Berakhirnya Sebuah Era: Mengenang Trio Roberto Firmino, Sadio Mane, dan Mohamed Salah di Liverpool

Berakhirnya Sebuah Era: Mengenang Trio Roberto Firmino, Sadio Mane, dan Mohamed Salah di Liverpool
Bintang Liverpool, Mohamed Salah berpose dengan trofi Premier League, 25 Mei 2025 lalu usai laga melawan Crystal Palace. (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Liverpool pernah memiliki salah satu lini serang paling menakutkan dalam sejarah sepak bola modern. Trio Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Roberto Firmino menjadi simbol kejayaan yang membuat lawan gentar setiap pekan.

Selama bertahun-tahun, kombinasi ketiganya menghadirkan permainan cepat, tajam, dan penuh kreativitas. Mereka bukan hanya mesin gol, tetapi juga saling melengkapi dengan chemistry yang nyaris sempurna.

Di masa keemasan itu, Liverpool tampil sebagai kekuatan dominan di Inggris dan Eropa. Gelar demi gelar pun datang, seolah menjadi bukti nyata betapa berbahayanya trio tersebut.

Namun kini, kisah indah itu resmi mencapai garis akhir. Kepergian Salah menyusul Mane dan Firmino memastikan era legendaris ini benar-benar tinggal kenangan.

5 Musim, Enam Gelar, Ratusan Gol

5 Musim, Enam Gelar, Ratusan Gol

Bintang Liverpool, Mohamed Salah usai laga melawan Galatasaray di Liga Champions. (c) AP Photo/Jon Super

Roberto Firmino menjadi sosok pertama yang bergabung dengan Liverpool setelah direkrut dari Hoffenheim pada 2015. Setahun berselang, Sadio Mane menyusul ke Anfield usai didatangkan dari Southampton.

Mohamed Salah kemudian melengkapi kepingan terakhir saat direkrut dari AS Roma pada 2017. Sejak saat itu, terbentuklah trio lini depan yang kerap disebut sebagai salah satu yang paling menakutkan dalam sejarah Liverpool dan kompetisi Premier League.

Selama lima musim bermain bersama, ketiganya membawa Liverpool meraih enam gelar bergengsi di berbagai kompetisi. Trofi tersebut meliputi Premier League 2019/20, FA Cup 2021/22, EFL Cup 2021/22, Liga Champions 2018/19, UEFA Super Cup 2019, serta Piala Dunia Antarklub 2019.

Secara kolektif, trio ini mencetak 338 gol dari total 731 penampilan di semua kompetisi. Rinciannya, Salah menyumbang 156 gol, Mane 107 gol, dan Firmino 75 gol.

Tak hanya tajam dalam mencetak gol, mereka juga produktif dalam menciptakan peluang. Ketiganya membukukan total 139 assist, dengan rincian Salah 58 assist, Firmino 50 assist, dan Mane 31 assist.

Pertandingan Selanjutnya
Premier League Premier League | 11 April 2026
Liverpool Liverpool
23:30 WIB
Fulham Fulham

Kepergian Mane Jadi Awal Runtuhnya Trio Mematikan Liverpool

Kepergian Mane Jadi Awal Runtuhnya Trio Mematikan Liverpool

Kapten Senegal, Sadio Mane berpose dengan trofi Pemain Terbaik Piala Afrika 2025. (c) AP Photo/Mosaab Elshamy

Sadio Mane menjadi sosok pertama yang meninggalkan Liverpool dan membuka jalan berakhirnya era tersebut. Ia hengkang pada musim panas 2022 untuk bergabung dengan Bayern Munchen dengan nilai transfer sekitar 70 juta euro.

Kepergian Mane terasa sangat signifikan mengingat perannya yang vital di sisi kiri serangan. Ia dikenal sebagai pemain yang agresif, cepat, dan selalu menjadi ancaman nyata di depan gawang lawan.

Selama berseragam Liverpool, Mane mencatatkan 120 gol dari 269 penampilan di semua kompetisi. Ia juga menyumbangkan 46 assist yang memperlihatkan kontribusinya tidak hanya sebagai pencetak gol, tetapi juga kreator serangan.

