Bagaimana Cara Chelsea Kalahkan Arsenal?

Bagaimana Cara Chelsea Kalahkan Arsenal?
Chelsea vs Arsenal di leg 1 semifinal Carabao Cup 2026. (c) ilustrasi dibuat ai

Bola.net - Liam Rosenior langsung dihadapkan pada ujian maha berat di Stamford Bridge. Chelsea harus tampil sempurna di berbagai lini jika ingin menumbangkan Arsenal, Kamis (15/1/2026) dini hari nanti.

Laga Chelsea vs Arsenal ini menjadi panggung debut Rosenior memimpin The Blues di kandang sendiri. Kemenangan di leg pertama semifinal Carabao Cup menjadi target yang tak bisa ditawar.

Sang pelatih anyar mengaku telah melakukan persiapan super kilat namun mendalam. Ia menghabiskan waktu sejak hari pertama kedatangannya untuk membedah celah lawan.

Namun, taktik di atas kertas saja tidak akan cukup untuk memenangkan derbi ini. Rosenior menekankan aspek mentalitas dan energi pemain sebagai kunci utama.

1 dari 4 halaman

Bedah Kekuatan Arsenal Sejak Tiba di Stamford Bridge

Bedah Kekuatan Arsenal Sejak Tiba di Stamford Bridge

Selebrasi pemain Arsenal merayakan gol Gabriel Martinelli (tengah) ke gawang Portsmouth di Piala FA, 11 Januari 2026. (c) AP Photo/Kin Cheung

Rosenior tidak membuang waktu sedikit pun untuk mempelajari permainan The Gunners. Ia langsung tancap gas melakukan analisis video begitu resmi ditunjuk sebagai pelatih.

Fokus utamanya adalah memitigasi setiap ancaman yang mungkin dihadirkan tim tamu. Termasuk, mewaspadai skema bola mati yang menjadi senjata andalan pasukan Mikel Arteta.

"Kami telah mengerjakan taktik melawan Arsenal sejak momen saya tiba di klub," ujar Liam Rosenior.

"Kami tahu betapa pentingnya laga ini, kami menonton semua laga mereka dan menganalisis setiap aspek termasuk bola mati," tambah Liam Rosenior.

Pertandingan Selanjutnya
Premier League Premier League | 17 Januari 2026
Chelsea Chelsea
22:00 WIB
Brentford Brentford
2 dari 4 halaman

Intensitas Adalah Harga Mati untuk Menang

Intensitas Adalah Harga Mati untuk Menang

Pelatih kepala Chelsea, Liam Rosenior, memberi isyarat sebelum pertandingan Liga Inggris melawan Fulham di Craven Cottage, Kamis (8/1/2026). (c) AP Photo/Dave Shopland

Bagi Rosenior, strategi brilian akan percuma tanpa eksekusi yang bertenaga di lapangan. Ia berkaca pada kemenangan atas Charlton di Piala FA sebagai standar performa.

Energi meledak-ledak dan keberanian memenangkan duel fisik menjadi syarat mutlak. Hal-hal mendasar ini dinilai lebih krusial daripada sekadar formasi di papan tulis.

"Kami bicara sistem dan taktik, tapi saya sangat senang dengan sikap tim saat lawan Charlton dalam hal energi dan memenangkan duel," tegas Liam Rosenior.

"Jika Anda tidak punya intensitas dan tidak mau melakukan hal dasar seperti menang duel, Anda akan sulit menang," lanjut Liam Rosenior.

3 dari 4 halaman

Kepercayaan Diri Ruang Ganti The Blues

Kepercayaan Diri Ruang Ganti The Blues

Ekspresi Cole Palmer di laga Manchester City vs Chelsea, Senin (05/01/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Optimisme tinggi kini menyelimuti skuad London Biru jelang laga krusial tersebut. Rosenior melihat adanya rasa lapar yang besar dari para pemainnya di sesi latihan.

Kepercayaan diri ini menjadi modal berharga untuk menghadapi tekanan di partai semifinal. Skuad Chelsea diyakini sudah siap tempur secara mental maupun fisik.

"Saya percaya pada grup ini dan mereka telah menunjukkannya, bukan hanya sebelum saya tapi dalam beberapa hari terakhir," tutur Liam Rosenior.

"Mereka benar-benar lapar, dan mereka sangat percaya pada kemampuan diri mereka sendiri," sambung Liam Rosenior.

4 dari 4 halaman

Waspada Ancaman Meriam London

Arsenal datang dengan reputasi mentereng sebagai tim paling berbahaya lewat bola mati di lima liga top Eropa. Total 23 gol telah mereka sarangkan dari skema set-pieces di semua kompetisi musim ini.

Namun, Rosenior mengingatkan anak asuhnya bahwa ancaman lawan bukan hanya dari situasi bola mati. Arsenal dinilai memiliki kualitas permainan yang lengkap dan terorganisir.

"Arsenal bagus dalam segala hal, mereka punya ide jelas saat menguasai bola dan punya pengiriman bola mati yang baik," ucap Liam Rosenior.

"Saya menghormati mereka dan saya pikir mereka akan menghormati kami karena kami juga tim yang bagus," tutup Liam Rosenior.