Bukan Taktik, tapi Penempatan Pemain: Mengapa Manchester United Terus Kalah Meski Formasi Sudah Diperbaiki?

Bola.net - Manchester United kembali mengalami kekalahan telak dalam laga besar. Hasil 0-3 saat menghadapi Manchester City menjadi luka yang terasa familier bagi para pendukung setia di Old Trafford.
Permasalahan yang ada dinilai bukan sekadar soal formasi atau taktik. Ruben Amorim memang sudah membawa perbaikan kecil dengan skema 3-4-2-1, yang membuat tim lebih solid dan kompak. Namun, kesalahan-kesalahan mendasar dari para pemain justru terus terjadi dan merusak upaya yang sudah dibangun.
Beberapa gol yang bersarang ke gawang United musim ini tidak lahir karena kegagalan sistem. Gol-gol tersebut justru berasal dari kesalahan posisi dan salahnya pemain dalam membaca situasi. Kondisi "square peg in a round hole" tampak nyata, mulai dari Bruno Fernandes hingga Luke Shaw.
Pertanyaan terbesarnya kini bukan lagi tentang formasi, melainkan bagaimana Amorim menempatkan pemain pada peran yang seharusnya. Tanpa adanya perbaikan mendasar, kesalahan yang sama akan terus menghantui Manchester United.
Amorim dan Formasi 3-4-2-1: Perbaikan yang Tertutup Kesalahan

Sejak tiba di Old Trafford, Ruben Amorim memperkenalkan pendekatan baru melalui formasi 3-4-2-1. Pola ini sempat menimbulkan pro dan kontra, tetapi secara perlahan mulai menunjukkan hasil positif. United terlihat lebih kompak baik saat menyerang maupun bertahan, dengan jarak antar lini yang semakin rapat.
Bukti perbaikan itu terlihat pada babak pertama melawan Manchester City. United beberapa kali berhasil merebut bola di area tinggi, bahkan sempat menciptakan peluang dari serangan balik cepat. Situasi ini jarang terjadi di musim sebelumnya, di mana lini pertahanan terlalu mudah ditembus.
Namun, semua perkembangan tersebut seolah tidak ada artinya saat kesalahan mendasar terjadi. Gol pembuka Phil Foden bukanlah akibat kegagalan formasi, melainkan karena pemain kunci bermain di posisi yang bukan keahliannya. Kondisi inilah yang kemudian menutupi langkah maju United.
Dengan kata lain, Amorim berhasil merapikan struktur permainan. Namun, masalah utama justru berasal dari dalam, yaitu kesalahan dalam pemilihan pemain. Kekeliruan ini terus berulang dan berujung pada hasil yang buruk.
Bruno Fernandes: Playmaker yang Dipaksa Jadi Gelandang Bertahan
Nama Bruno Fernandes menjadi sorotan utama dalam kekalahan di Etihad. Kapten United, yang dikenal sebagai salah satu playmaker terbaik dunia, dipaksa mengisi peran lebih dalam sebagai gelandang tengah. Sayangnya, posisi tersebut justru mengekspos kelemahan yang sangat jelas.
Gol pertama City menjadi bukti nyata dari hal tersebut. Fernandes gagal mengantisipasi pergerakan Foden yang menusuk dari lini kedua. Ia sempat berada di posisi yang tepat, tetapi kehilangan fokus. Ia hanya mengawasi bola tanpa membaca pergerakan lawan. Situasi serupa juga pernah terjadi saat United kehilangan poin melawan Fulham pada bulan Agustus.
Ironisnya, kemampuan distribusi bola Fernandes dari area tengah sebetulnya sangat baik. Umpan-umpan dari posisi dalam mampu membuka ruang bagi para penyerang. Masalahnya, kontribusi itu dibayar mahal dengan kerapuhan yang terlihat saat ia harus bertahan.
Kondisi ini menegaskan bahwa meskipun secara teknis mampu menguasai bola di berbagai situasi, Fernandes tetaplah seorang playmaker. Menempatkannya di posisi yang menuntut disiplin defensif hanya akan menimbulkan risiko besar bagi United.
Kesalahan Posisi Lain: Luke Shaw dan Lini Pertahanan Rapuh