“Wow, tentu saja, Bobby dan Mo – pemain yang luar biasa! Saya rasa tidak ada rahasia lain karena bermain bersama pemain-pemain hebat ini membuat segalanya lebih mudah bagi saya. Saya rasa saya hanya mendukung hal ini, dan terutama Bobby, yang selalu turun dan memberi ruang bagi saya dan Mo, saya rasa itu sungguh luar biasa,” puji Mane pada Salah dan Firmino, di laman resmi Liverpool.

“Saya akan menjadi penggemar nomor 1 Liverpool selamanya,” tegas Mane.

Firmino Menyusul, Peran tak Tergantikan Hilang

Firmino Menyusul, Peran tak Tergantikan Hilang

Penyerang asal Brasil, Roberto Firmino. (c) Al Ahli Official X

Setahun berselang, giliran Roberto Firmino yang mengucapkan perpisahan dengan Anfield. Ia meninggalkan Liverpool pada musim panas 2023 dan melanjutkan karier di klub Arab Saudi, Al Ahli.

Firmino bukan sekadar penyerang biasa dalam trio tersebut. Ia berperan sebagai penghubung yang memungkinkan Salah dan Mane tampil maksimal di kedua sisi sayap melalui pergerakan tanpa bola dan kecerdasannya membuka ruang.

Selama delapan tahun membela Liverpool, Firmino mencatatkan 362 penampilan dengan torehan 111 gol dan 76 assist. Kontribusinya menjadi fondasi penting dalam kesuksesan tim di berbagai kompetisi.

“Sangat emosional. Ini kisah yang indah, delapan tahun bersama klub yang luar biasa, yaitu Liverpool,” ucap Firmino usai menjalani laga terakhirnya bersama Liverpool, pada ESPN Brasil.

“Awalnya, ketika saya tiba, saya tidak mengerti, saya butuh waktu untuk beradaptasi. Tapi, syukurlah, seiring berjalannya waktu kami mulai memenangkan gelar dan memberikan hadiah kepada para penggemar.”

“Meninggalkan warisan ini bersama rekan-rekan setim saya. Semuanya berjalan lancar, saya sangat bahagia atas semua sejarah yang telah kita bangun bersama," tutup Firmino.

Kapten Liverpool saat itu yakni Jordan Henderson memberikan tribute spesial pada Firmino. “Tidak ada titik acuan untuk membandingkan Bobby. Tidak pernah ada orang yang seperti dirinya dan saya ragu akan pernah ada lagi,” ucapnya di laman resmi Liverpool.

Salah Jadi Penutup, Sebuah Era Resmi Berakhir

Salah Jadi Penutup, Sebuah Era Resmi Berakhir

Ekspresi Mohamed Salah di laga Marseille vs Liverpool di Liga Champions, Kamis (22/01/2026). (c) AP Photo/Philippe Magoni

Kini, Mohamed Salah menjadi kepingan terakhir yang melengkapi perpisahan trio legendaris tersebut. Ia memutuskan untuk meninggalkan Liverpool pada akhir musim 2025/2026 meski masih terikat kontrak hingga 2027.

Liverpool pun sepakat melepasnya secara gratis pada bursa transfer musim panas mendatang. Keputusan ini menandai berakhirnya satu era paling gemilang dalam sejarah klub Merseyside tersebut.

Salah sendiri telah mencatatkan 435 penampilan bersama Liverpool di semua kompetisi. Dari jumlah itu, ia mengoleksi 255 gol dan 122 assist, menjadikannya salah satu pemain paling produktif dalam sejarah klub.

Namun angka-angka itu masih akan bertambah. Mohamed Salah masih akan menjalani sejumlah laga di pentas Premier League, Liga Champions, dan FA Cup. Dua kompetisi terakhir tampaknya bakal berusaha keras dimenangkan The Reds sebagai hadiah perpisahan bagi Sang Raja Mesir.