FOLLOW US:


Bek Kurang Tangguh, Unai Emery Isyaratkan Ubah Gaya Bermain Arsenal

22-09-2019 06:00

 | Richard Andreas

Bek Kurang Tangguh, Unai Emery Isyaratkan Ubah Gaya Bermain Arsenal
Arsenal © AP Photo

Bola.net - Unai Emery mengaku layak disalahkan untuk setiap kesalahan pemain Arsenal dalam usaha memainkan bola dari belakang. Dia mengaku sudah membuka kemungkinan mengubah taktik.

The Gunners harus puas dengan satu poin ketika bermain imbang 2-2 dengan Watford pada pekan ke-5 Premier League 2019/20 akhir pekan lalu. Hasil imbang ini disebabkan oleh dua blunder barisan bek Arsenal.

Blunder tersebut menegaskan satu kelemahan Arsenal musim ini. Emery meminta pemain-pemainnya berani memulai serangan dari belakang, tapi tampaknya bek-bek Arsenal tidak cukup tangguh untuk menerapkan taktik tersebut.

Mengapa demikian? Baca ulasan selengkapnya di bawah ini ya, Bolanetes!

1 dari 2

Umpan Pendek Bek

Dua gol yang dicetak Watford pada laga tersebut terbilang diberikan cuma-cuma oleh Arsenal. Pertama, Sokratis Papastathopoulos salah mengumpan. Kedua, David Luiz menjatuhkan lawan di kotak penalti.

Pemain-pemain Arsenal memang dikritik atas kekalahan tersebut. Namun, Emery membela mereka dan mengatakan bahwa semuanya adalah instruksinya.

"Satu kesalahan itu bukanlah kesalahan dia [Sokratis]. Itu adalah kesalahan seluruh tim dan saya bertanggung jawab karena saya yang memutuskan untuk memulai laga dengan cara itu," tegas Emery kepada The Guardian.

Emery mendeskripsikan laga tersebut sebagai: "mungkin yang paling buruk dalam usaha kami membangun serangan dimulai dari kiper."

2 dari 2

Perubahan di Babak Kedua

Lebih lanjut, Emery juga menyadari laga imbang melawan Watford itu terbagi pada dua tahap. Pertama, Arsenal dominan dan berani memulai serangan. Namun, di babak kedua, blunder itu membuat skuad Arsenal tidak percaya diri.

"Pada 45 menit pertama mereka tidak terlalu mendorong permainan mereka dan tidak benar-benar menekan kami. Kami mengontrol pertandingan dengan bola, penguasaan bola, pembangunan serangan, babak pertama lebih mudah," sambung Emery.

"Namun, babak kedua berubah karena mereka perlu lebih agresif, lebih sering menyerang untuk menyulitkan kami," tutupnya.

Sumber: The Guardian