang menurun. Ia menekankan bahwa jawaban hanya bisa diberikan lewat reaksi di lapangan, bukan pernyataan.
Ujian berikutnya datang cepat, dengan derbi London melawan Tottenham dan Chelsea. Di fase ini, setiap kehilangan poin berpotensi menggeser kendali perburuan gelar dari tangan Arsenal.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 19 Februari 2026 12:24Statistik Buruk Viktor Gyokeres, Haruskah Arsenal Mulai Khawatir?
-
Liga Inggris 19 Februari 2026 11:42Arsenal Mulai Tersendat: Tujuh Poin Hilang, Alarm Bahaya di Puncak Premier League
-
Liga Inggris 19 Februari 2026 10:42Arsenal Gagal Menang, Arteta: Harga Kecerobohan yang Harus Dibayar
LATEST UPDATE
-
Otomotif 19 Februari 2026 13:17 -
Tim Nasional 19 Februari 2026 12:55 -
Bola Indonesia 19 Februari 2026 12:54 -
Bola Indonesia 19 Februari 2026 12:52 -
Bundesliga 19 Februari 2026 12:47 -
Liga Inggris 19 Februari 2026 12:24
MOST VIEWED
- Manchester United Siap Kejutkan Dunia dengan Bajak Alexis Mac Allister dari Liverpool
- Rumor Transfer Mengguncang Premier League: Martin Odegaard Disebut Siap Tinggalkan Arsenal, MU Mengintai
- Manchester United Pulangkan Scott McTominay di Musim Panas 2026?
- Hasil Drawing Piala FA 2025/2026: Arsenal Dapat Lawan 'Ringan', Man City Tantang Newcastle di Duel Panas
HIGHLIGHT
- 7 Klub Tujuan Cristian Romero Jika Hengkang dari T...
- Starting XI Pemain Gratisan Siap Direkrut: Dari Se...
- 7 Pemain Italia di Manchester United: Akankah Sand...
- 5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane...
- 5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey A...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...












:strip_icc()/kly-media-production/medias/5506419/original/024167400_1771463030-IMG_5224.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5507024/original/044664300_1771481725-IMG_20260219_114554.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5506996/original/098073100_1771480890-Relawan__TNI-Polri_Gotong_Royong_Bersihkan_Sisa_Banjir_dan_Longsor_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5506649/original/000018600_1771473527-WhatsApp_Image_2026-02-19_at_10.36.40__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5370936/original/026561000_1759593559-AP25277532542239.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5506906/original/064304800_1771479624-Penyintas_korban_banjir_Aceh_salat_tarawih_perdana_di_surau.jpeg)

