Carragher dan Neville Kompak Ragukan Liam Rosenior: Penurunan Standar Chelsea?

Carragher dan Neville Kompak Ragukan Liam Rosenior: Penurunan Standar Chelsea?
Pelatih Strasbourg, Liam Rosenior. (c) dok. RCSA

Bola.net - Chelsea dikabarkan berada di posisi terdepan untuk menunjuk Liam Rosenior sebagai manajer baru. Namun, potensi kedatangan pelatih berusia 41 tahun ini ke Stamford Bridge justru memicu kekhawatiran serius dari dua pandit senior, Jamie Carragher dan Gary Neville.

Klub London Barat tersebut tengah mencari juru taktik keempat di era kepemilikan saat ini setelah memecat Enzo Maresca tepat pada Hari Tahun Baru.

Meski Rosenior, yang kini menangani Strasbourg, menjadi kandidat terkuat, Carragher dan Neville menilai profilnya belum cukup matang untuk menangani tekanan di klub sebesar Chelsea.

1 dari 2 halaman

Faktor "Nama Besar" yang Hilang

Jamie Carragher menyoroti keraguan utamanya: apakah Rosenior mampu memberikan dampak instan yang dibutuhkan Chelsea? Menurut legenda Liverpool ini, para pendukung The Blues mungkin akan sulit menerima penunjukan ini, mengingat mereka terbiasa dengan pelatih berkaliber dunia.

Carragher melihat ada penurunan standar yang drastis dalam pemilihan manajer Chelsea selama tiga setengah tahun terakhir.

"Sekarang Maresca sudah pergi, fokus akan tertuju pada klub dan kepemilikan. Saya cukup kritis terhadap cara mereka bertindak selama tiga setengah tahun terakhir," kata Carragher di Sky Sports.

"Jika melihat linimasa manajer: mereka mewarisi Thomas Tuchel, manajer pemenang Liga Champions. Sekarang sepertinya mereka akan mewarisi Liam Rosenior, yang pernah melatih Derby, Hull, dan Strasbourg," lanjutnya.

Carragher menambahkan bahwa budaya Chelsea selama ini identik dengan pelatih berprofil tinggi yang memberikan jaminan kompetitif.

"Ini kesempatan besar baginya, tapi Chelsea dan pendukungnya tidak terbiasa dengan penunjukan seperti ini. Mereka terbiasa dengan Jose Mourinho, Guus Hiddink, Antonio Conte, nama-nama besar yang datang untuk membuat dampak masif. Saya tidak melihat Rosenior melakukan itu," tegas Carragher.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pandangannya bukan bentuk ketidaksukaan pribadi, melainkan penilaian objektif terhadap timing karir.

"Itu bukan bentuk rasa tidak hormat kepada Liam Rosenior, dia masih muda dan sedang dalam proses menjadi pelatih top. Bagi saya, pekerjaan ini mungkin datang terlalu dini untuk kesuksesan yang diharapkan dari klub sekelas Chelsea," tambahnya.

2 dari 2 halaman

Masalah Skuad Muda dan Kurangnya Otoritas

Di sisi lain, Gary Neville menyoroti kombinasi berisiko antara manajer muda dan skuad yang juga sangat muda.

Neville menilai Chelsea saat ini membutuhkan sosok berpengalaman untuk membimbing para pemain belia mereka. Menunjuk pelatih yang belum memiliki pengalaman di level tertinggi Liga Inggris (Premier League) dinilai bisa menghambat ambisi klub.

Dalam podcast-nya, Neville bahkan mengutip kalimat legendaris Alan Hansen tentang sulitnya meraih juara dengan pemain muda.

"Anda benar-benar tidak bisa memenangkan apa pun dengan anak-anak (kids). Itu fakta. Alan Hansen benar sekali," ucap Neville.

Bagi Neville, menempatkan pelatih muda di tengah skuad yang minim pengalaman adalah resep yang kurang ideal dan berpotensi membebani pemain itu sendiri.

"Chelsea butuh pengalaman di dalam dan sekitar klub. Jika Anda punya pemain muda di lapangan, saya pikir Anda juga butuh manajer berpengalaman. Tapi sepertinya mereka akan menunjuk manajer muda lagi. Saya hanya berpikir pemain muda butuh otoritas dan bimbingan di sekeliling mereka," pungkasnya.