Arsenal Tersandung dan Dituding Kena Mental, Arteta Membantah!

Arsenal Tersandung dan Dituding Kena Mental, Arteta Membantah!
Reaksi kecewa Declan Rice dkk. dalam laga Premier League antara Wolverhampton vs Arsenal di Molineux Stadium, 19 Februari 2026 (c) (AP Photo/Dave Shopland

Bola.net - Hasil imbang 2-2 melawan Wolves memunculkan sorotan baru terhadap laju Arsenal di puncak klasemen Premier League. Keunggulan yang sempat terlihat aman sirna, memicu perdebatan soal daya tahan mental tim asuhan Mikel Arteta.

Meski demikian, Arsenal masih berada di posisi terdepan dalam perburuan gelar. Tekanan kini meningkat seiring upaya Manchester City memangkas jarak di sisa musim.

Di tengah situasi tersebut, Arteta menanggapi kritik yang mengarah pada timnya. Ia secara tegas menolak label yang belakangan ramai disematkan kepada Arsenal.

Arteta Menolak Label Pukulan Mental

Arteta Menolak Label Pukulan Mental

Andre dan Noni Madueke berebut bola dalam laga Premier League antara Wolverhampton vs Arsenal di Molineux Stadium, 19 Februari 2026 (c) AP Photo/Dave Shopland

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, membantah anggapan bahwa timnya berisiko dicap hancur di bawah tekanan setelah hasil imbang kontra Wolves. Ia menilai istilah tersebut tidak mencerminkan pandangannya terhadap performa tim.

Berbicara dalam konferensi pers jelang derbi London utara melawan Tottenham, Arteta menegaskan bahwa ia tidak melihat hasil itu sebagai kegagalan mental. Ia juga menekankan bahwa kritik adalah bagian dari dinamika kompetisi.

“Kata-kata itu bukan bagian dari kosakata saya dan saya tidak melihatnya seperti itu karena saya tidak merasa ada yang ingin melakukan hal tersebut dengan sengaja. Saya tidak akan menggunakan kata itu, tetapi itu pandangan saya,” kata Arteta.

Kritik Usai Wolves dan Respons Arsenal

Arsenal gagal menjauh tujuh poin dari Manchester City setelah ditahan Wolves, meski sempat unggul lewat gol Bukayo Saka dan Piero Hincapie. Gol jarak jauh Hugo Bueno dan gol Tom Edozie yang berbelok arah membuat laga berakhir imbang.

Hasil tersebut membuat sebagian pihak mempertanyakan kemampuan Arsenal menghadapi tekanan. Arteta menyadari kritik itu muncul dari sudut pandang berbeda.

“Itu opini dan perspektif individu. Anda harus menghormati itu. Seperti yang saya katakan setelah pertandingan, Anda kehilangan dua poin melawan Wolves dengan cara pertandingan itu berjalan, Anda harus menerimanya dengan lapang dada,” ujarnya.

Arteta menambahkan fokus utamanya kini tertuju pada respons tim di laga berikutnya. “Yang sangat saya minati adalah pertandingan selanjutnya, tentang siapa kami sebenarnya, apa yang kami cintai dari ini semua, dan bagaimana kami menulis takdir kami sendiri mulai dari sini.”

Ujian Berikutnya di Puncak Klasemen

Arsenal masih memimpin klasemen Premier League dengan selisih lima poin dari Manchester City, meski telah memainkan satu laga lebih banyak. Jarak itu berpotensi menyempit menjadi dua poin sebelum Arsenal menghadapi Tottenham pada Minggu.

City akan lebih dulu bermain melawan Newcastle United pada Sabtu malam. Situasi tersebut menambah tekanan jelang derbi London utara yang selalu sarat tensi.

Meski demikian, catatan pertemuan berpihak pada Arsenal. Mereka belum kalah dalam laga kompetitif derbi London utara sejak 2022, sebelum rangkaian pertandingan berikutnya melawan Chelsea, Brighton, dan Mansfield Town di Piala FA.