Bruno Fernandes bukan satu-satunya pemain yang dipaksa keluar dari zona nyamannya. Luke Shaw juga seringkali dijadikan bek tengah dalam formasi tiga bek, padahal sebagian besar kariernya dijalani sebagai bek kiri yang dinamis.
Hasilnya terlihat jelas. Pada gol pembuka City, Shaw terlalu mudah dilewati oleh Jeremy Doku. Situasi tersebut menggambarkan betapa Shaw tidak sepenuhnya merasa nyaman sebagai bek tengah. Adaptasi memang mungkin, tetapi kenyamanan dalam peran asli tetap memberikan perbedaan yang besar.
Kelemahan ini semakin terlihat pada gol kedua City. Serangkaian kesalahan terjadi, mulai dari Manuel Ugarte yang kehilangan fokus, Mazraoui terlambat menutup ruang, hingga Leny Yoro yang gagal mengantisipasi gerakan Doku. Semua berawal dari pemain yang tidak sepenuhnya mantap di posisinya.
Ketika seorang pemain merasa tidak natural dalam perannya, kesalahan kecil akan menumpuk. Itulah yang terjadi pada lini belakang United, yang akhirnya tidak mampu menahan gelombang serangan City di babak kedua.
Jalan Terjal United Jika Kesalahan Berulang
Kekalahan dalam derby memang terasa menyakitkan, tetapi United sebetulnya tidak tampil sepenuhnya buruk musim ini. Mereka memiliki peluang untuk menang atas Arsenal, mengalahkan Burnley, dan seharusnya bisa menuntaskan laga melawan Fulham dengan tiga poin penuh.
Masalahnya, setiap kali menghadapi tim besar, kelemahan yang sama kembali terbuka. Sistem yang sudah membaik tidak cukup untuk menutupi fakta bahwa pemain kerap diposisikan secara keliru. Akibatnya, kesalahan berulang dan hasil buruk pun tak dapat terhindarkan.
Amorim tampaknya tetap kukuh dengan formasi pilihannya. Namun, jika pemilihan pemain tidak diperbaiki, masalah yang ada tidak akan selesai. Bruno Fernandes akan terus dianggap lemah di lini tengah, Shaw akan kewalahan sebagai bek tengah, dan United akan terus kebobolan dengan cara yang sama.
Apabila situasi ini berlanjut, Manchester United hanya akan mengulang siklus yang sama. Perbaikan struktural tidak akan berarti tanpa keberanian Amorim menempatkan para pemainnya di posisi terbaik mereka.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Jadwal Lengkap, Hasil, Klasemen, dan Top Skor Premier League 2025/2026
- MU Dipermalukan City: Amorim Masih Keras Kepala dengan Taktik 3-4-3, Sampai Kapan?
- Matthijs de Ligt Masih Bek Fantastis, Masalahnya Cuma Soal Mental!
- Tidak Percaya! Arne Slot Ungkap Penyebab Milos Kerkez Cepat Dicabut Kala Liverpool Lawan Burnley
- Drama Transfer Jenson Seelt: Calon Diaspora Indonesia, Gabung Wolfsburg dari Sunderland
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Spanyol 21 September 2026 22:567 Perubahan Besar yang Dilakukan Hansi Flick di Barcelona
-
Liga Inggris 21 September 2026 21:11Levi Colwill Yakin Chelsea Bangkit Usai Jeda Internasional
-
Liga Inggris 21 September 2026 20:01Erling Haaland Cetak Sejarah di Premier League, Lengkapi Korban Golnya
-
Liga Inggris 21 September 2026 19:26Benjamin Sesko Cedera, Berapa Laga Man United yang Bisa Dilewatkan?
-
Liga Inggris 21 September 2026 18:51Manchester United Imbang Lawan Fulham, Michael Carrick Samai Rekor Buruk 12 Tahun Lalu
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 22 September 2026 00:06Bernardo Silva Mulai Tersisih di Real Madrid, Hanya Main 8 Menit dalam 2 Laga
-
Piala Eropa 21 September 2026 23:31Cole Palmer, Declan Rice, dan Marcus Rashford Absen Bela Timnas Inggris
-
Tim Nasional 21 September 2026 23:08Pelatih Malaysia Sebut Indonesia Favorit di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026
-
Liga Spanyol 21 September 2026 22:567 Perubahan Besar yang Dilakukan Hansi Flick di Barcelona
-
Piala Eropa 21 September 2026 22:21Italia Kehilangan Federico Dimarco, Roberto Mancini Panggil Bek Aston Villa
-
Tim Nasional 21 September 2026 21:58Delegasi FIFA Cek Kesiapan GBK Jelang FIFA ASEAN Cup 2026
BERITA LAINNYA
-
inggris 21 September 2026 21:11Levi Colwill Yakin Chelsea Bangkit Usai Jeda Internasional
-
inggris 21 September 2026 20:01Erling Haaland Cetak Sejarah di Premier League, Lengkapi Korban Golnya
-
inggris 21 September 2026 19:26Benjamin Sesko Cedera, Berapa Laga Man United yang Bisa Dilewatkan?
-
inggris 21 September 2026 18:51Manchester United Imbang Lawan Fulham, Michael Carrick Samai Rekor Buruk 12 Tahun Lalu
-
inggris 21 September 2026 18:16Fulham Gagal Menang atas MU, Arbeloa: Wasit Tak Bakal Biarkan Mereka Kalah
-
inggris 21 September 2026 17:41Mengapa Man United Tak Dapat Penalti atas Handball Calvin Bassey?
SOROT
-
Liputan6 22 September 2026 01:472 Hektare Taman Nasional Way Kambas Terbakar
-
Liputan6 22 September 2026 01:361.487 Sekolah NTT Direvitalisasi Usai Gempa, Anggaran Rp 1,2 T Disiapkan
-
Liputan6 22 September 2026 01:04Motor Terjepit Dua Truk di Gempol Probolinggo, Satu Keluarga Tewas
-
Liputan6 21 September 2026 23:36Mengintip Potensi Ekonomi Nelayan di Balik PLTS Pulau Sembur
-
Liputan6 21 September 2026 23:17Jejak 2 Warga Lampung Hilang di KMP Virgo Masih Misterius
-
Liputan6 21 September 2026 23:03Banjir Bandang Terjang Solok
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354132/original/060911700_1790016444-1001688843.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315728/original/029781400_1785859050-IMG_7877.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354128/original/038782000_1790013910-IMG-20260921-WA0012-1-768x346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354126/original/046500600_1790008578-1001112084.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354124/original/098678800_1790007383-1001687129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354122/original/022820500_1790006605-WhatsApp-Image-2026-09-21-at-22.41.19.jpeg.webp)

