Chelsea Selamat dari Rekor Memalukan, Tahan Liverpool di Tengah Tekanan Jelang Final FA Cup

Chelsea Selamat dari Rekor Memalukan, Tahan Liverpool di Tengah Tekanan Jelang Final FA Cup
Gelandang Chelsea, Enzo Fernandez merayakan gol pertama timnya bersama Wesley Fofana dalam laga Premier League melawan Liverpool, Sabtu (9/5/2026). (c) Peter Byrne/PA via AP

Bola.net - Chelsea akhirnya menghentikan rangkaian hasil buruk mereka di Premier League setelah menahan imbang Liverpool 1-1 di Anfield. Hasil ini setidaknya memberi sedikit kelegaan bagi tim asuhan sementara Calum McFarlane di tengah tekanan besar yang terus meningkat.

Sebelum laga ini, Chelsea datang dengan catatan enam kekalahan liga secara beruntun. Situasi tersebut membuat atmosfer di sekitar klub semakin panas, termasuk rencana aksi protes suporter yang akan digelar menjelang final FA Cup melawan Manchester City pekan depan.

Di sisi lain, Liverpool juga gagal memanfaatkan kesempatan untuk semakin dekat mengamankan tiket Liga Champions. Meski tampil tanpa Mohamed Salah, Florian Wirtz, dan Hugo Ekitike, tim asuhan Arne Slot tetap mampu memberikan tekanan sepanjang pertandingan.

Chelsea Hindari Rekor Buruk di Premier League

Chelsea Hindari Rekor Buruk di Premier League

Pemain Chelsea FC Marc Cucurella (kiri) berebut bola dengan bek Liverpool FC Ibrahima Konate dalam laga Premier League, Sabtu (9/5/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Liverpool langsung membuka keunggulan saat pertandingan baru berjalan enam menit. Ryan Gravenberch mencetak gol lewat tembakan keras yang membuat Chelsea kembali berada dalam tekanan setelah rentetan hasil negatif mereka.

Gol tersebut sempat membuat Chelsea berada di ambang kekalahan ketujuh secara beruntun di liga. Jika itu terjadi, Chelsea akan menyamai catatan kekalahan terburuk dalam sejarah klub dan pertama kalinya mengalami situasi tersebut dalam 74 tahun terakhir.

Namun, Chelsea mampu bangkit sebelum turun minum. Enzo Fernandez mengirim tendangan bebas dari area dalam yang meluncur langsung ke gawang Liverpool pada menit ke-35 untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Hasil imbang ini juga membuat Chelsea terhindar dari catatan buruk lain. Mereka hampir menjadi tim pertama dalam sejarah sepak bola Inggris yang menelan tujuh kekalahan beruntun menjelang final FA Cup.

Perubahan Chelsea Mulai Terlihat di Bawah McFarlane

Laga melawan Liverpool menjadi respons yang dibutuhkan Chelsea setelah sebelumnya kalah 1-3 dari Nottingham Forest. Kekalahan itu menjadi awal yang buruk bagi McFarlane dalam laga liga pertamanya sebagai pelatih interim.

Meski demikian, beberapa keputusan McFarlane di Anfield mulai menunjukkan hasil positif. Kembalinya Levi Colwill setelah absen selama 10 bulan bertepatan dengan perubahan skema Chelsea yang menggunakan tiga bek untuk baru ketiga kalinya musim ini.

Chelsea memang sempat kehilangan arah setelah kebobolan cepat, tetapi perlahan mampu menemukan ritme permainan. Fokus serangan melalui sisi kiri bersama Marc Cucurella dinilai efektif, sementara Cole Palmer mulai menunjukkan tanda-tanda kembali ke performa terbaiknya.

Liverpool sendiri sempat mencetak gol tambahan melalui Curtis Jones, sementara Palmer juga membobol gawang lawan di sisi lain lapangan. Namun, kedua gol tersebut dianulir karena offside, dan Liverpool juga dua kali digagalkan mistar gawang.

Modal Penting Jelang Final FA Cup

Hasil di Anfield belum sepenuhnya mengubah situasi Chelsea di klasemen. Mereka masih memiliki pekerjaan besar dalam dua laga Premier League tersisa jika ingin menjaga peluang tampil di kompetisi Eropa musim depan.

Meski begitu, hasil imbang ini memberi Chelsea sesuatu yang bisa dijadikan pegangan sebelum menghadapi Manchester City di final FA Cup. Terutama karena mereka akhirnya mampu menghentikan laju kekalahan yang sempat membayangi klub dalam beberapa pekan terakhir.

Manchester City tetap datang sebagai favorit kuat di Wembley. Namun setidaknya, Chelsea kini menuju laga final dengan kondisi mental yang sedikit lebih stabil dibanding beberapa hari sebelumnya.