
Bola.net - Arsenal akan menghadapi Manchester United pada laga pekan ke-21 Premier League 2020/2021. Laga ini akan dihelat di Emirates Stadium, Minggu (31/01) dini hari WIB.
Saat ini, The Gunners berada di peringkat sembilan klasemen sementara. Mereka mengoleksi 30 angka dari 20 laga. Sementara, Manchester United berada di peringkat dua dengan raihan 40 poin dari 20 pertandingan.
Kendati saat ini posisi kedua tim di klasemen terpaut jauh, laga antara The Gunners dan Manchester United bakal berlangsung panas. Pasalnya, kedua tim ini terlibat dalam rivalitas.
Menurut survei The Football Fans Census, kedua tim ini terlibat dalam rivalitas yang unik. Pasalnya, rivalitas ini cenderung berjalan searah.
Bagaimana muasal dan perkembangan rivalitas antara kedua tim tersebut? Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Rival Era Kiwari

Rivalitas antara Arsenal dan Manchester United ini tak memiliki sejarah dalam pertemuan kedua tim tersebut. Berdiri lebih dari seabad silam, Arsenal justru memiliki rivalitas tradisional dengan Tottenham Hotspur. Kedua tim ini terlibat derby London Utara.
Sementara, United -yang berdiri pada 1878- terlibat rivalitas dengan Liverpool. Kedua tim ini bersaing menjadi yang terbaik di Barat Laut Inggris.
Persaingan -yang berujung rivalitas- antara Arsenal dan United baru bermula pada akhir 90-an. Persaingan ini tak lepas raihan prestasi kedua tim di Premier League.
Dalam survei yang mereka lakukan beberapa waktu lalu, The Football Fans Census menyebut bahwa The Gooners -julukan fans Arsenal- kini menganggap bahwa Manchester United merupakan rival paling besar mereka. Namun, dalam survei yang sama, ditemukan bahwa suporter United tak menganggap Arsenal sebagai rival terberat timnya. Mereka masih menganggap Liverpool lah yang merupakan musuh bebuyutan Setan Merah.
Dibumbui Baku Hantam
Kendati bukan termasuk rivalitas tradisional, pertemuan antara United dan Arsenal kerap berlangsung keras. Bahkan, dalam sejumlah kesempatan, sempat terjadi pula aksi baku hantam di dalam lapangan.
Pada 20 Oktober 1990 Arsenal bertamu ke Old Trafford. The Gunners mampu memimpin pada menit 42 melalui Anders Limpar. Gol pemain asal Swedia ini meningkatkan tensi pertandingan.
Puncaknya, pada pertengahan babak kedua, Nigel Winterburn mengganjal fullback United, Denis Irwin. Dibantu Brian McClair, Irwin yang tak terima kemudian membalas perlakuan Winterburn. Hasilnya, baku hantam pun terjadi di lapangan.
Perkelahian ini tak sekadar melibatkan tiga pemain tersebut -plus Limpar. Sebelas penggawa United dan sepuluh pemain Arsenal terlibat dalam insiden tersebut. Satu-satunya pemain yang tak ikut-ikutan dalam insiden ini adalah kiper Arsenal, David Seaman.
Akhirnya, laga dilanjutkan kembali dan Arsenal memenangi laga ini dengan skor 1-0.
Usai laga ini, otoritas sepak bola Inggris menjatuhkan sanksi denda dan juga pengurangan poin kepada kedua klub. Mereka pun menjatuhkan sanksi kepada sejumlah pemain kedua klub dan manajer Arsenal, George Graham.
Keano vs Vieira
Pertemuan kedua tim ini kian sengit pada era Premier League. Sengitnya pertemuan ini tak lepas dari berhadapannya kapten Manchester United, Roy Keane, dan kapten Arsenal, Patrick Vieira.
Sama-sama berperan sebagai tukang jagal di lini tengah, kedua kapten ini bukan sosok sumeh. Mereka terkenal kerap bermain keras dan tak jarang terlibat pelanggaran.
Perseteruan ikonik dua kapten terbaik ini terjadi pada 2005. Waktu itu, Keano -julukan Keane- beradu mulut dengan Vieira, yang sebelumnya mengintimidasi Gary Neville. Keano bahkan sempat menantang Vieira untuk menuntaskan adu mulut ini di luar lapangan.
Uniknya, kedua pemain ini kini berubah menjadi sahabat. Dalam sebuah acara yang diproduksi ITV, Keane dan Vieira mengaku saling menghormati dan mengagumi. Mereka pun kerap tampil bareng sebagai komentator di sejumlah stasiun televisi di Inggris.
Fergie vs Wenger

