Arsenal Raja Bola Mati, Chelsea Terkapar karena Disiplin Buruk di Derbi London

Arsenal Raja Bola Mati, Chelsea Terkapar karena Disiplin Buruk di Derbi London
Duel sengit Martin Zubimendi dan Enzo Fernandez dalam laga Liga Inggris antara Chelsea vs Arsenal di Emirates Stadium, 1 Maret 2026 (c) AP Photo/Alastair Grant

Bola.net - Derbi London antara Arsenal dan Chelsea kembali menghadirkan drama di Emirates Stadium, Minggu (1/3/2026) malam WIB. Laga yang mempertemukan dua raksasa ini ditentukan oleh detail kecil yang sangat krusial.

Dengan nilai pasar gabungan sekitar 480 juta euro atau sekitar Rp9,49 triliun, sorotan tertuju pada nama besar seperti Bukayo Saka, Declan Rice, Cole Palmer, Viktor Gyokeres, dan Joao Pedro. Namun justru pelatih bola mati yang menjadi penentu hasil akhir pertandingan.

Arsenal datang dengan modal tidak terkalahkan dalam 10 laga melawan rival London mereka. Tim asuhan Mikel Arteta juga telah mengamankan dua kemenangan atas Chelsea musim ini.

Dalam persaingan gelar Liga Inggris yang ketat, setiap poin sangat berarti. Arsenal membuktikan mereka mampu menang dengan cara berbeda meski performa tidak selalu spektakuler.

Set Piece Jadi Senjata Utama Arsenal

Set Piece Jadi Senjata Utama Arsenal

Momen gol Jurrien Timber (3 dari kiri) mencetak gol ke gawang Chelsea di situasi tendangan sudut, 1 Maret 2026. (c) AP Photo/Alastair Grant

Arsenal dikenal sebagai salah satu tim paling berbahaya dari situasi bola mati. Kekuatan fisik Gabriel Magalhaes dan William Saliba menjadi ancaman nyata di kotak penalti lawan.

Gol pembuka lahir dari skema sudut ketika umpan melengkung Saka disambut Gabriel. Bola kemudian diarahkan ke Saliba sebelum berbelok akibat sentuhan Mamadou Sarr dan masuk ke gawang.

Chelsea sempat menuntut penalti saat Declan Rice dianggap melanggar Jorrel Hato. Namun momentum berubah ketika Piero Hincapie justru mencetak gol bunuh diri dari sepak pojok Reece James.

Arsenal kembali menghukum Chelsea lewat sepak pojok berikutnya. Robert Sanchez salah posisi dan Jurrien Timber dengan mudah menanduk bola dari jarak dekat.

Pertandingan Selanjutnya
Premier League Premier League | 1 Maret 2026
Arsenal Arsenal
23:30 WIB
Chelsea Chelsea

Rekor Baru di Premier League

Rekor Baru di Premier League

Jurrien Timber merayakan golnya dalam laga Liga Inggris antara Arsenal vs Chelsea di Emirates Stadium, 1 Maret 2026 (c) AP Photo/Alastair Grant

Tambahan gol tersebut membuat Arsenal kini mencetak 16 gol dari sepak pojok musim ini. Catatan itu menyamai rekor terbanyak dalam satu musim Premier League.

Rekor serupa sebelumnya dicapai Oldham pada 1992-1993, West Brom pada 2016-2017, serta Arsenal sendiri pada 2023-2024. Statistik ini menegaskan dominasi mereka dalam situasi bola mati.

Menurut Opta, itu juga menjadi gol kemenangan kesembilan Arsenal yang berasal dari sepak pojok musim ini. Angka tersebut menjadi rekor baru di kompetisi.

Liam Rosenior bahkan menyebut Arsenal mungkin yang terbaik di dunia dalam hal bola mati. Pernyataan itu terasa sulit dibantah melihat konsistensi mereka.

Chelsea Punya Masalah Disiplin

Chelsea Punya Masalah Disiplin

Pedro Neto menerima kartu merah dalam laga Liga Inggris antara Arsenal vs Chelsea di Emirates Stadium, 1 Maret 2026 (c) AP Photo/Alastair Grant

Masalah besar Chelsea bukan hanya soal taktik, tetapi juga disiplin. Pedro Neto menerima kartu kuning karena protes dan kemudian diusir setelah melanggar Gabriel Martinelli.

Itu menjadi kartu merah ketujuh Chelsea musim ini di Premier League. Jumlah tersebut adalah yang terbanyak bagi klub dalam satu musim sejak kompetisi dimulai pada 1992.

Meski unggul jumlah pemain, Arsenal tetap mendapat tekanan. Umpan silang Alejandro Garnacho hampir berbuah gol andai tidak digagalkan David Raya.

Chelsea bahkan sempat mencetak gol di akhir laga melalui Liam Delap, tetapi dianulir karena offside. Arsenal akhirnya bertahan hingga peluit panjang dan menjaga keunggulan lima poin di puncak klasemen.

Sumber: Transfermarkt

Klasemen Premier League