
Bola.net - Legenda Liverpool, Jamie Carragher, melontarkan sebuah kritik yang sangat tajam untuk Chelsea. Ia dengan tegas menyebut The Blues tidak akan pernah bisa menjuarai Premier League selama masih mengandalkan Robert Sanchez di bawah mistar gawang.
Padahal, banyak pengamat yang menjagokan Chelsea sebagai kuda hitam dalam perburuan gelar musim ini. Performa impresif mereka dalam enam bulan terakhir, termasuk menjuarai Conference League dan Club World Cup, menjadi dasarnya.
Tak hanya mengkritik posisi kiper, Carragher juga meragukan efektivitas belanja besar-besaran yang kembali dilakukan Chelsea. Ia merasa para pemain baru yang didatangkan tidak secara signifikan mengangkat level permainan tim.
Lantas, apa dasar argumen dari Jamie Carragher dan bagaimana ia memandang skuad mewah Chelsea saat ini? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini Bolaneters!.
Satu Syarat Mutlak untuk Juara
Jamie Carragher meyakini ada satu faktor krusial yang menghalangi Chelsea untuk bisa meraih trofi Liga Inggris. Menurutnya, masalah utama The Blues ada di posisi penjaga gawang yang dinilai kurang mumpuni.
Ia memberikan beberapa contoh historis untuk mendukung argumennya. Menurut Carragher, sejarah membuktikan bahwa tim-tim besar mulai memenangkan liga setelah mereka berhasil mendatangkan seorang kiper hebat.
"Manchester United mulai memenangkan gelar liga setelah mereka merekrut Peter Schmeichel. Saya teringat Everton di masa kecil saya dan Neville Southall," katanya.
"Manchester City mengganti kiper dan mulai menjuarai liga. Kami mendatangkan Alisson dan mulai menjuarai liga. Chelsea mulai menjuarai liga saat mereka merekrut Petr Cech," lanjut Carragher.
Kiper Hebat Adalah Pembeda
Lebih lanjut, Carragher menegaskan bahwa selama Chelsea tidak mengatasi masalah ini, mereka tidak akan pernah bisa bersaing di level tertinggi. Baginya, belanja pemain di posisi lain akan menjadi sia-sia.
"Itulah mengapa Chelsea tidak bisa menjuarai liga," tegasnya kepada The Overlap.
"Tidak peduli apa yang Chelsea lakukan atau berapa banyak uang yang mereka habiskan, mereka tidak bisa menjuarai liga karena mereka tidak punya kiper untuk bisa menjuarai liga," sambung Carragher.
Belanja Mahal yang Diragukan
Tak berhenti di situ, keraguan Carragher juga menyasar pada aktivitas transfer Chelsea secara umum. Ia menilai belanja besar yang dilakukan The Blues selama beberapa tahun terakhir tidak serta merta membuat tim menjadi lebih kuat.
Ia memang mengakui bahwa menjuarai Club World Cup adalah pencapaian besar yang diinginkan semua tim top. Namun, menurutnya hal itu tidak akan serta merta mendekatkan Chelsea ke gelar Liga Inggris.
"Ketika saya melihat Chelsea, saya memikirkan apa yang Anda lakukan di Club World Cup, semua orang ingin memenangkannya," ujarnya.
"Jadi saya rasa itu adalah hal besar dan akan membantu membangun koneksi antara Enzo Maresca dan para suporter, yang tidak terlalu terasa musim lalu," tambah Carragher.
Ia merasa banyak pemain yang datang dan pergi di Stamford Bridge. Namun, tidak banyak yang benar-benar bisa mengangkat level permainan tim secara signifikan, kecuali Cole Palmer.
"Saya tidak yakin itu akan mendorong Chelsea lebih dekat ke gelar juara. Ketika Chelsea berbisnis, selama beberapa tahun terakhir, rasanya banyak pemain yang berganti tanpa ada yang benar-benar mengangkat level tim," jelasnya.
Winger yang Terasa Sama
Jamie Carragher kemudian memberikan contoh spesifik untuk menggambarkan kritiknya terhadap kebijakan transfer Chelsea. Ia secara khusus menyoroti komposisi pemain di sektor sayap atau winger.
Menurutnya, pergantian pemain di posisi tersebut seringkali terasa seperti sebuah langkah lateral. Datangnya pemain baru tidak selalu berarti ada peningkatan kualitas yang signifikan dari pemain yang hengkang.
"Saya tahu Cole Palmer luar biasa, tetapi semua pemain sayap Anda terasa sama saja," kritiknya.
"Contoh sempurna adalah Gittens yang masuk dan Madueke yang pergi, tidak ada peningkatan kualitas, dan saya melihat itu di banyak posisi di Chelsea," pungkas Carragher.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 28 Juni 2026 06:20Man of the Match Panama vs Inggris: Jude Bellingham
-
Piala Dunia 28 Juni 2026 06:07Man of the Match Kroasia vs Ghana: Petar Sucic
-
Piala Dunia 28 Juni 2026 06:04Hasil Kroasia vs Ghana: Sundulan Vlasic Antar Kroasia ke Fase Gugur
-
Piala Dunia 28 Juni 2026 05:21Link Nonton Live Streaming Piala Dunia 2026: Yordania vs Argentina
BERITA LAINNYA
-
inggris 26 Juni 2026 22:45MU Kirim Pemandu Bakat ke Laga Uruguay vs Cape Verde, Amati Pemain Mana?
-
inggris 26 Juni 2026 22:30Login! Manchester United Ramaikan Perburuan Julian Alvarez
-
inggris 26 Juni 2026 22:14Elliot Anderson Selangkah Lebih Dekat Jadi Pemain Manchester City
SOROT
-
Liputan6 28 Juni 2026 06:29Gerindra Sebut MBG Serap 1,3 Juta Pekerja
-
Liputan6 27 Juni 2026 17:30Survei Puspoll: 6 Program Pemerintah yang Dianggap Penting Rakyat
-
Liputan6 27 Juni 2026 13:00Modal Hadiah Lomba, Eks Persit Ini Bawa Soya Ayu Masuk Indomaret
-
Liputan6 27 Juni 2026 10:00Mensesneg Luruskan Ucapan Prabowo soal Pemimpin Terpilih

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7595653/original/002758800_1780378708-IMG_1848.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583652/original/076247100_1782545739-Surveii.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8577482/original/047188100_1782535408-WhatsApp_Image_2026-06-27_at_07.42.42.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8540352/original/073465000_1782477289-Prabss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5550839/original/029409500_1775710216-foto2.jpg)