Tak hanya di dalam lapangan, perseteruan pun terjadi di tepi lapangan. Pelatih legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson pun dikenal terlibat rivalitas dengan Arsene Wenger, yang menangani Arsenal.
Kedatangan Wenger ke Premier League membuat pelatih asal Prancis ini terlibat sejumlah psywar dengan Sir Alex. Bahkan, tak jarang, psywar ini berlanjut menjadi ajang adu sindir bagi kedua manajer jempolan tersebut.
Sir Alex sendiri mengaku rivalitasnya dengan Wenger murni sebatas urusan sepak bola. Ia terlibat rivalitas dengan Wenger justru karena ia menganggap Sang Profesor -julukan Wenger- sebagai sahabatnya. Bahkan, sebagai penghargaan kepada Wenger, Sir Alex mendedikasikan bab ke-13 dalam autobiografinya untuk mengenang persaingannya dengan Wenger.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Bosan Menganggur? 4 Pemain Manchester United Ini Harus Mencari Klub Baru
- Statistik Tuchel Kontra 3 'Big Six: Liverpool, Manchester United, dan Tottenham
- Menanti Aksi Wonderful Amad Diallo di Manchester United
- Mengapa Solskjaer Baru Mainkan Edinson Cavani Pada Menit ke-66?
- Anthony Martial: Antara Pemain 'Malas' dan 10 Besar Penyerang Terbaik Premier League
- Manchester United vs Sheffield United: Konsistensi Wasit Dipertanyakan
- Manchester United 1-2 Sheffield United: Setan Merah Layak Kalah
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 20 Januari 2026 13:11Diterpa Banyak Rumor, Pecco Bagnaia Santai Saja Soal Kontrak Ducati di MotoGP 2027
-
Editorial 20 Januari 2026 13:056 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
-
Bola Indonesia 20 Januari 2026 12:30Alfeandra Dewangga Siap Bawa Persib Cetak Sejarah Juara 3 Kali Berturut-turut
-
Liga Inggris 20 Januari 2026 12:09
LATEST UPDATE
-
Otomotif 20 Januari 2026 13:11 -
Bola Indonesia 20 Januari 2026 12:30 -
Otomotif 20 Januari 2026 12:16 -
Liga Champions 20 Januari 2026 12:11 -
Liga Inggris 20 Januari 2026 12:09 -
Liga Champions 20 Januari 2026 12:06
MOST VIEWED
- Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2025/2026
- Michael Carrick Lakukan Hal yang Gagal Diberikan Ruben Amorim di Manchester United
- 4 Kesalahan Besar Ruben Amorim di Manchester United yang Sukses Diperbaiki Michael Carrick: Hasilnya Langsung Terlihat Nyata
- Manifestasi Nyata 'DNA Manchester United': Bagaimana Michael Carrick Menjinakkan Pep Guardiola di Old Trafford
HIGHLIGHT
- 8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih...
- 8 Pemain Strasbourg yang Wajib Dipertimbangkan Che...
- Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir ...
- 4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelat...
- 4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester Unit...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...
















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478013/original/077005300_1768888136-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477537/original/011360900_1768839722-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5375892/original/089800500_1759985632-Pramono_Anung_soal_DBH_Dipangkas.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477913/original/099674400_1768885225-WhatsApp_Image_2026-01-20_at_10.08.53__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4061092/original/058359700_1655899340-000_VX36W.jpg)

