Chelsea di Era Rosenior: Antara Progres Nyata dan Jalan di Tempat

Chelsea di Era Rosenior: Antara Progres Nyata dan Jalan di Tempat
Pelatih Chelsea, Liam Rosenior. (c) AP Photo/Kin Cheung

Bola.net - Chelsea memasuki fase krusial musim dengan tekanan besar di bawah pelatih anyar Liam Rosenior. Kekalahan 0-3 dari Everton di Premier League akhir pekan kemarin memperpanjang tren negatif yang memicu pertanyaan soal arah tim.

Posisi Chelsea kini berada di peringkat keenam Liga Inggris dengan peluang finis lima besar masih terbuka. Namun, jarak dengan zona empat besar mulai melebar dan menyisakan ruang kesalahan yang semakin kecil.

Di tengah situasi ini, manajemen klub tetap memberikan dukungan penuh kepada Rosenior. Akan tetapi, performa di lapangan menunjukkan inkonsistensi yang perlu segera diperbaiki.

Awal Menjanjikan, Laju Mulai Tersendat

Awal Menjanjikan, Laju Mulai Tersendat

Skuad Chelsea usai kekalahan melawan Everton di Premier League 2025/2026, Minggu (22/3/2026). (c) AP Photo/Jon Super

Rosenior memulai kariernya di Chelsea dengan impresif melalui empat kemenangan beruntun di Liga Inggris. Saat itu, tim berhasil naik ke zona Liga Champions dan meredam keraguan awal.

Namun, performa Chelsea menurun dengan hanya satu kemenangan dari enam laga terakhir. Hasil ini membuat mereka kembali turun ke posisi keenam klasemen sementara.

Adaptasi Taktik Jadi Tantangan

Adaptasi Taktik Jadi Tantangan

Ekspresi para pemain Chelsea dalam laga versus PSG di 16 besar Liga Champions 2025/2026, Rabu (18/3/2026). (c) AP Photo/Kin Cheung

Pada bulan pertama, Rosenior masih mengandalkan pendekatan taktik peninggalan Enzo Maresca. Hal ini dilakukan karena minimnya waktu latihan sejak kedatangannya di pertengahan musim.

Namun, setelah mulai menerapkan filosofi sendiri, performa tim justru mengalami penurunan. Intensitas permainan dan konsistensi menjadi masalah yang terus muncul di setiap pertandingan.

Jadwal Padat dan Rotasi Berlebihan

Jadwal Padat dan Rotasi Berlebihan

Gawang Filip Jorgensen dibobol Vitinha dalam laga PSG vs Chelsea di leg pertama 16 besar Liga Champions 2025/2026, Kamis (12/3/2026). (c) AP Photo/Michel Euler

Chelsea menghadapi beban pertandingan yang sangat tinggi dalam dua musim terakhir. Total 113 laga sejak awal musim lalu membuat kondisi fisik pemain menjadi perhatian utama.

Untuk mengatasinya, Rosenior melakukan 99 perubahan susunan pemain di Liga Inggris musim ini. Akan tetapi, rotasi masif ini berdampak pada kurangnya kestabilan permainan tim.

Tekanan Internal dan Eksternal

Tekanan Internal dan Eksternal

Pemain Chelsea, Enzo Fernandez, menyapa para penggemar di akhir pertandingan leg kedua semifinal Carabao Cup kontra Arsenal, Rabu (4/2/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Ian Walton

Kritik tidak hanya datang dari luar, tetapi juga muncul dari dalam tim. Wakil kapten Enzo Fernandez mengungkapkan kekecewaan atas perubahan arah tim setelah pergantian pelatih.

Rosenior merespons dengan menegaskan bahwa sang gelandang tetap berkomitmen. Namun, situasi ini menunjukkan adanya ketegangan yang perlu dikelola dengan hati-hati.

Chelsea juga menghadapi tekanan dari suporter yang mulai menunjukkan ketidakpuasan terhadap kepemilikan klub. Di sisi lain, target lolos ke Liga Champions tetap menjadi prioritas utama yang menentukan masa depan banyak pihak.

Rosenior masih memiliki waktu untuk membuktikan kapasitasnya bersama Chelsea. Namun, hasil dalam beberapa pekan ke depan akan sangat menentukan apakah proyek ini benar-benar menunjukkan progres atau justru berjalan di tempat.

Sumber: BBC Sport

Klasemen