AVB Dinilai 'Korban' Kekuatan Pemain Bintang Chelsea

AVB Dinilai 'Korban' Kekuatan Pemain Bintang Chelsea
Andre Villas-Boas (c) AFP
Bola.net - Saat Andre Villas-Boas mengumumkan kedatangannya di Chelsea dengan sindiran bahwa dia dikenal sebagai "Group One", Villas-Boas berusaha menjaga jarak dengan pendahulunya Jose Mourinho.

Namun, hanya delapan bulan kemudian, Villas-Boas ditendang keluar dari Stamford Bridge seperti yang dilakukan oleh pemilik "Blues" Roman Abrahamovic terhadap sejumlah pelatih sebelumnya.

Villas-Boas dianggap tidak becus melatih klub Chelsea dan merusak skuad yang dicetak Mourinho dengan spektakuler.

Filosofi yang dipegang Villas-Boas bahwa para pemain dapat mengekspresikan diri mereka sendiri telah menghasilkan keajaiban di Porto. Namun dengan Chelsea, kegagalannya beradaptasi dengan banyak tuntutan pemain bintang di ruang ganti klub itu sangat fatal.

Mourinho, yang menjuluki dirinya sendiri sebagai "Special One" saat pertama kali tiba di Chelsea pada 2004, telah menciptakan kader pemain yang tangguh dan mau mengikuti setiap instruksinya. Mourinho bahkan mampu menuai penghargaan sepanjang sejarah klub tersebut.

Villas-Boas, yang bekerja di bawah Mourinho sebagai mata-mata lawan bagi Chelsea, melihat pentingnya pemain seperti John Terry, Frank Lampard, Didier Drogba dan Ashley Cole. Tapi saat dia tiba dari Porto pada Juni 2011, para bintang itu tetap sama di masa senja karir mereka.

Beberapa di antara para bintang lapangan itu berusia 34 tahun, seumuran dengan Villas-Boas, dan itu tidak mudah bagi mereka untuk menerima kehadiran pelatih muda asal Portugis itu, yang pernah memasok informasi tentang lawan mereka dan kini memerintah mereka dalam bermain bola.

Yang semakin memperburuk keadaan adalah bahwa Villas-Boas terang-terangan ingin mengeluarkan beberapa dari para pemain tersebut keluar dari skuad.

Situasi tersebut menjadi sensitif, bahkan komunikator berbakat seperti Carlo Ancelotti, pelatih yang digantikan Villas-Boas di Chelsea, juga mengalami ujian ketika melatih klub itu.

Untuk pelatih pemula seperti Villas-Boas, itu menjadi hal yang luar biasa.

Awal munculnya masalah adalah ketika John Terry dikeluarkan dari skuad inti oleh Villas-Boas saat sebelum musim dimulai. dari situ, Villas-Boas dianggap sedang berusaha mengubah tatanan gaya bermain tim Chelsea.

Juan Mata dan Raul Meireles menjadi pemain kunci Villas-Boas saat dia berusaha memulai pendekatan yang lebih progresif.

Namun hasil imbang 0-0 di Stoke di awal musim semakin memperjelas nasib Vilas-Boas di Chelsea.

Kekalahan pertama di musim itu, saat melawan Manchester United dengan skor 1-3, muncul pada September saat tim asuhan Villas-Boas secara brutal dicaci karena kekalahannya.

Saat Villas-Boas menanggapi kritik tersebut dengan mencela pakar di televisi itu, dia sudah kelihatan tertekan.

Kemunduran Chelsea semakin terlihat di London saat kekalahan Chelsea 0-1 atas Queen Park Rangers (QPR), dimana John Terry mengalami kasus tuduhan melakukan tindak rasisme terhadap Anton Ferdinand.

Akibatnya, Terry kehilangan jabatan sebagai kapten dan tampak tertekan dengan pemberitaan tersebut.

Tanpa Terry sebagai kapten, Chelsea kembali menelan kekalahan 3-5 dari Arsenal di kandang. Dan Villas-Boas semakin tidak berdaya. Dan kini sang "Group One" telah membayar kegagalannya menghargai para bintang. (afp/lex)

Berita Terkait