Chelsea Catatkan Kerugian Terbesar dalam Sejarah Premier League

Chelsea Catatkan Kerugian Terbesar dalam Sejarah Premier League
Ekspresi para pemain Chelsea dalam laga versus PSG di 16 besar Liga Champions 2025/2026, Rabu (18/3/2026). (c) AP Photo/Kin Cheung

Bola.net - Chelsea baru saja merilis laporan keuangan yang mengejutkan. Klub asal London Barat itu mencatat kerugian sebelum pajak sebesar £262,4 juta untuk periode yang berakhir 30 Juni 2025.

Jumlah ini menjadi yang terbesar dalam sejarah Premier League. Rekor sebelumnya dipegang Manchester City pada musim 2010–11.

Kerugian ini terjadi karena biaya operasional yang naik tajam dibanding musim sebelumnya. Padahal, pada 2023–24 Chelsea sempat mencatat keuntungan setelah menjual beberapa aset klub.

Sekarang, kondisi keuangan mereka terlihat lebih berat, meski pemasukan tetap cukup tinggi. Situasi ini jadi peringatan bagi manajemen di tengah ambisi besar pemilik baru. Klub perlu segera mengambil langkah agar kerugian tidak terus bertambah.

Biaya Besar, Termasuk Komisi Agen

Biaya Besar, Termasuk Komisi Agen

Skuad Chelsea usai kekalahan melawan Everton di Premier League 2025/2026, Minggu (22/3/2026). (c) AP Photo/Jon Super

Manajemen menjelaskan bahwa kerugian ini terjadi karena perubahan besar di dalam klub. Salah satu pengeluaran terbesar adalah komisi agen pemain.

Chelsea menghabiskan £65,1 juta hanya untuk membayar agen pada musim 2025–26. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding klub lain di Premier League.

Sebagai perbandingan, total pengeluaran semua klub untuk agen mencapai £460,3 juta. Chelsea menjadi penyumbang terbesar.

Klub juga menjelaskan bahwa biaya agen tinggi karena mereka aktif menjual pemain. Dalam sistem transfer modern, klub penjual tetap harus membayar komisi agen.

Tetap Lolos Aturan Keuangan

Tetap Lolos Aturan Keuangan

Skuad Chelsea dalam laga versus PSG di leg pertama 16 besar Liga Champions 2025/2026, Kamis (12/3/2026). (c) AP Photo/Michel Euler

Meski rugi besar, Chelsea masih dianggap tidak melanggar aturan keuangan liga, yaitu Profitability and Sustainability Rules (PSR).

Hal ini karena ada beberapa biaya yang tidak dihitung sebagai kerugian, seperti investasi untuk stadion, akademi, dan tim wanita. Aturan ini memberi batas kerugian maksimal £105 juta dalam tiga tahun, dan Chelsea masih berada dalam batas aman.

Klub bahkan yakin kondisi keuangan mereka akan membaik. Mereka memperkirakan pendapatan bisa mencapai £700 juta pada musim 2025–26.

Salah satu sumber optimisme datang dari partisipasi mereka di turnamen internasional, yang memberi pemasukan tambahan. Ini diharapkan bisa menutup dampak belanja pemain besar sejak era Todd Boehly, yang totalnya mencapai £1,5 miliar.

Masalah Lama Masih Menghantui

Selain masalah saat ini, Chelsea juga masih menghadapi kasus lama dari era Roman Abramovich.

Klub masih menunggu keputusan dari The Football Association terkait dugaan pelanggaran pembayaran agen di masa lalu.

Manajemen sekarang sudah menyiapkan dana cadangan untuk membayar denda jika diperlukan, agar tidak mengganggu operasional klub.

Sebelumnya, Chelsea juga pernah menghadapi kasus serupa. Mereka terhindar dari pengurangan poin karena bersikap kooperatif, dan hanya menerima denda £10,75 juta serta pembatasan transfer sementara.